youngster.id - PT Samsung Electronics Indonesia mengumumkan para pemenang ajang kompetisi inovasi berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM), Samsung Solve for Tomorrow (SFT) 2026. Dalam ajang tahun ini, tim BryotechAlpha keluar sebagai juara pertama kategori SMA/SMK/MA melalui inovasi AeroSpora, sementara tim I-SEUNG meraih juara pertama kategori Perguruan Tinggi.
Kompetisi SFT 2026 mengangkat tiga tema utama, yakni Teknologi untuk Keberlanjutan Lingkungan (Sustainability & Environment), Teknologi untuk Perubahan Sosial melalui Olahraga (Sport & Technology), serta Transformasi Pendidikan melalui STEM dan AI (Education). Pada penyelenggaraan tahun ini, SFT 2026 sukses menarik minat lebih dari 4.000 pendaftar, di mana 2.600 peserta mengikuti Design Thinking Workshop hingga terpilih 40 tim semifinalis yang mendapatkan pelatihan teknis AI Amplification.
Head of Corporate Marketing Samsung Electronics Indonesia, Anggi Paramita, mengapresiasi tinggi kreativitas dan kepedulian yang ditunjukkan oleh para generasi muda dalam melahirkan solusi nyata bagi masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi semangat, kreativitas, dan kepedulian yang ditunjukkan para peserta Samsung Solve for Tomorrow 2026. Kami bangga dan terinspirasi melihat generasi muda Indonesia mengubah tantangan di sekitar mereka menjadi ide dan solusi inovatif,” ujar Anggi, dikutip Jum’at (30/10/2026).
Inovasi Pemenang: AeroSpora dan NovaSight Berbasis AI
Dua karya inovatif yang keluar sebagai pemenang utama menunjukkan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan Internet of Things (IoT) untuk menjawab permasalahan riil di tengah masyarakat:
AeroSpora dari SMAN 81 Jakarta, mengembangkan dinding lumut pintar yang berfungsi memurnikan udara secara alami guna mengatasi polusi di Jakarta. Perangkat ini dilengkapi sensor pemantau kadar debu PM2.5 secara real-time, model TinyML pada mikrokontroler ESP32-S3, serta sistem pengabutan otomatis yang memanfaatkan air kondensasi AC serta didukung chatbot edukatif V.E.R.A (Visual Environment Real-time Analytics).
Sementara itu, NovaSight dari Universitas Komputer Indonesia, menghadirkan aplikasi pembelajaran matematika inklusif berbasis AI untuk siswa tunanetra. Berangkat dari temuan di SLB Negeri A Citeureup Cimahi, aplikasi ini dilengkapi lima fitur utama—Annoter, Scriber, Clarifier, Quizzer, dan Evaluaizer—yang membantu siswa tunanetra memahami grafik matematika serta memudahkan guru dalam melakukan evaluasi pembelajaran.
Ajang ini juga mendapat apresiasi dari perwakilan pemerintah. Tenaga Ahli Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Assoc. Prof. Suparto, serta Direktur Sekolah Menengah Atas Kemendikdasmen RI, Yuli Haryanto, S.E., M.Si., menilai SFT 2026 sebagai wadah strategis dalam mendorong pelajar dan mahasiswa mentransformasikan ilmu pengetahuan menjadi solusi nyata yang berdampak luas bagi pembangunan nasional.
Melalui semangat “Together for Tomorrow! Enabling People”, Samsung berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi bersama pemerintah dan dunia pendidikan guna menumbuhkan lebih banyak inovator muda Indonesia di masa depan.
STEVY WIDIA

















Discussion about this post