youngster.id - Kenaikan harga bahan bakar dan ketidakstabilan energi yang terus berlangsung di tingkat global menekan margin bisnis di berbagai sektor. Menjawab tantangan ini, semakin banyak perusahaan mulai mengadopsi strategi berbasis data guna meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mengendalikan biaya armada kendaraan mereka.
Temuan terbaru dari laporan tahunan kelima Sustainability and Impact Report Geotab Inc., menunjukkan bagaimana organisasi berhasil memanfaatkan data kendaraan untuk mengurangi pemborosan bahan bakar, menekan waktu idling (mesin menyala saat berhenti) hingga 30%, menurunkan tingkat kecelakaan, serta mempercepat transisi menuju elektrifikasi. Analisis ini mencakup pengamatan terhadap organisasi di lima benua.
“Volatilitas harga bahan bakar menjadi pengingat bahwa keberlanjutan bukan sekadar inisiatif lingkungan, melainkan strategi bisnis. Jika diintegrasikan dengan fokus pada nilai jangka pendek, langkah keberlanjutan dapat mendorong efisiensi sekaligus profitabilitas. Setiap perbaikan operasional adalah langkah nyata yang terukur menuju ketahanan dan pertumbuhan bisnis,” ujar Neil Cawse, Founder dan CEO Geotab, dikutip Rabu (1/4/2026).
Di kawasan Asia Pasifik (APAC), tantangan armada semakin kompleks akibat kenaikan biaya energi, perubahan regulasi, dan meningkatnya ekspektasi terhadap praktik berkelanjutan. Namun, David Brown, Associate Vice President Geotab APAC, menyoroti kecepatan organisasi di kawasan ini dalam memanfaatkan data untuk memperkuat kendali operasional, seperti mengurangi waktu idling di area perkotaan padat dan meningkatkan perilaku pengemudi.
Sepanjang tahun 2025, kendaraan listrik (EV) yang terhubung dengan Geotab mencatatkan perjalanan lebih dari 870 juta mil (1,4 miliar kilometer). Data ini krusial untuk pengambilan keputusan presisi terkait efisiensi EV, perilaku pengemudi, dan strategi elektrifikasi jangka panjang.
Selain dampak pelanggan, Geotab juga menunjukkan kemajuan internal yang kuat. Perusahaan meraih Skor CDP Climate Change meningkat menjadi B dan peringkat EcoVadis Silver Medal. Geotab berhasil menurunkan emisi Scope 2 sebesar 42,5% secara tahunan dan emisi Scope 3 sebesar 14% melalui keterlibatan pemasok.
Geotab menargetkan penurunan emisi absolut sebesar 50% pada tahun 2030 untuk Scope 1, 2, dan 3, serta berkomitmen mencapai net-zero pada tahun 2040. Perusahaan juga berinvestasi lebih dari US$2 juta dalam program insentif EV bagi karyawan dan penyediaan infrastruktur pengisian daya gratis untuk mendukung transisi energi bersih. (*AMBS)
















Discussion about this post