youngster.id - Developer dan publisher game Garena mengakhiri pelaksanaan Garena Game Jam 3: Reinvent the Game sebagai bagian dari komitmennya dalam mendukung pengembangan talenta digital serta memperkuat ekosistem industri game nasional. Kompetisi pembuatan game selama 48 jam ini melibatkan 150 talenta muda Indonesia dan menghasilkan 37 game dengan konsep kreatif sesuai tema “Nothing Works as Expected”.
Selama 48 jam penuh, para peserta ditantang untuk merancang, membangun, dan mempresentasikan game yang dapat dimainkan, lengkap dengan konsep gameplay, aset visual, hingga desain karakter. Tahun ini, tema “Nothing Works as Expected” dipilih untuk mendorong peserta mematahkan pola dan aturan konvensional dalam pengembangan game.
Hasilnya, sebanyak 37 game berhasil diciptakan oleh para peserta dan menarik perhatian dewan juri yang berasal dari tim Garena serta perwakilan mitra dan pemerintah.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Irene Umar, mengapresiasi Garena Game Jam sebagai inisiatif strategis yang tidak hanya berfokus pada kompetisi, tetapi juga pengembangan kapasitas talenta muda melalui mentoring.
“Saya berterima kasih kepada Garena Game Jam, karena ini bukan hanya soal kompetisi membuat game, tapi juga tentang ‘what’s next?’,” ujar Irene, dikutip Selasa (10/2/2026).
Ia menambahkan bahwa sesi mentoring dan checkpoint bersama tim Garena dari Indonesia maupun global memberikan nilai tambah yang signifikan bagi peserta.
Irene juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam membangun industri game nasional. Menurutnya, industri game merupakan ekosistem luas yang melibatkan berbagai peran, mulai dari game developer, artist, hingga community manager.
Dari 37 game yang dihasilkan, Let Meow Out! terpilih sebagai game terbaik Garena Game Jam 3. Game ini dikembangkan oleh tim Lelesasa yang beranggotakan mahasiswa Universitas Indonesia. Tim tersebut sebelumnya pernah mengikuti Garena Game Jam 2 pada 2025 dan meraih posisi runner-up.
Let Meow Out! merupakan game bergenre puzzle platformer yang menggabungkan inspirasi dari game klasik seperti Tetris, Mario Bros, dan Street Fighter. Pemain ditantang menyelesaikan level dengan cara yang tidak biasa dan penuh kejutan, sehingga dinilai paling merepresentasikan tema “Nothing Works as Expected”.
Posisi Juara Kedua diraih oleh tim Potentially Functional dari Universitas Indonesia dengan game berjudul Fall Through. Sementara Juara Ketiga diraih oleh tim Barista dari Institut Teknologi Bandung dengan game Get Flagged!.
Penghargaan Most Creative Team diberikan kepada Muhammad Daannii, mahasiswa Politeknik Negeri Malang yang berpartisipasi sebagai solo developer dengan game berjudul No Cat Works as Expected.
Selain empat pemenang tersebut, puluhan karya lain juga lahir dari Garena Game Jam 3. Seluruh game dikembangkan oleh 150 peserta yang terdiri dari mahasiswa, fresh graduate, serta pelajar SMA dan SMK dari berbagai daerah di Indonesia.
Melalui Garena Game Jam, Garena menegaskan komitmennya dalam mendorong lahirnya generasi baru pengembang game Indonesia sekaligus memperkuat ekosistem industri kreatif nasional berbasis teknologi.
STEVY WIDIA
















Discussion about this post