youngster.id - PT Pupuk Indonesia (Persero) menggelar FertInnovation Challenge 2025. Ajang ini membuka peluang inkubasi dan kolaborasi lanjutan dengan nilai dukungan hingga Rp2 miliar.
Direktur Teknik dan Pengembangan Bisnis Pupuk Indonesia Jamsaton Nababan mengatakan, program ini merupakan instrumen strategis untuk membangun pipeline riset yang relevan dengan tantangan industri pupuk dan pertanian nasional. Sekaligus memperkuat ekosistem inovasi pertanian nasional melalui penyelenggaraan
“Kegiatan ini sejalan dengan komitmen perseroan dalam mendukung swasembada pangan nasional melalui penguatan inovasi, teknologi, dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan,” kata Jamsaton dikutip dari keterangan resmi, Rabu (18/2/2026).
Dalam pelaksanaannya, ajang ini berhasil menjaring 1.620 inovator, mulai dari kalangan peneliti, profesional, pelaku startup, hingga mahasiswa dari dalam dan luar negeri. Sejak pelaksanaan pertama pada 2021, program ini telah menarik lebih dari 1.300 ide inovasi dan melibatkan 37 institusi/mitra, menjadikannya salah satu platform inovasi paling bergengsi di sektor pertanian Indonesia.
Pupuk Indonesia berkolaborasi dengan Indonesia Agrichemical Research Institute (IARI merancang platform open innovation untuk menyerap gagasan transformatif di empat kategori utama.
Pertama, Precision Agriculture & Digital Farming yang fokus pada efisiensi budidaya. Kemudian, Climate Resilience & Sustainable Fertilizer yang fokus pada adaptasi perubahan iklim dan pupuk berkelanjutan. Selanjutnya, AI-Driven Agri Supply Chain yang ditujukan untuk digitalisasi rantai pasok pupuk. Terakhir, Process & Plant Engineering yang mengedepankan, keandalan fasilitas produksi.
“Keempat kategori tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan industri dari hulu hingga hilir, mulai dari teknis di lapangan hingga distribusi di pasar,” ujar Jamsaton.
Kompetisi ini membuka peluang inkubasi dan kolaborasi lanjutan bagi para peserta. Pupuk Indonesia menyiapkan dukungan hingga senilai Rp2 miliar agar ide-ide terpilih dapat dikembangkan menjadi solusi nyata bagi industri pertanian.
Jamsaton menegaskan, melalui pendekatan open innovation ini, Pupuk Indonesia menegaskan perannya sebagai innovation enabler di sektor agribisnis, sekaligus mempercepat hilirisasi riset guna menciptakan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat luas
“Kami percaya inovasi dari FertInnovation akan berkontribusi nyata meningkatkan efisiensi produksi, ketahanan distribusi, serta produktivitas pertanian nasional,” pungkasnya.
Pemenang untuk kategori Climate Resilience diraih oleh Universitas Tanjungpura (Bio-Silica). Sementara kategori Process Engineering dimenangkan oleh Universitas Gadjah Mada (Intelligent Edge Node. Untuk kategori AI-Driven Agri Supply Chain adalah Sonic-Chain dari Akademisi Politeknik Negeri Jember.
Sedang Best Innovators diberikan pada Dr. Sulakhudin S.P., M.P., Rabbirl Yarham Mahardika, S.P., M.Si., dan Eka Widiawati Wijaya Kusuma, S.P., M.Sc dari Universitas Tanjungpura Pontianak.
STEVY WIDIA

















Discussion about this post