Fynd Luncurkan Fynd Studio di Indonesia, Gandeng Optik Melawai untuk Produksi Video Produk Berbasis AI

Fynd Studio Indonesia Optik Melawai Video AI

Fynd Luncurkan Fynd Studio di Indonesia, Gandeng Optik Melawai untuk Produksi Video Produk Berbasis AI (Foto: Istimewa/Optik Melawai)

youngster.id - Perusahaan teknologi ritel berbasis artificial intelligence (AI) yang didukung Reliance Retail Ventures Limited, Fynd, menghadirkan solusi Fynd Studio di pasar Indonesia. Kehadiran platform ini ditujukan untuk membantu para peritel dan brand domestik dalam memproduksi konten video produk berbasis AI yang telah disesuaikan dengan lokalisasi Bahasa Indonesia guna mendukung pertumbuhan ekosistem social commerce.

Sebagai mitra awal di Indonesia, jaringan ritel optik PT Optik Melawai Prima (Optik Melawai) memanfaatkan Fynd Studio untuk memproduksi konten video dari lini koleksi kacamatanya. Dengan portofolio lebih dari 30 brand kacamata premium dan jaringan lebih dari 480 toko fisik, Optik Melawai mengolah foto produk yang sudah ada menjadi konten video berformat short-form yang menampilkan model visual buatan AI untuk diunggah di platform TikTok dan Instagram Reels.

Chief Business Officer – Global Fynd, Ronak Modi, menjelaskan bahwa video pendek kini menjadi kanal utama dalam penemuan produk oleh konsumen di Indonesia.

“Video pendek kini menjadi tempat banyak konsumen Indonesia pertama kali menemukan sebuah produk, dan brand perlu hadir di sana secara konsisten. Kacamata merupakan kategori yang menantang untuk video AI karena bingkai, lensa, dan logo harus ditampilkan secara akurat. Dengan Fynd Studio, Optik Melawai dapat memanfaatkan foto produk yang sudah dimilikinya untuk menghasilkan aliran konten rutin dalam Bahasa Indonesia,” ujar Ronak, dikutip Rabu (14/10/2026).

Lonjakan Video Commerce dan Efisiensi Produksi Konten

Peluncuran Fynd Studio merespons pesatnya pertumbuhan video commerce di Indonesia. Mengutip laporan e-Conomy SEA 2025 dari Google, volume transaksi video commerce di Indonesia menembus 2,6 miliar transaksi, dengan pertumbuhan jumlah penjual online mencapai 75% secara tahunan (year-on-year) menjadi 800.000 toko. Laporan tersebut juga mencatat lonjakan waktu tonton konten belanja di YouTube yang meningkat lebih dari 400% dibanding tahun sebelumnya.

Melalui pendekatan AI-native, peritel dapat memangkas kerumitan alur kerja produksi video konvensional—seperti penyewaan studio, penjadwalan model, serta styling fisik—sehingga pembaruan katalog produk di media sosial dapat dilakukan secara berkala.

Head of Digital Marketing Optik Melawai, Jhan David, menyampaikan bahwa adopsi teknologi ini merupakan bagian dari transformasi digital perusahaan dalam mendukung pemasaran omnichannel.

“Sebagai salah satu peritel optik terkemuka di Indonesia, kami selalu berkembang seiring dinamika lanskap ritel, dan saat ini hal itu berarti merangkul AI yang secara bertahap mengubah cara bisnis ritel beroperasi. Kami memulai perjalanan ini dengan memproduksi video berbasis AI untuk pemasaran digital kami khususnya di kanal media sosial, dan Fynd berperan penting dalam mewujudkan video-video tersebut,” kata Jhan.

Inisiatif ini melengkapi strategi modernisasi digital Optik Melawai yang mencakup integrasi ratusan gerai fisik dengan platform e-commerce perusahaan yang dikunjungi sekitar 10.000 pengunjung harian. Kehadiran Fynd Studio juga memperluas ekspansi Fynd di Indonesia setelah sebelumnya memperkenalkan solusi virtual try-on berbasis augmented reality (AR), GlamAR.

 

STEVY WIDIA

Exit mobile version