Selasa, 7 Juli 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline

Tantang DeepSeek, Alibaba Kenalkan Qwen 2.5-Max

1 Februari 2025
in Headline
Reading Time: 2 mins read
NTT DATA

NTT DATA: Muncul Kesenjangan Lebar dalam Adopsi Private dan Sovereign AI Global (Foto: Ilustrasi)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Persaingan teknologi Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan semakin seru. Alibaba baru saja meluncurkan model AI terbaru mereka yang diberi nama Qwen 2.5-Max. Model AI ini diproyeksikan untuk menjadi pesaing kuat GPT-4o dari OpenAI dan DeepSeek-V3. Dengan kemampuan canggih dan harga yang lebih terjangkau, Qwen 2.5-Max hadir untuk memberikan pilihan baru di pasar yang semakin ketat ini.

“Model AI Qwen 2.5-Max dibangun dengan teknologi yang sangat canggih. Salah satunya adalah arsitektur mixture-of-experts (MoE), yang memungkinkan model ini memproses data dalam jumlah besar secara efisien,” klaim pihak Alibaba, dikutip Sabtu (1/2/2025).

Alibaba juga menggunakan teknik pembelajaran lanjutan seperti supervised fine-tuning dan reinforcement learning from human feedback untuk melatih model ini, membuatnya semakin pintar dalam memecahkan masalah.

Hasil uji coba menunjukkan bahwa model ini dapat menyelesaikan tugas-tugas yang cukup rumit, seperti pemrograman secara langsung dan analisis data multimodal—artinya Qwen 2.5-Max bisa memproses teks, gambar, dan video sekaligus.

Keunggulan ini membuat Qwen 2.5-Max sangat menarik, karena tidak hanya bisa melakukan tugas dasar seperti percakapan, tetapi juga mampu menganalisis data yang lebih kompleks dan melakukan tugas-tugas yang lebih teknis.

Kehadiran Qwen 2.5-Max ini akan jadi penantang DeepSeek. Seperti diketahui, DeepSeek adalah sebuah startup AI asal China yang belakangan ini viral karena kemunculannya berhasil menguncang pasar crypto dan saham pada 27 Januari lalu. Keberhasilan DeepSeek, yang mampu mengembangkan teknologi dengan biaya rendah, membuat perusahaan-perusahaan besar seperti Alibaba harus berpikir keras untuk tetap kompetitif.

Salah satu responsnya adalah dengan meluncurkan Qwen 2.5-Max yang tidak hanya efisien tetapi juga lebih terjangkau, memberikan alternatif bagi banyak bisnis yang ingin memanfaatkan teknologi AI tanpa menguras anggaran.

Selain itu, kehadiran versi Qwen 2.5-VL yang lebih canggih juga mampu mengerjakan lebih dari sekadar teks. Qwen 2.5-VL dapat memahami video, menganalisis gambar, mengenali objek dalam film atau acara TV, bahkan mengontrol perangkat lunak seperti aplikasi di PC atau ponsel. Fitur-fitur canggih ini membuatnya sangat serbaguna, dan Alibaba semakin memperkuat posisinya sebagai pemain besar di dunia AI.

Meski memiliki banyak keunggulan, Qwen 2.5-Max tidak lepas dari tantangan. Salah satunya adalah regulasi ketat di China.

Pemerintah China mengharuskan setiap model AI yang dikembangkan untuk mengikuti pedoman yang terkait dengan nilai-nilai sosial dan politik, yang tentu saja membatasi kebebasan pengembangan. Ini menjadi kendala, karena model-model AI dari China, termasuk Qwen, harus mematuhi batasan ini, sementara model dari Barat tidak terikat dengan aturan serupa.

Selain itu, meski Qwen 2.5-VL menawarkan banyak fitur menarik, model ini masih menghadapi beberapa masalah teknis. Sebagai contoh, meskipun dapat mengontrol perangkat lunak dengan baik, uji coba menunjukkan bahwa Qwen 2.5-VL belum sepenuhnya sempurna dalam beberapa aplikasi dunia nyata, seperti pengendalian desktop yang lebih kompleks.

Dengan semakin banyaknya perusahaan teknologi besar seperti ByteDance dan Tencent yang juga mengembangkan model-model AI mereka sendiri, persaingan di pasar AI China semakin memanas. Ini menunjukkan betapa pentingnya pengembangan teknologi AI bagi perusahaan-perusahaan di China.

Bahkan beberapa pengamat, termasuk Presiden AS terpilih Donald Trump, menyebut kemajuan China dalam AI sebagai sebuah “peringatan” bagi perusahaan-perusahaan teknologi di Silicon Valley untuk meningkatkan efisiensi dan menurunkan biaya. (*AMBS)

 

Tags: AlibabaArtificial Intelligence (AI)DeepSeekQwen 2.5-Max
Previous Post

Beauty Tech Sociolla Buka Toko ke-100 di Madiun

Next Post

Tutup Tahun 2024, OCBC Bukukan Pertumbuhan Laba Double Digit

Related Posts

Agentic AI
Digital Business

AI Agent Diprediksi Jadi Tren Teknologi, Pasar Asia Capai US$782 Juta pada 2025

30 Juni 2026
0
Tren AI untuk Bekerja
Technology

Kini AI Bukan Lagi Sekadar Tren tapi Jadi Cara Baru Bekerja

26 Juni 2026
0
Skill AI
Technology

AI Tak Lagi Masa Depan, Tapi Skill yang Akan Dibutuhkan di Semua Industri

22 Juni 2026
0
Load More
Next Post
OCBC

Tutup Tahun 2024, OCBC Bukukan Pertumbuhan Laba Double Digit

Business Matching PaDi UMKM

Business Matching PaDi UMKM Raup Transaksi Rp1,2 Triliun dalam Sehari

Koltiva

Solusi Teknologi KOLTIVA Dukung dalam Ketertelusuran dan Pengembangan Sumber Daya Pertanian

Discussion about this post

Recent Updates

Shopee x Meta

Shopee dan Meta Luncurkan Program Afiliasi Langsung di Instagram Reels dan Feed

6 Juli 2026
MoraRepublic x ZTE

Dorong Ekonomi Digital, MoraRepublic dan ZTE Kerja Sama Perluas Jaringan Internet FWA & FTTH Berbasis AI

6 Juli 2026
Pendanaan Startup Global

Rekor Baru! Pendanaan Startup Global Tembus US$510 Miliar di Paruh Pertama 2026, Dipicu Booming AI

6 Juli 2026
BlaBlaCar Indonesia

Sasar Potensi 1,2 Miliar Perjalanan Domestik, Platform Tumpangan Berbagi BlaBlaCar Masuk Indonesia

6 Juli 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Shopee x Meta

Shopee dan Meta Luncurkan Program Afiliasi Langsung di Instagram Reels dan Feed

6 Juli 2026
MoraRepublic x ZTE

Dorong Ekonomi Digital, MoraRepublic dan ZTE Kerja Sama Perluas Jaringan Internet FWA & FTTH Berbasis AI

6 Juli 2026
Pendanaan Startup Global

Rekor Baru! Pendanaan Startup Global Tembus US$510 Miliar di Paruh Pertama 2026, Dipicu Booming AI

6 Juli 2026
BlaBlaCar Indonesia

Sasar Potensi 1,2 Miliar Perjalanan Domestik, Platform Tumpangan Berbagi BlaBlaCar Masuk Indonesia

6 Juli 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version