youngster.id - Komunikasi menjadi hal yang penting terutama di momen menjelang akhir Ramadan. Untuk itu Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat) memastikan kesiapan jaringan guna mengantisipasi lonjakan trafik komunikasi dan data hingga saat mudik Lebaran tiba. Termasuk menerapkan teknologi AI untuk mencegah spam dan scam yang mengancam para pelanggannya.
Senior Vice President (SVP) Head of Network Operations Indosat Raden Tofan mengatakan, diperkirakan jumlah pemudik nasional setiap tahun mencapai sekitar 150 juta orang, atau hampir 50% dari total populasi Indonesia. Diantara itu, ada sekitar 14 juta pelanggan Indosat.
“Ini adalah tanggung jawab yang besar bagi kami. Untuk itu, kami menambah jangkauan POI hampir 1.500 site baru sehingga jangkauan lebih luas. Lalu, untuk pemudik yang jalur darat, kita siapkan 77 rute dari tol, non-tol, juga jalur kereta api dengan total 8.000 km. Sehingga pelanggan kami tetap aman, nyaman, dan terhubung,” ucapnya pada jumpa pers, Jumat (20/2/2026) di Jakarta.
Tofan memproyeksikan, trafik data melonjak 18,1% selama periode Lebaran 2026 dibandingkan periode sebelumnya. Puncaknya adalah pada saat mudik. Selain itu, secara tahunan, trafik data diperkirakan meningkat dari baseline 55.499 TB menjadi sekitar 65.000 TB, atau tumbuh 22,3% year on year (yoy).
“Indosat juga telah mengoptimalkan jaringan di lebih dari 75 jalur mudik utama dengan menambah hampir 1.500 site baru serta 797 Point of Interest (POI) strategis di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Menurut Tofan dari data Indosat, dari sisi geografis pertumbuhan trafik tertinggi tercatat di sejumlah wilayah Pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan, hingga Sulawesi. Beberapa kabupaten bahkan mencatat kenaikan trafik di atas 50%, seiring meningkatnya konsumsi layanan digital selama libur Lebaran.
Untuk itu, Indosat menyiagakan sekitar 2.500 engineer di seluruh wilayah operasional yang bertugas 24 jam sehari dan 7 hari seminggu, serta mengoperasikan posko siaga selama periode Lebaran. Penguatan dilakukan melalui peningkatan kapasitas, optimalisasi kualitas layanan, serta pemantauan jaringan selama 24 jam penuh dengan memanfaatkan teknologi AI.
“Fokusnya adalah menjaga stabilitas koneksi di titik-titik dengan mobilitas tinggi seperti terminal, stasiun, rest area, pusat perbelanjaan, hingga kawasan tujuan mudik. Area-area seperti Bogor, Garut. Untuk di daerah Jabodabek. Ada juga Lampung, Lampung Tengah, menjadi destinasi dari pemudik,” kata Tofan lagi.
Untuk menguji kesiapan tersebut di kondisi nyata, Indosat menghadirkan Ekspedisi Jaringan Andal melalui program #DVET “Perjalanan Menjadi Lebih Baik” bersama Dave Hendrik dan Iwet Ramadhan.
Perjalanan live dari Jakarta menuju Yogyakarta ini menjadi uji langsung performa jaringan di rute panjang dengan mobilitas tinggi dan kebutuhan data intensif, seperti yang dialami jutaan masyarakat saat mudik. Inisiatif ini menunjukkan kesiapan jaringan Indosat dalam mendukung kebutuhan komunikasi pelanggan selama periode Ramadan dan menyambut Idulfitri.
Sementara SVP Head of Corporate Communications Indosat Ovidia Namia menambahkan bahwa bulan Ramadan merupakan periode dengan penggunaan digital tertinggi sepanjang tahun. Peningkatan penggunaan perangkat digital selama Ramadan tercatat mencapai 112%, yang turut diiringi dengan meningkatnya potensi gangguan seperti spam dan penipuan daring.
Untuk itu, Indosat Indosat juga memperkuat perlindungan digital melalui fitur Anti-Spam & Anti-Scam berbasis AI.
“Dengan penerapan sistem anti-spam dan anti-scam dari kami pelanggan dapat beribadah dengan lebih tenang dan nyaman selama Ramadan, sekaligus merasa aman dalam menggunakan layanan Indosat,” ucapnya.
Fitur ini juga membantu mencegah potensi kerugian finansial hingga US$ 500 juta, dengan lebih dari 95% pelanggan menyatakan merasa lebih terlindungi saat sistem ini aktif.
STEVY WIDIA



















Discussion about this post