Rabu, 11 Februari 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline

Tahun 2025, AI Berevolusi Jadi Tools dalam Berbagai Aspek Kehidupan

11 Januari 2025
in Headline
Reading Time: 5 mins read
AI jadi Tools

Tahun 2025, AI Berevolusi Jadi Tools dalam Berbagai Aspek Kehidupan (Foto: Ilustrasi/istimewa)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Di tahun 2025, Artificial intelligence (AI) akan berevolusi menjadi tools yang terintegrasi dalam berbagai aspek kehidupan. Kemajuan ini akan didorong oleh peningkatan kemampuan AI dalam mengingat lebih banyak informasi, melakukan penalaran yang lebih baik, serta inovasi lainnya.

Dalam setahun terakhir saja, penggunaan AI generatif di antara pemimpin bisnis dan pengambil keputusan AI melonjak dari 55% menjadi 75%. Tools baru AI akan membawa potensi yang lebih besar lagi.

“AI telah membuat hal yang sebelumnya mustahil menjadi mungkin. Dalam satu tahun terakhir, kami telah melihat banyak individu dan organisasi beralih dari eksperimen dengan AI, menuju adopsi yang lebih bermakna. Ini adalah awal dari transformasi besar tentang bagaimana teknologi ini akan mengubah hidup kita,” kata Chris Young, Executive Vice President of Business Development, Strategy and Ventures Microsoft, dikutip Kamis (9/1/2025).

MIcrosoft menyebutkan, pada tahun 2025 setidaknya ada enam tren AI yang perlu diperhatikan. Pertama, model AI akan lebih canggih dan berguna. Dalam setahun terakhir, model AI berkembang menjadi lebih cepat dan lebih efisien. Saat ini, “model frontier” berskala besar dapat menyelesaikan berbagai tugas, mulai dari menulis hingga coding. Selain itu, model berkemampuan khusus dapat disesuaikan untuk tugas atau kebutuhan tertentu. Di tahun 2025, model AI akan melakukan lebih banyak dari itu, dan dengan lebih baik.

Model dengan kemampuan penalaran lanjutan, seperti OpenAI o1, sudah mampu memecahkan masalah kompleks secara logis, mirip dengan cara berpikir manusia sebelum menjawab pertanyaan sulit. Kemampuan ini akan terus berguna di bidang keilmuan seperti sains, coding, matematika, hukum, dan kedokteran; memungkinkan model tersebut untuk membandingkan kontrak, menghasilkan kode, dan mengeksekusi alur kerja yang terdiri dari beberapa langkah.

Ece Kamar, Managing Director AI Frontiers Lab Microsoft mengatakan, kemajuan tersebut tidak hanya penting dalam inovasi model, tetapi juga dalam kurasi data dan pasca-pelatihan data.

Menurutnya, dengan menciptakan model AI yang lebih cepat, lebih baik, dan lebih spesifik akan menciptakan pengalaman AI baru yang lebih bermakna, termasuk dengan agen AI pada tahun 2025.

Baca juga :   Ide Platform ‘Katakan AI’ Menangkan Microsoft Indonesia - AI for Accessibility Hackathon 2023

“Akan ada sinergi antara cara kami melatih model dan bagaimana model tersebut sebaliknya mendukung agen di masa depan. Para individu ini akan memiliki lebih banyak peluang untuk memilih atau membangun model yang dapat memenuhi kebutuhan mereka,” kata Kamar.

Kedua, agen AI akan mengubah cara kita bekerja. Para pekerja di hampir 70% perusahaan Fortune 500 sudah menggunakan Microsoft 365 Copilot untuk menangani berbagai tugas repetitif dan monoton, seperti menyaring email dan mencatat selama rapat melalui Teams. Pada tahun 2025, generasi baru agen bertenaga AI akan melakukan lebih banyak lagi, bahkan menangani tugas tertentu untuk Anda.

Dengan kemajuan dalam kemampuan memori, penalaran, dan multimodal, agen AI akan mampu melaksanakan tugas yang lebih kompleks dengan keterampilan dan cara berinteraksi yang baru.

Perusahaan dapat membayangkan kembali proses-proses seperti membuat laporan dan pekerjaan manusia lainnya (membantu menyelesaikan masalah pada laptop baru atau menjawab pertanyaan mengenai tunjangan karyawan). Hal ini memberikan ruang bagi karyawan untuk fokus pada pekerjaan yang lebih bernilai. Perusahaan dapat mengatur beberapa agen untuk memberi tahu manajer supply chain tentang gangguan inventaris kantor, merekomendasikan pemasok baru, serta mengeksekusi pesanan penjualan yang bisa menangani tugas keseharian dalam rangka menjaga penjualan tetap berjalan lancar.

Hal ini akan menjadi dasar bagi masa depan ketika perusahaan memiliki konstelasi agen — dari yang sederhana hingga yang otonom — yang akan bekerja secara independen atau bersama-sama bagi individu, kelompok, atau fungsi tertentu untuk mengeksekusi dan mengelola prosesnya.

Menurut Kamar, di tengah semua perkembangan AI ini, pengawasan manusia akan tetap menjadi roda penggerak utama dalam evolusi agen bertenaga AI.

“Pada tahun 2025, diskusi akan berpusat pada penetapan batasan tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh agen, maka itu penting adanya pengawasan manusia,” katanya.

Ketiga, AI sebagai rekanan Anda dalam kehidupan sehari-hari. Di luar pekerjaan umum, AI diharapkan bisa mempermudah hidup, dengan menyederhanakan dan memprioritaskan tugas-tugas seperti mengelola banyaknya informasi harian sehingga bisa menghadirkan lebih banyak waktu, sambil menjaga privasi, data, dan keamanan.

Baca juga :   Tim Calypso UI Juara Nasional "Go Green in the City 2019“

Tidak hanya itu, pengalaman AI akan menjadi semakin akurat dan memiliki kecerdasan emosional yang lebih baik untuk interaksi yang lebih lancar dalam beberapa tahun mendatang.

Keempat, AI akan menjadi lebih efisien seiring waktu. Meskipun AI membutuhkan sumber daya seperti energi, adanya solusi inovatif membantu menghadapi tantangan sumber daya ini. Contohnya, meskipun beban datacenter global pada tahun 2020 sebesar kurang-lebih sembilan kali lipat dari tahun 2010, permintaan listrik datacenter hanya meningkat 10%.

Dalam beberapa tahun mendatang, datacenter baru yang mendukung AI akan mulai beroperasi dan tidak menggunakan air untuk pendinginan, dan perusahaan akan memperluas penggunaan sistem pendingin cair yang sangat efisien seperti cold plates. Hal ini adalah bagian dari upaya yang lebih luas untuk memastikan infrastruktur AI dibangun menjadi lebih efisien dan berkelanjutan pada tahun 2025.

Mark Russinovich, Chief Technology Officer Azure, Deputy Chief Information Security Officer and Technical Fellow menjelaskan, seiring membantu pembangunan infrastruktur AI yang lebih efisien, Microsoft juga akan terus berinvestasi dan menggunakan lebih banyak bahan bangunan rendah karbon, seperti baja berkarbon near-zero, beton alternatif, dan kayu laminasi silang.

Menurutnya, Microsoft juga akan terus berinvestasi dan menggunakan sumber energi bebas karbon seperti angin, panas bumi, nuklir, dan tenaga surya. Perusahaan membuat investasi jangka panjang untuk membawa lebih banyak listrik bebas karbon ke jaringan tempat Perusahaan beroperasi dan terus mengadvokasi perluasan solusi energi bersih di seluruh dunia.

“Ini hanyalah bagian dari infrastruktur yang sudah direncanakan Microsoft untuk mempercepat pencapaian tujuannya menjadi perusahaan carbon negative, water positive, dan zero waste pada tahun 2030. Pada tahun 2025 dan seterusnya, kami akan semakin memiliki pandangan holistik tentang datacenter, energi, dan sumber daya, sehingga kami dapat memaksimalkan efisiensi seluruh infrastruktur kami,” kata Russinovich.

Kelima, pengukuran dan penyesuaian akan menjadi kunci untuk membangun AI yang bertanggung jawab. Pengukuran adalah cara mendefinisikan dan menilai risiko dalam AI, dan ini sangat penting untuk membangun AI yang bertanggung jawab. Salah satu perkembangan terbesar tahun ini dapat dirangkum dalam dua kata: pengujian dan penyesuaian.

Baca juga :   Startup Bali Jawara Soprema 2017

Orang-orang juga akan mendapatkan kendali yang lebih besar terhadap bagaimana aplikasi AI beroperasi dalam organisasi mereka. Mereka akan dapat menyesuaikan aplikasi yang menyaring konten dan menetapkan batasan yang sesuai dengan pekerjaan mereka. Perusahaan game, misalnya, dapat menentukan jenis konten kekerasan apa yang dapat dilihat oleh karyawan yang mengembangkan sebuah game.

Keenam, AI akan mempercepat terobosan ilmiah. AI sudah menghadirkan dampak luar biasa di seluruh dunia, mendorong kemajuan dalam segala hal mulai dari supercomputing hingga prakiraan cuaca. AI juga mendorong terobosan bersejarah dalam penelitian ilmiah dan berpotensi membuka kemampuan baru dalam ilmu alam, material berkelanjutan, penemuan obat, dan kesehatan manusia.

Contohnya, di tahun 2024 silam, Microsoft Research membuat terobosan yang memungkinkan peneliti untuk mengeksplorasi beberapa masalah sains biomolekuler tersulit di dunia, termasuk penemuan obat baru yang menyelamatkan jiwa, dengan kecepatan dan presisi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Menggunakan sistem simulasi protein yang didukung AI, para peneliti menemukan cara baru untuk mensimulasikan dinamika biomolekuler. Metode ini, yang disebut AI2BMD, dapat membantu ilmuwan memecahkan masalah yang sebelumnya tidak dapat dipecahkan dan mendorong penelitian biomedis dalam desain protein, rekayasa enzim, dan penemuan obat.

Ashley Llorens, Corporate Vice President dan Managing Director di Microsoft Research mengatakan, salah satu hal paling menarik untuk diperhatikan pada tahun 2025 adalah bagaimana penggunaan AI dalam penelitian ilmiah mendorong kemajuan dalam mengatasi beberapa masalah paling mendesak di dunia.

“Kita akan mulai melihat alat-alat ini memiliki dampak yang terukur pada setiap individu dan institusi yang tengah menyelesaikan masalah besar ini, seperti merancang bahan material berkelanjutan dan mempercepat pengembangan obat yang menyelamatkan jiwa,” kata Llorens.

Singkatnya, pada tahun 2025, terdapat satu tren yang pasti: AI akan terus mendorong inovasi dan membuka potensi baru bagi individu dan organisasi di seluruh dunia. (*AMBS)

 

Tags: Artificial Intelligence (AI)Microsoft
Previous Post

Indosat dan ZTE Perluas Pengalaman Digital di Indonesia Hingga Ke Pulau Terpencil

Next Post

Flip Bantu Berhemat Rp5 Triliun bagi 15 Juta Orang Indonesia

Related Posts

Tren Rekrutmen 2026
ANALYZE

Tren Rekrutmen 2026: Evolusi AI dari Adopsi ke Integrasi Keterampilan

29 Januari 2026
0
Grab AI DevX Connect 2026
AI & CYBER

Grab AI DevX Connect 2026, Dorong Talenta Lokal Kelola AI Skala Besar

29 Januari 2026
0
Percepat Transformasi Digital, Salesforce Hadirkan Agentforce Berbahasa Indonesia
AI & CYBER

AI Diperkirakan Dapat Menyelesaikan Sebagian Besar Kasus Layanan Pelanggan di Indonesia Pada 2027

23 Januari 2026
0
Load More
Next Post
Flip Multitransfer

Flip Bantu Berhemat Rp5 Triliun bagi 15 Juta Orang Indonesia

Transaksi Kripto

Nilai Transaksi PBK dan Perdagangan Fisik Aset Kripto Capai Rp30.503 Triliun di 2024

Penyerahan Aset Keuangan Digital

Kini, Tugas Pengaturan & Pengawasan Aset Keuangan Digital Dialihkan ke OJK & BI

Discussion about this post

Recent Updates

Easycash MOJANG

Atasi Kesenjangan Literasi Keuangan Gen Z, Easycash dan AFTECH Luncurkan Modul MOJANG

10 Februari 2026
Apex Group

Perluas Ekspansi di Asia Tenggara, Apex Group Buka Kantor di Jakarta

10 Februari 2026
10 Tim Global Ambassador 'Solve for Tomorrow' 2026

Samsung Umumkan 10 Tim Global Ambassador ‘Solve for Tomorrow’ 2026

10 Februari 2026
Indosat

Kinerja Solid 2025, Pendapatan Indosat Tembus Rp15,36 Triliun di Kuartal IV

10 Februari 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
pendanaan Fintech

Inilah 5 Fintech dengan Pendanaan Terbesar di Indonesia Tahun 2025

15 Mei 2025
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Easycash MOJANG

Atasi Kesenjangan Literasi Keuangan Gen Z, Easycash dan AFTECH Luncurkan Modul MOJANG

10 Februari 2026
Apex Group

Perluas Ekspansi di Asia Tenggara, Apex Group Buka Kantor di Jakarta

10 Februari 2026
10 Tim Global Ambassador 'Solve for Tomorrow' 2026

Samsung Umumkan 10 Tim Global Ambassador ‘Solve for Tomorrow’ 2026

10 Februari 2026
Indosat

Kinerja Solid 2025, Pendapatan Indosat Tembus Rp15,36 Triliun di Kuartal IV

10 Februari 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version