youngster.id - Di era transformasi digital yang serba cepat, identitas digital bukan lagi sekadar urusan “Username dan Password” di belakang layar. Laporan terbaru Horizons of Identity Security 2025-2026 mengungkapkan pergeseran paradigma besar: keamanan identitas (identity security) telah bertransformasi menjadi platform strategis yang mendorong efisiensi, kelincahan, hingga pemanfaatan AI bagi perusahaan.
GVP ASEAN SailPoint Eric Kong menegaskan bahwa identitas kini menjadi titik kontrol utama di mana kebijakan diterapkan dan keputusan penting diambil.
“Saat ini, identitas menjadi titik kontrol utama tempat kebijakan diterapkan, keputusan penting diambil, dan operasi keamanan terintegrasi. Ke depan, peran ini akan semakin erat dengan keamanan serta tata kelola data berbasis AI, memungkinkan perusahaan mengelola setiap identitas, baik manusia, mesin, maupun agen AI, di seluruh organisasi. Dengan kemajuan dalam AI, pengelolaan data, dan deteksi ancaman, identity security modern kini menghadirkan visibilitas terpadu, tata kelola yang lebih luas, serta ketahanan otomatis yang dibutuhkan organisasi,” paparnya pada media, Selasa (5/5/2026) di Jakarta.
Menariknya menurut Eric, investasi pada manajemen identitas ternyata memberikan dampak finansial yang signifikan. Data menunjukkan bahwa Identity and Access Management (IAM) secara konsisten memberikan pengembalian investasi (ROI) hingga dua kali lipat dibandingkan domain keamanan lainnya.
”Organisasi yang menjadikan identitas sebagai prioritas strategis memiliki kemungkinan 40% lebih tinggi untuk memaksimalkan nilai bisnis mereka,” ujar Eric.
Bagi perusahaan, ini bukan lagi soal bertahan dari serangan, tapi soal menekan biaya operasional dan mempercepat pertumbuhan.
“Ke depan, perusahaan harus mampu mengelola setiap identitas secara terintegrasi—baik itu manusia, mesin, maupun agen AI yang bekerja di seluruh organisasi—melalui visibilitas terpadu dan ketahanan otomatis, ” ujarnya.
Di Indonesia SailPoint sudah berjalan lebih dari 10 tahun. Sektor layanan keuangan seperti erbankan dan asuransi menjadi kontributor utama dan pengadopsi awal teknologi ini.
“Kini selain finansial, sektor telekomunikasi dan pemerintahan juga menjadi fokus utama SailPoint,” ujarnya.
SailPoint bekerja sama dengan distributor lokal serta mitra konsultasi global yang dikenal sebagai Global 4 (Deloitte, KPMG, Accenture, dan PWC), serta mitra lokal seperti Amias untuk mendukung berbagai proyek.
Menjawab tantangan kompleksitas, platform SailPoint terus berinovasi, terutama pada layanan berbasis SaaS.
”Kami berinvestasi besar-besaran pada keamanan berbasis AI. Tim lokal kami akan segera membawa inovasi dan pesan-pesan tersebut ke pasar Indonesia seiring dengan pengumuman global yang akan datang,” tutup Eric.
STEVY WIDIA
