94% Pekerja Indonesia Sudah Pakai AI, HP Bawa Teknologi Ini ke OmniBook

ki-ka Consumer Personal System Category Manager HP Indonesia Edo Jonathan Chandra dan Perwakilan Intel Indonesia Kianto pada gelar The OmniBook Clubhouse. (Foto: stevywidia/youngster)

youngster.id - Kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) semakin sulit dipisahkan dari aktivitas sehari-hari. Di Indonesia, pemanfaatan AI juga semakin luas. Berdasarkan HP Work Relationship Index 2025, sebanyak 94% pekerja berbasis pengetahuan atau knowledge workers di Indonesia telah menggunakan AI, dengan 50% di antaranya memanfaatkan teknologi tersebut setiap hari.

Bukan hanya untuk membuat teks atau mencari informasi, teknologi ini mulai digunakan untuk mendukung pekerjaan, belajar, membuat konten, hingga berbagai aktivitas produktif lainnya. Bahkan, 70% Gen Z dan 68% Milenial di Indonesia juga memiliki side hustle di samping pekerjaan utama mereka.

Perubahan tersebut membuat kebutuhan terhadap perangkat komputasi ikut bergeser. Laptop tidak lagi hanya dituntut memiliki performa tinggi, tetapi juga harus mampu mendukung berbagai aktivitas yang kini semakin banyak memanfaatkan AI. Melihat tren tersebut, HP Indonesia memperkenalkan jajaran HP OmniBook AI PC yang ditenagai prosesor Intel Core Ultra Series 3.

President Director HP Indonesia Juliana Cen mengatakan, cara masyarakat menggunakan PC telah berubah. Saat ini, masyarakat dapat dengan mudah berpindah antara bekerja, belajar, berkreasi, hingga menjalankan minat mereka. HP percaya teknologi harus mampu beradaptasi dengan berbagai kebutuhan tersebut, bukan justru menambah kompleksitas.

“Melalui seri OmniBook, kami memadukan performa yang kuat, kemampuan berbasis AI, dan berbagai fitur cerdas untuk membantu masyarakat memberikan kinerja terbaik mereka, apa pun aktivitasnya,” ungkapnya dalam gelaran The OmniBook Clubhouse, Selasa (1/9/2026) di Jakarta.

Masuknya AI juga beriringan dengan perubahan cara HP menyusun portofolio PC konsumennya. Berbagai keluarga laptop yang sebelumnya dikenal dengan nama seperti HP 14, Pavilion, Envy, dan Spectre kini disederhanakan ke dalam keluarga OmniBook.

Consumer Personal System Category Manager HP Indonesia Edo Jonathan Chandra menjelaskan, melalui pendekatan tersebut, setiap seri OmniBook memiliki target penggunaan yang berbeda. OmniBook 3 ditujukan untuk kebutuhan sehari-hari seperti sekolah, belajar, produktivitas, dan hiburan. Sementara OmniBook 5 menjadi pilihan serbaguna untuk produktivitas dan kreativitas.

Sementara OmniBook 7 menyasar pengguna yang membutuhkan perpaduan performa dan mobilitas. Untuk pengguna yang membutuhkan performa lebih tinggi dan fleksibilitas, HP menawarkan OmniBook X, sedangkan OmniBook Ultra berada di kelas premium sebagai penerus keluarga Spectre.

Salah satu unggulan HP adalah OmniBook X Flip 14. Laptop convertible ini dapat digunakan dalam empat mode, yaitu laptop, tablet, tent, dan stand.

“Kalau OmniBook X Flip, dia bisa dibuat menjadi empat model, mulai dari model yang biasa, terus bisa dibalik untuk presentasi. Semua layarnya touchscreen dan sudah dilengkapi dengan stylus,” kata Edo.

Sementara bagi pengguna yang membutuhkan performa tinggi tetapi tetap mengutamakan mobilitas, HP OmniBook Ultra hadir dengan desain tipis sekitar 1 cm dan bobot 1,2 kg.

Hadirkan Fitur AI yang Lebih Praktis

HP tidak hanya mengandalkan kemampuan pemrosesan AI pada OmniBook, tetapi juga menghadirkan sejumlah fitur yang dirancang untuk membuat penggunaan PC sehari-hari lebih praktis.

Salah satunya adalah fitur Look to Move yang memungkinkan pengguna memindahkan kursor atau jendela aplikasi dari satu layar ke layar lainnya hanya dengan menggerakkan kepala atau mengalihkan pandangan. Fitur ini dapat berguna bagi pengguna yang bekerja dengan lebih dari satu layar dan kerap berpindah fokus antar-aplikasi.

Ada pula Screen Shift yang membantu mengatur aplikasi saat menggunakan beberapa layar, serta Task Group yang memungkinkan sejumlah aplikasi yang sering digunakan dibuka dan dikelompokkan sehingga ruang kerja lebih mudah ditata.

Untuk kebutuhan privasi, HP menghadirkan Presence Sensing dan Onlooker Detection. Keduanya dirancang untuk membantu menjaga privasi pengguna ketika sedang bekerja menggunakan PC. Sementara Posture Detection dapat memberikan pengingat kepada pengguna untuk menyesuaikan postur setelah menggunakan PC dalam waktu lama.

Pada sisi daya, Smart Charging mempelajari pola penggunaan perangkat untuk membantu menentukan kapan laptop membutuhkan daya lebih banyak. Teknologi ini dirancang agar penggunaan baterai dapat lebih optimal sekaligus membantu menjaga performa perangkat.

Kemampuan tersebut turut didukung prosesor Intel Core Ultra Series 3 yang digunakan pada jajaran HP OmniBook.

“AI semakin menjadi bagian dari cara masyarakat bekerja, berkreasi, dan berkolaborasi. Seiring dengan itu, mereka mengharapkan PC yang mampu mengikuti kebutuhan tersebut tanpa mengorbankan performa maupun mobilitas,” ujar Harry K. Nugraha, Country Manager of Intel Indonesia.

Prosesor ini menggabungkan performa CPU, akselerasi AI terintegrasi, kemampuan grafis, serta pengelolaan daya untuk mendukung berbagai aktivitas pengguna. Ekosistem aplikasinya juga mencakup berbagai perangkat lunak yang banyak digunakan untuk produktivitas dan kreativitas, seperti Adobe Premiere Pro, Adobe Photoshop, DaVinci Resolve, Blender, Microsoft Teams, dan Zoom.

 

STEVY WIDIA

Exit mobile version