Rabu, 8 April 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline Technology

Hyper-Localized Marketing dan AI Jadi Kunci Strategi Brand di Era Digital

8 April 2026
in Technology
Reading Time: 2 mins read
Hyper-Localized Marketing dan AI Jadi Kunci Strategi Brand di Era Digital

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; captureOrientation: 0; algolist: 0; multi-frame: 1; brp_mask:8; brp_del_th:0.0001,0.0000; brp_del_sen:0.1000,0.1000; motionR: 0; delta:1; bokeh:1; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (0.2766665, 0.4188965);sceneMode: 3145728;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 292.15576;aec_lux_index: 0;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 32;

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Di tengah banjir konten digital dan perilaku konsumen yang makin beragam, strategi marketing generik mulai kehilangan taringnya. Sekadar tampil atau viral saja tidak cukup—brand kini dituntut lebih peka membaca konteks audiens, mulai dari kebiasaan, komunitas, hingga budaya yang memengaruhi keputusan mereka.

Isu ini jadi sorotan dalam forum SAMA Connect yang digelar oleh Strategic Asia Marketing Alliance Indonesia (SAMA) dengan tema “Mengupas Strategi Pemasaran di Era Digital: Seefektif Apakah Marketing Technology & Hyper-localized Marketing?”

Forum ini menegaskan bahwa pendekatan broad segmentation dan pesan yang terlalu umum sudah tidak lagi relevan di lanskap digital saat ini. Sebaliknya, strategi yang lebih personal dan kontekstual jadi strategi kunci dari brand.

President SAMA Indonesia Arianto Bigman menyebut, hyper-localized marketing kini bukan lagi sekadar pembeda, tapi sudah jadi kebutuhan utama.

Baca juga :   Dampak Ekonomi Roblox terhadap Developer di Indonesia

“Banyak brand masih tergoda menggunakan formula yang berhasil di pasar lain lalu diterapkan begitu saja di Indonesia. Padahal pasar bergerak dengan logika, bahasa, dan ekspektasinya sendiri. Efektivitas komunikasi sangat ditentukan oleh kemampuan memahami konteks lokal secara mendalam,” ungkapnya pada media, Selasa (7/4/2026) di Jakarta.

Arianto juga menekankan bahwa meski teknologi seperti AI dan data analytics membuka peluang besar, semuanya tetap harus dipandu strategi yang tepat.

“MarTech, AI, dan data analytics membantu marketer bekerja lebih cepat dan presisi. Tapi nilainya akan maksimal kalau dipandu strategic thinking dan pemahaman yang kuat terhadap kebutuhan pelanggan serta konteks lokal,” katanya.

Hal senada disampaikan Co-founder & Chief of Product-Project Ivosights, Kristyanto. Menurutnya, tantangan brand saat ini bukan lagi sekadar mengejar engagement tinggi.

Baca juga :   Ternyata, 95% Pemimpin Data Akui Sulit Menelusuri Keputusan AI

“Ke depan, tantangannya bukan hanya bagaimana brand terlihat ramai, tapi bagaimana tetap punya makna, konsistensi, dan kedekatan nyata dengan audiens. Di sinilah data, social listening, dan AI jadi penting untuk memahami konteks dan sentimen,” ujarnya.

Ia menambahkan, meski teknologi semakin canggih, peran manusia tetap krusial dalam menerjemahkan data menjadi strategi yang relevan secara emosional.

Sementara itu, praktisi AI Anjas Maradita menyoroti pentingnya personalisasi yang lebih dalam. “Personalisasi bukan sekadar menyapa nama pelanggan. Yang lebih penting adalah memahami kebutuhan, motivasi, dan konteks hidup mereka,” ucapnya.

Menurut Anjas, AI memang memudahkan proses analisis dan pengambilan keputusan, tetapi tidak bisa menggantikan intuisi manusia. “Dengan banyaknya tools AI, siapa saja bisa menggunakannya. Tapi arah strategi tetap ditentukan manusia. AI adalah alat untuk mendongkrak produktivitas, bukan pengganti manusia,” tegasnya.

Baca juga :   Komdigi Gandeng Universitas Brawijaya Untuk Program AI Talent Factory

Sementara dari sisi teknologi, NVIDIA melihat kesiapan infrastruktur AI kini semakin matang. Consumer Country Business Lead NVIDIA Indonesia, Adrian Lesmono, menyebut perkembangan komputasi membuat implementasi AI semakin realistis.

“Kemampuan komputasi yang semakin kuat membuat lebih banyak use case AI bisa dijalankan dengan cepat dan efisien. Tapi untuk menghasilkan strategi pemasaran yang tepat, tetap dibutuhkan talenta yang memahami budaya lokal dan perilaku audiens,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa di era sekarang, hyper-localized marketing bukan lagi pilihan.
“AI telah mengurangi kesenjangan informasi antara bisnis dan konsumen. Artinya, brand harus bisa menciptakan value lebih dengan memahami preferensi pelanggan. Hyper-localized marketing bukan lagi opsi, tapi keharusan,” tutup Adrian.

 

STEVY WIDIA

Tags: SAMA Connectstrategi brandstrategi marketing digital AIStrategic Asia Marketing Alliance Indonesia (SAMA)
Previous Post

Lebaran 2026: Trafik Data Meledak, WhatsApp dan Game Jadi Yang Tertinggi

Next Post

Kenangan Coffee Ekspansi ke Taiwan, Buka Gerai Pertama di Taipei

Related Posts

No Content Available
Load More
Next Post
Kenangan Coffee Taiwan

Kenangan Coffee Ekspansi ke Taiwan, Buka Gerai Pertama di Taipei

Google Gemini AI

Sekarang AI Google Gemini Bisa Diakses Lewat Paket Data Indosat

Pasar Karbon ASEAN

RI dan ASEAN Percepat Pasar Karbon, Potensi Pendapatan Tembus US$3 Triliun

Discussion about this post

Recent Updates

Pasar Karbon ASEAN

RI dan ASEAN Percepat Pasar Karbon, Potensi Pendapatan Tembus US$3 Triliun

8 April 2026
Google Gemini AI

Sekarang AI Google Gemini Bisa Diakses Lewat Paket Data Indosat

8 April 2026
Kenangan Coffee Taiwan

Kenangan Coffee Ekspansi ke Taiwan, Buka Gerai Pertama di Taipei

8 April 2026
Hyper-Localized Marketing dan AI Jadi Kunci Strategi Brand di Era Digital

Hyper-Localized Marketing dan AI Jadi Kunci Strategi Brand di Era Digital

8 April 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Pasar Karbon ASEAN

RI dan ASEAN Percepat Pasar Karbon, Potensi Pendapatan Tembus US$3 Triliun

8 April 2026
Google Gemini AI

Sekarang AI Google Gemini Bisa Diakses Lewat Paket Data Indosat

8 April 2026
Kenangan Coffee Taiwan

Kenangan Coffee Ekspansi ke Taiwan, Buka Gerai Pertama di Taipei

8 April 2026
Hyper-Localized Marketing dan AI Jadi Kunci Strategi Brand di Era Digital

Hyper-Localized Marketing dan AI Jadi Kunci Strategi Brand di Era Digital

8 April 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version