Masuki Era AI-Native, HashMicro Luncurkan Platform HashMicro X dan Hashy OS

HashMicro

Masuki Era AI-Native, HashMicro Luncurkan Platform HashMicro X dan Hashy OS (Foto: Ilustrasi)

youngster.id - Startup penyedia perangkat lunak korporasi, HashMicro, meluncurkan HashMicro X dan Hashy OS. Inovasi ini memperkenalkan generasi baru kecerdasan buatan (Enterprise AI) yang dirancang untuk membantu organisasi bergerak melampaui otomatisasi biasa menuju model bisnis berbasis AI-native.

Kehadiran dua teknologi ini bertujuan mengatasi tantangan fragmentasi data, aplikasi yang terputus, serta perangkat mandiri (standalone tools) yang selama ini beroperasi di luar proses bisnis inti. Melalui integrasi ini, perusahaan dapat menyematkan AI langsung ke dalam operasional harian sekaligus menyediakan ruang kerja cerdas bagi karyawan.

Chief Business Development Officer HashMicro, Lusiana Lu, menekankan bahwa teknologi AI untuk skala korporasi seharusnya tidak lagi berdiri sebagai aplikasi terpisah.

“Enterprise AI seharusnya memahami bagaimana sebuah bisnis beroperasi, menghubungkan informasi di berbagai sistem, dan bekerja bersama karyawan untuk menyelesaikan tugas. Melalui HashMicro X dan Hashy OS, kami menghadirkan ekosistem AI yang mengubah teknologi ini dari sekadar alat produktivitas menjadi sebuah kapabilitas operasional,” ujar Lusiana, Jum’at (10/7/2026).

Otomatisasi Alur Kerja dan Ruang Kerja Kolaboratif

HashMicro X hadir sebagai platform perangkat lunak bisnis AI-native yang menanamkan kecerdasan langsung ke dalam alur kerja operasional, seperti keuangan, pengadaan, manufaktur, inventaris, penjualan, layanan pelanggan, hingga manajemen SDM. AI di dalam platform ini bertugas mengotomatisasi tugas berulang, menganalisis data, memberikan rekomendasi tindakan, serta membantu tim mengambil keputusan secara lebih cepat.

Sementara itu, Hashy OS berfungsi sebagai sistem operasi AI korporasi yang menjadi ruang kerja terpadu. Melalui sistem ini, karyawan dapat bekerja berdampingan dengan rekan kerja AI (AI coworkers) spesifik per departemen. Sistem ini ditenagai oleh Nexus, lapisan inteligensi buatan milik HashMicro yang menyatukan pengetahuan perusahaan secara aman melalui integrasi Model Context Protocol (MCP). Korporasi juga dapat membangun solusi kustom mereka sendiri lewat fitur Hashy Apps tanpa harus merombak total infrastruktur teknologi yang sudah ada.

Perkembangan HashMicro di Indonesia

Didirikan pertama kali di Singapura pada 23 Januari 2015 oleh Ricky Halim dan Lusiana Lu, HashMicro melakukan ekspansi pasar ke Indonesia pada tahun 2018. Di bawah bendera hukum PT HashMicro Solusi Indonesia, perusahaan mendirikan kantor pusat domestik pertamanya di kawasan Neo Soho, Jakarta Barat, sebelum akhirnya memperluas jangkauan operasional dengan membuka pusat pengembangan (development center) baru di Surabaya pada tahun 2020.

Di awal masa ekspansinya, HashMicro mencatatkan pertumbuhan agresif dengan kenaikan valuasi mencapai 200 hingga 300% per tahun berkat tingginya permintaan digitalisasi dari korporasi lokal. Selama perjalanannya di pasar domestik, HashMicro juga meluncurkan EQUIP, sebuah perangkat lunak ERP yang dirancang agar lebih terjangkau bagi sektor bisnis skala menengah dan UMKM.

Hingga saat ini, HashMicro telah melayani ribuan klien di Indonesia yang mencakup industri konstruksi, ritel, makanan dan minuman (F&B), logistik, serta manufaktur. Fokus pengembangan teknologi AI perusahaan juga gencar diarahkan untuk mendukung digitalisasi sektor sekunder seperti hub manufaktur (manufacturing hub) guna meningkatkan analisis data secara real-time. Atas konsistensi inovasinya, HashMicro turut mengantongi pengakuan global, salah satunya melalui penghargaan dari Alibaba Cloud. (*AMBS)

 

Exit mobile version