Tim NexusOne+ Juarai Ajang HackNusa 2026, Bawa Solusi Verifikasi untuk Lawan Pinjol Ilegal

HackNusa 2026

Pemenang HackNusa 2026. (Foto: istimewa/Kaspersky)

youngster.id - Praktik pinjaman online ilegal masih menjadi salah satu tantangan dalam ekosistem digital Indonesia. Untuk membantu menjawab persoalan tersebut, tim NexusOne+ mengembangkan Qerity, platform verifikasi berbasis perangkat (on-device) dan kesadaran komunitas yang dirancang untuk melawan praktik pinjaman online ilegal.

Inovasi tersebut mengantarkan NexusOne+ menjadi pemenang HackNusa 2026, kompetisi hackathon keamanan siber yang diselenggarakan Kaspersky bersama Telkom University. Tim yang terdiri atas Muhammad Aris Maulana, Nazla Azzahra Hermana, dan Ladya Kalascha ini berhasil mengembangkan proyeknya dalam kompetisi intensif selama 12 jam yang diikuti 30 tim terpilih.

“HackNusa 2026 mendorong kami untuk memandang keamanan sebagai masalah yang menyangkut aspek manusia terlebih dahulu. Membangun pembaruan data yang ditandatangani secara digital (signed data updates) dan menyusun model ancaman tertulis dalam tenggat waktu yang ketat menyadarkan kami betapa besarnya ketergantungan kepercayaan pada detail-detail kecil,” ujar tim NexusOne+ dikutip dari keterangan pers, Senin (18/10/2026).

Atas pencapaian tersebut, NexusOne+ memperoleh hadiah utama Rp13 juta serta akses ke kursus Kaspersky xTraining senilai hingga US$2.500 untuk memperdalam keterampilan teknis dan keamanan siber.

Kolaborasi Kampus dan Industri Kembangkan Talenta Siber

Mengusung tema “Securing Tomorrow: Innovating Trust, Delivering Impact”, HackNusa 2026 menantang peserta untuk mengubah ide menjadi solusi teknologi yang memiliki kelayakan teknis, memperhatikan aspek keamanan, dan berpotensi memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Ini tak sekadar ajang ajang kompetisi, tetapi juga wadah kolaborasi antara industri dan akademisi untuk mempersiapkan talenta keamanan siber. Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan pendampingan dari pakar Kaspersky dan Telkom University, termasuk dalam menyempurnakan ide dan mempertimbangkan kelayakan teknis, keamanan, skalabilitas, serta kesiapan implementasi.

Kompetisi ini mencakup sejumlah kategori, yaitu Pembayaran Digital dan Fintech yang Aman, AI vs AI: Cyber Defense, serta Human-Centric Security atau keamanan yang berpusat pada manusia.

Senior Manager Cyber Security Education untuk Asia Pasifik di Kaspersky, Trishia Octaviano, mengatakan kompetisi tersebut memberikan kesempatan bagi talenta muda untuk memecahkan persoalan keamanan siber melalui dukungan mentor dan pakar industri.

Menurutnya, pengalaman mengembangkan solusi di bawah tekanan membantu peserta memadukan kreativitas, keterampilan teknis, dan kemampuan belajar. Hal tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi profesional keamanan siber berikutnya.

Sementara Dekan Fakultas Informatika Telkom University, Assoc. Prof. Dr. Kemas Muslim Lhaksmana, juga menekankan bahwa inovasi teknologi tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis, tetapi juga tanggung jawab dan kepercayaan masyarakat terhadap solusi yang dikembangkan.

Selain kompetisi utama, HackNusa 2026 menghadirkan Kompetisi KIPS yang berlangsung bersamaan dengan sesi presentasi bagi 10 finalis teratas. Inisiatif ini memberikan kesempatan tambahan bagi peserta di luar 10 besar untuk menunjukkan gagasan dan kemampuan mereka.

Melalui HackNusa 2026, Kaspersky dan Telkom University berupaya memperkuat hubungan antara pembelajaran akademis dan kebutuhan industri keamanan siber. Qerity menjadi salah satu gagasan yang lahir dari kompetisi tersebut, dengan fokus pada persoalan pinjaman online ilegal dan kepercayaan digital di Indonesia.

 

STEVY WIDIA

Exit mobile version