youngster.id - Lingkar perut ternyata bukan cuma soal penampilan. Data Kementerian Kesehatan hingga akhir 2025 menunjukkan satu dari tiga orang Indonesia mengalami obesitas sentral, kondisi penumpukan lemak di area perut yang berkaitan erat dengan risiko diabetes, hipertensi, hingga gangguan metabolik lainnya.
Sayangnya, kesadaran masyarakat untuk mencari bantuan profesional masih tergolong rendah. Studi ACTION APAC 2022 mencatat hanya 43% individu dengan obesitas yang pernah berdiskusi soal berat badan dengan tenaga kesehatan dalam lima tahun terakhir.
Kesenjangan inilah yang ingin dijembatani Halodoc melalui inovasi terbarunya, Halofit.
VP Consultation & Diagnostics Halodoc, Ignasius Hasim, mengatakan data internal tahun 2024 menunjukkan bahwa 75% pasien nutrisionis Halodoc mencari dukungan untuk manajemen berat badan, namun mayoritas masih berfokus pada pengaturan pola makan saja.
“Melihat kondisi tersebut, Halodoc meluncurkan Halofit, program manajemen berat badan yang menggabungkan teknologi digital, pendampingan dokter dan ahli gizi, hingga terapi medis secara terintegrasi,” ujarnya, dikutip Rabu (14/5/2026).
Menurut Ignasius, langkah mengatasi obesitas bukan sekadar menurunkan angka di timbangan, tetapi juga membantu masyarakat membangun kesadaran dan kebiasaan hidup sehat yang berkelanjutan.
“Salah satu pendekatan yang tersedia dalam program ini adalah terapi GLP-1, metode medis yang bekerja meniru hormon alami tubuh untuk membantu mengatur rasa kenyang dan kadar gula darah. Pendekatan ini kini mulai banyak digunakan dalam terapi manajemen berat badan berbasis medis,” terangnya.
Ia menegaskan seluruh program diawasi oleh Board of Wellness yang terdiri dari dokter spesialis endokrin dan gizi klinis. Terapi medis hanya diberikan apabila diindikasikan secara medis setelah melalui asesmen dokter, bukan sebagai solusi instan.
Penyanyi Vicky Shu menjadi salah satu sosok yang menjalani program tersebut. Sempat diduga menjalani operasi potong lambung karena transformasinya yang cepat, Vicky meluruskan bahwa perubahan yang dialaminya merupakan hasil dari program Halofit selama delapan minggu di bawah pengawasan tim medis.
“Aku memilih program Halofit karena ingin investasi jangka panjang untuk kesehatan fisik dan mentalku, bukan semata karena ingin menurunkan berat badan saja,” ungkap Vicky.
Ia menambahkan akses online memudahkannya menjalani program di tengah kesibukannya sebagai pekerja seni sekaligus ibu rumah tangga.
Halofit mengedepankan pendekatan klinik digital yang terpersonalisasi. Sehingga, masyarakat kini memiliki akses lebih mudah untuk mendapatkan pendampingan kesehatan secara menyeluruh dalam menjalani program manajemen berat badan.
STEVY WIDIA
