Kamis, 1 Januari 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline

UMKM Asia Tenggara Andalkan Modal Bisnis dari Tabungan dan Teman

10 Oktober 2023
in Headline
Reading Time: 2 mins read
UMKM

UMKM Asia Tenggara Andalkan Modal Bisnis dari Tabungan dan Teman (Foto: Ilustrasi/istimewa)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Sekitar 70% usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Asia Tenggara, khususnya di Indonesia, Malaysia, dan Singapura, memulai bisnis mereka dengan modal awal yang diperoleh dari tabungan pribadi maupun dukungan finansial dari keluarga atau teman.

Hal itu terungkap dari laporan platform pendanaan digital bagi UMKM Grup Modalku, bertajuk: “Perilaku Keuangan dan Pembayaran Digital UKM: Laporan Asia Tenggara 2023.”

Laporan ini bertujuan untuk melihat perilaku dan tantangan yang dihadapi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dan bagaimana penggunaan fasilitas pendanaan dan pembayaran digital dapat menciptakan peluang dan efisiensi bisnis.

Survei dilakukan terhadap 977 UMKM di lima negara beroperasi, yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Responden pada laporan ini masuk dalam kategori usaha mikro (74%) dan pemilik usaha (63%), yang mana responden tersebut merupakan penerima dana Grup Modalku (59%) dan bukan penerima dana Grup Modalku (41%).

“Survei ini menegaskan dan memperluas pemahaman kami tentang UMKM untuk melayani mereka lebih baik, dengan mempermudah akses pendanaan yang dihadirkan dan mulai masuk ke dalam manajemen arus kas, yang akan diterapkan pada produk kami,” kata Country Head Modalku, Arthur Adisusanto, Selasa (10/10/2023).

Baca juga :   Kemenkop UKM Kembali Gelar Pahlawan Digital UMKM 2022

Laporan itu menyebutkan, pendanaan dari bank tradisional terdiri dari 23%, sedangkan 7% sisanya beralih ke alternatif pendanaan seperti perusahaan fintech. Di Indonesia, mayoritas UMKM mendapatkan sumber modal awal dari uang tabungan, dukungan keluarga dan teman (51%). Kemudian diikuti oleh bank tradisional (31%), sumber pendanaan alternatif seperti perusahaan fintech (10%), dan sisanya dari investor (3%).

Business Term Loan merupakan produk yang paling banyak digunakan oleh responden (49%). Di Indonesia sendiri, produk business term loan merupakan pendanaan bisnis yang memberikan kontribusi terbesar (74%). Kemudian diikuti oleh produk account payable financing (25%) dan produk invoice financing (22%).

Selain itu, responden di Indonesia juga mengatakan bahwa mereka menggunakan produk manajemen biaya (21%), transaksi lintas-negara (13%) dan sisanya menggunakan fasilitas pembayaran dengan kartu (8%).

Baca juga :   ShopeePay Telah Digunakan Di 500 Kota di Indonesia

Sebagian besar UMKM yang disurvei lebih memperhatikan hutang dibanding piutang, khususnya kemampuan mereka membayar supplier. Lebih dari sepertiga responden menyebutkan akses terhadap pendanaan (termasuk pinjaman dan kartu kredit) dan pemenuhan pembayaran kepada supplier atau vendor yang tidak menawarkan pilihan pembayaran yang fleksibel merupakan permasalahan utang utama mereka. Hal ini termasuk: pemantauan dan pelaporan utang, mendapatkan persetujuan untuk pembayaran, dan integrasi faktur atau invoice dengan pesanan pembelian dan tanda terima

Transfer bank masih menjadi metode pembayaran paling populer bagi UMKM, di mana hampir 90% UMKM membayar supplier melalui transfer bank dan 88% menerima pembayaran dari pelanggan melalui metode yang sama. Namun, transaksi tunai masih memainkan peran besar, di mana 51% responden di Indonesia mengatakan bahwa mereka mengandalkan uang tunai untuk membayar supplier dan menerima pembayaran dari pelanggan.

Di samping itu, responden mengatakan bahwa mereka juga menerima pembayaran dari pelanggan melalui e-wallet (27%), cheque (14%), dan virtual account (12%). Sedangkan untuk pembayaran ke supplier, responden juga menggunakan cheque (17%), virtual account (8%) dan sisanya melalui e-wallet (4%).

Baca juga :   Presiden Jokowi : Akan Ada Peluang Baru Di Industri Otomotif

Para UMKM yang disurvei mengatakan bahwa pengeluaran terbesar mereka adalah untuk operasional sehari-hari (32%) serta inventaris dan perlengkapan (32%). Di Indonesia, pengeluaran biaya operasional cukup mendominasi (40%). Sedangkan biaya terbesar selanjutnya adalah pembelian inventaris dan perlengkapan (16%), perbaikan dan pendanaan proyek mendesak (14%), serta gaji karyawan (12%).

Suku bunga yang rendah menjadi faktor signifikan dalam mempengaruhi UMKM untuk berpindah merek. Lebih dari setengah (62%) UMKM di wilayah ini cenderung berpindah merek karena ketidakpuasan mereka terhadap pengalaman yang ditawarkan. Khususnya UMKM di Indonesia, rekomendasi dari kolega menjadi faktor yang cukup mempengaruhi keputusan dalam memilih merek atau fasilitas finansial (23%, dibandingkan dengan rata-rata regional sebesar 15%).

 

STEVY WIDIA

Tags: Modal BisnisModalkuplatform pendanaan digitalUMKM
Previous Post

Amiyandra Suratman Ditunjuk Jadi Regional Lead 1982 Ventures

Next Post

IndiHomeTV Gandeng Pelaku Industri Kreatif Hadirkan Konten Hiburan dan Edukasi Original

Related Posts

Sambut Hari Kartini SMESCO Gelar Pesta Diskon
Headline

SMESCO Diharapkan Dukung UMKM Kembangkan Potensi Lokal Dan Optimalisasi Pasar

30 Desember 2025
0
Amartha - Andi Taufan
Headline

Industri Fintech Turut Dorong Pertumbuhan UMKM di Indonesia

24 Desember 2025
0
Berkat E-Commerce Batik Khantil Bangkit Dari Keterpurukan
Headline

Berkat E-Commerce Batik Khantil Bangkit Dari Keterpurukan

6 Desember 2025
0
Load More
Next Post
IndiHomeTV Gandeng Pelaku Industri Kreatif Hadirkan Konten Hiburan dan Edukasi Original

IndiHomeTV Gandeng Pelaku Industri Kreatif Hadirkan Konten Hiburan dan Edukasi Original

Huawei dan AIS Uji Coba 5G RedCap Pertama untuk Jaringan Komersial di Asia Pasifik

Huawei dan AIS Uji Coba 5G RedCap Pertama untuk Jaringan Komersial di Asia Pasifik

Pemenang BIC

Otten Coffee Umumkan Pemenang Kompetisi Kopi IAC dan BIC

Discussion about this post

Recent Updates

Enterprise Warehouse

HashMicro Ungkap Arah Baru Strategi Enterprise Warehouse pada 2026

31 Desember 2025
SoftBank Suntik Pendanaan Untuk SODA,  Startup Ini Siap Ekspansi ke Pasar Indonesia

Perluas Infrastruktur AI SoftBank Group Akuisisi DigitalBridge

31 Desember 2025
Riyadh Air dan IBM Luncurkan Maskapai AI Native Pertama di Dunia

Riyadh Air dan IBM Luncurkan Maskapai AI Native Pertama di Dunia

31 Desember 2025
Gen Z Segmen Yang Tepat Bangun Kesadaran Akan Isu Perubahan Iklim

Gen Z Segmen Yang Tepat Bangun Kesadaran Akan Isu Perubahan Iklim

31 Desember 2025
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
pendanaan Fintech

Inilah 5 Fintech dengan Pendanaan Terbesar di Indonesia Tahun 2025

15 Mei 2025
Bang Jamin

Insurtech Bang Jamin Kantongi Rp65 Miliar dari Putaran Pendanaan pra-Seri A

17 Juli 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Enterprise Warehouse

HashMicro Ungkap Arah Baru Strategi Enterprise Warehouse pada 2026

31 Desember 2025
SoftBank Suntik Pendanaan Untuk SODA,  Startup Ini Siap Ekspansi ke Pasar Indonesia

Perluas Infrastruktur AI SoftBank Group Akuisisi DigitalBridge

31 Desember 2025
Riyadh Air dan IBM Luncurkan Maskapai AI Native Pertama di Dunia

Riyadh Air dan IBM Luncurkan Maskapai AI Native Pertama di Dunia

31 Desember 2025
Gen Z Segmen Yang Tepat Bangun Kesadaran Akan Isu Perubahan Iklim

Gen Z Segmen Yang Tepat Bangun Kesadaran Akan Isu Perubahan Iklim

31 Desember 2025
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version