youngster.id - Untuk mendukung pengelolaan logistik dan pergudangan berbasis data yang terintegrasi, Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui Subholding PTPN IV PalmCo memperkenalkan dua sistem digital, yakni PalmGO dan PALMSTOCK.
Kedua sistem tersebut dirancang untuk mengintegrasikan pemantauan armada, pengiriman komoditas, serta pengelolaan persediaan barang dalam satu platform, guna meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas operasional.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menyampaikan bahwa digitalisasi yang dijalankan perusahaan tidak berfokus pada penambahan aplikasi, melainkan pada integrasi sistem dan data dalam satu ekosistem yang saling terhubung.
“Ke depan, PalmCo tidak membutuhkan banyak aplikasi, tetapi membutuhkan sistem yang terintegrasi dan digunakan secara berkelanjutan. PalmGO dan PALMSTOCK kami siapkan sebagai fondasi pengelolaan logistik dan stok yang transparan, berbasis data, serta mengurangi praktik pencatatan ganda,” ujar Jatmiko, dikutip Rabu (21/1/2026).
Ia menambahkan, integrasi data yang kuat akan mempercepat pengambilan keputusan dan mengurangi ketergantungan pada proses manual, khususnya di sektor logistik yang bersifat dinamis dan melibatkan banyak unit kerja.
Dari sisi skala bisnis, Direktur Strategy & Sustainability PTPN IV PalmCo, Ugun Untaryo, menilai digitalisasi logistik dan persediaan menjadi kebutuhan mendesak mengingat besarnya nilai bisnis yang dikelola perusahaan setiap hari.
PalmCo tercatat mengangkut sekitar 13.000 ton komoditas per hari menggunakan sekitar 900 unit truk. Nilai pergerakan barang tersebut mencapai sekitar Rp140 miliar per hari atau setara Rp40 triliun per tahun. Selain itu, perusahaan juga mengelola persediaan di 248 gudang yang tersebar di berbagai wilayah.
“Tanpa sistem digital terintegrasi, pengawasan logistik dan stok akan sangat bergantung pada proses manual dan berisiko menimbulkan inefisiensi, penyusutan, serta lemahnya akuntabilitas,” ujar Ugun.
Sementara itu, Direktur SDM & TI PTPN IV PalmCo, Suhendri, menjelaskan bahwa PalmGO dan PALMSTOCK tidak hanya berfungsi sebagai sistem teknologi, tetapi juga menjadi instrumen perubahan cara kerja dan budaya operasional perusahaan.
PalmGO dirancang untuk mengelola seluruh proses logistik, mulai dari perencanaan rute, pengelolaan armada, hingga pelacakan pengiriman secara real-time. Adapun PALMSTOCK berfungsi memastikan pengelolaan persediaan dan gudang berjalan akurat, terintegrasi, serta terhubung dengan sistem SAP.
“Kami ingin memastikan tidak ada lagi penumpukan stok yang tidak perlu, kekurangan material yang menghambat operasional, maupun pencatatan berulang. Kedua sistem ini membantu meningkatkan efisiensi biaya, transparansi, dan daya saing perusahaan,” kata Suhendri.
Melalui implementasi PalmGO dan PALMSTOCK, PTPN III (Persero) menargetkan peningkatan efisiensi biaya logistik dan penyimpanan, sekaligus memperkuat keandalan rantai pasok komoditas sawit, teh, dan karet. Digitalisasi ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam membangun operasional yang lebih efisien, berkelanjutan, dan siap menghadapi tantangan industri ke depan.
STEVY WIDIA
