youngster.id - Perusahaan di Indonesia semakin meningkatkan pemanfaatan artificial intelligence (AI) untuk mendukung berbagai kebutuhan bisnis. Namun, penerapan AI dalam skala besar tidak hanya bergantung pada kemampuan model, tetapi juga pada kesiapan infrastruktur data yang mampu menyediakan informasi secara cepat dan akurat.
Kebutuhan tersebut mendorong CloudMile dan Aerospike menjalin kemitraan strategis di Indonesia. Kolaborasi ini menggabungkan keahlian CloudMile dalam pengelolaan cloud dengan platform data real-time Aerospike untuk membantu perusahaan menghadapi kompleksitas lingkungan multi-cloud sekaligus membangun fondasi data bagi pengembangan aplikasi AI.
“Adopsi AI semakin meningkat di berbagai perusahaan Indonesia, tetapi implementasi AI yang sukses membutuhkan lebih dari sekadar powerful models. Organisasi juga membutuhkan data foundation yang dapat menyediakan akses terhadap informasi secara cepat, andal, dan scalable,” ujar Gilland Cardindo, Country Director, CloudMile Indonesia dikutip Jumat (25/9/2026).
Menurut Gilland, kombinasi keahlian cloud lokal CloudMile dan kapabilitas data real-time Aerospike dapat membantu perusahaan menangani kebutuhan multi-cloud sekaligus mengubah AI dan aplikasi real-time menjadi hasil bisnis yang lebih praktis.
Kemitraan ini hadir di tengah upaya perusahaan untuk mendapatkan nilai bisnis yang lebih terukur dari investasi AI.
Berdasarkan PwC’s 29th Global CEO Survey – Indonesia disebutkan, 22% CEO di Indonesia mengatakan AI telah meningkatkan pendapatan dalam 12 bulan terakhir, sementara 28% melaporkan adanya pengurangan biaya. Namun, hanya 10% yang menyebut AI telah memberikan kedua manfaat tersebut.
Survei yang sama juga menunjukkan hanya 24% CEO di Indonesia yang menyebut comprehensive data access sebagai fondasi praktis untuk membuka nilai AI. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kesiapan infrastruktur data menjadi salah satu bagian penting ketika perusahaan mulai bergerak dari eksperimen AI menuju penerapan dalam skala yang lebih luas.
Melalui kemitraan ini, Aerospike menyediakan real-time data platform, sementara CloudMile berkontribusi melalui keahlian dalam local cloud architecture, implementation, integration, dan managed services. Keduanya menawarkan dukungan mulai dari architecture dan migration hingga optimisation serta operational support.
Country Head – ASEAN, Aerospike, Venkatesh Guntur, mengatakan data real-time dapat menjadi keunggulan bagi perusahaan di sektor seperti financial services, telekomunikasi, dan digital commerce yang terus mengembangkan layanan berbasis AI.
“Real-time data menjadi competitive advantage ketika perusahaan-perusahaan Indonesia di sektor financial services, telecommunications, dan digital commerce berkembang pesat dan mengadopsi AI untuk menghadirkan layanan digital yang lebih responsif,” ujar Venkatesh.
Platform Aerospike dirancang untuk menyediakan akses terhadap perubahan data dalam skala besar secara konsisten. Kemampuan tersebut mendukung berbagai aplikasi yang membutuhkan proses mengambil, memperbarui, dan menggunakan data secara real-time, termasuk personalisasi, recommendation engines, fraud detection, customer 360, dynamic credit scoring, serta real-time decisioning.
Kapabilitas tersebut juga semakin relevan ketika perusahaan mulai membawa AI ke lingkungan produksi. Teknologi seperti generative AI (GenAI) dan Retrieval-Augmented Generation (RAG) membutuhkan akses terhadap informasi yang relevan dan terkini. Dalam skenario tersebut, data mengenai kondisi dan konteks bisnis secara real-time dapat menjadi salah satu fondasi untuk menghasilkan respons dan keputusan yang lebih sesuai dengan kondisi terbaru.
CloudMile dan Aerospike selanjutnya akan bekerja dengan perusahaan di Indonesia untuk menilai lingkungan data dan cloud yang digunakan, kemudian mengidentifikasi area yang dapat memperoleh manfaat dari kombinasi teknologi keduanya.
Dukungan tersebut mencakup architecture, integration, implementation, dan migration, yang kemudian dapat dilanjutkan dengan optimisation dan managed services sesuai dengan perkembangan kebutuhan pelanggan. Kemitraan ini juga diarahkan untuk memperkuat kemampuan teknis lokal serta membantu perusahaan memaksimalkan investasi cloud yang telah dimiliki.
Dengan kolaborasi tersebut, CloudMile dan Aerospike ingin membantu perusahaan di Indonesia membangun infrastruktur digital yang lebih scalable dan responsif, sekaligus mempersiapkan fondasi data yang dibutuhkan ketika pemanfaatan AI bergerak dari tahap eksperimen menuju aplikasi yang digunakan secara lebih luas.
STEVY WIDIA
