Selasa, 20 Januari 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline VARIOUS

Strategi Baru INA: Fokus ke Investasi Swasta Bernilai Tinggi

20 Januari 2026
in VARIOUS
Reading Time: 3 mins read
Indonesia Investment Authority (INA)

Strategi Baru INA: Fokus ke Investasi Swasta Bernilai Tinggi (Foto: Istimewa)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Indonesia Investment Authority (INA) menyetel ulang strategi bisnis dan investasinya dengan mengalihkan transaksi ke sektor swasta, seiring pemindahan sebagian besar aset terkait badan usaha milik negara (BUMN) ke badan investasi negara baru, Danantara.

Chief Executive Officer INA Ridha Wirakusumah mengatakan, selama beberapa tahun terakhir portofolio INA memang didominasi investasi yang melibatkan BUMN. Namun, dengan berdirinya Danantara, pergeseran strategi tersebut dinilai sebagai langkah yang wajar dan strategis.

“Dalam beberapa tahun terakhir, portofolio kami banyak melibatkan BUMN. Dengan pembentukan Danantara, sudah sewajarnya INA beralih ke transaksi non-BUMN,” ujar Ridha dalam wawancara dengan The Business Times, dikutip Selasa (20/1/2026).

Sejak dibentuk pada 2021, INA dikenal fokus pada investasi infrastruktur yang berkaitan dengan BUMN, seperti jalan tol, pelabuhan, dan aset publik lainnya. Hingga kini, total aset kelolaan INA tercatat sekitar US$10 miliar.

Menurut Ridha, meski berada dalam masa transisi, INA menegaskan tidak akan memperlambat laju investasinya. Target penyaluran dan komitmen investasi tahun ini tetap sekitar US$1 miliar, sejalan dengan rata-rata historis. Sejak beroperasi, INA telah menanamkan sekitar US$5 miliar, dengan lebih dari US$1 miliar diinvestasikan dan dikomitmenkan hanya pada tahun lalu.

Baca juga :   Solar Academy Indonesia 2025 Ikut Andil Cetak Pekerjaan Hijau di Sektor PLTS

Selain penyertaan saham langsung, INA kini memperluas instrumen investasinya ke hybrid capital dan private credit, guna mendukung ekspansi perusahaan Indonesia ke luar negeri serta menarik modal dan keahlian global.

Infrastruktur tetap menjadi pilar utama strategi bisnis INA, khususnya infrastruktur digital. Fokus terkuat diarahkan pada pengembangan data center, mengingat kapasitas Indonesia yang baru sekitar 300 megawatt, jauh di bawah Singapura yang mendekati satu gigawatt.

INA telah bermitra dengan sejumlah investor global, termasuk Granite Asia, untuk berinvestasi lebih dari US$1,2 miliar di ekosistem teknologi Indonesia. Salah satu proyek unggulan adalah kampus data center DayOne di Batam, yang diklaim sebagai fasilitas pertama di Asia Tenggara yang sepenuhnya siap untuk kecerdasan buatan (AI) dengan penggunaan chip Blackwell Nvidia.

Baca juga :   Mobilisasi Masyarakat Tembus 119 Juta, Transaksi Digital Diproyeksi Tumbuh Hingga 50%

Selain data center, INA juga menaruh perhatian besar pada sektor kesehatan, energi terbarukan, dan hilirisasi mineral. Di sektor kesehatan, INA bekerja sama dengan SK Plasma Korea Selatan fokus utama ke membangun pabrik fraksinasi plasma darah terbesar di Asia Tenggara di Karawang, Jawa Barat, yang ditargetkan beroperasi pada akhir 2026.

INA dibentuk pada era Presiden Joko Widodo dengan modal awal negara sebesar US$5 miliar, mengemban mandat ganda untuk menghasilkan imbal hasil sekaligus mendorong pembangunan berkelanjutan. Kehadirannya menutup kekosongan Indonesia sebagai negara besar di Asia Tenggara yang sebelumnya belum memiliki sovereign wealth fund sekelas Temasek (Singapura) atau Khazanah Nasional (Malaysia).

Pada Februari tahun lalu, Presiden Prabowo Subianto meresmikan Danantara dengan suntikan aset negara sekitar US$20 miliar dan mandat investasi yang lebih luas. Pemerintah memposisikan Danantara sebagai pengungkit tambahan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8%.

Baca juga :   Dukung Pengembangan Pusat Data, Bank DBS dan UOB Indonesia Kucurkan Rp6,7 Triliun ke DayOne dan INA

Sejumlah eksekutif senior INA, termasuk Chief Investment Officer Christopher Ganis, telah bergabung dengan Danantara. Ridha menilai pergerakan ini bersifat konstruktif dan justru memperkuat koordinasi dalam ekosistem investasi nasional. Kedua lembaga juga menjajaki peluang investasi bersama, termasuk proyek fasilitas chlor-alkali dan ethylene dichloride milik Chandra Asri Pacific senilai sekitar Rp15 triliun.

Ke depan, INA menargetkan memperkuat perannya sebagai co-investor bersama mitra global, dengan pendalaman investasi pada sektor-sektor strategis seperti data center, layanan kesehatan, energi terbarukan, serta mineral lanjutan termasuk rare earths. Sektor-sektor tersebut dinilai krusial bagi pertumbuhan ekonomi jangka panjang Indonesia.

“Seluruh strategi bisnis INA tetap berpijak pada prinsip dampak nasional. Setiap dolar harus ditempatkan secara bertanggung jawab agar memberikan manfaat nyata bagi Indonesia,” pungkas Ridha. (*AMBS)

 

Tags: DanantaraIndonesia Investment Authority (INA)investasi swasta bernilai tinggivipot
Previous Post

TikTok Luncurkan Aplikasi Drama Pendek PineDrama

Next Post

Garena Buka Free Fire Nusantara Series 2026, City Qualifier Digelar di 88 Kota

Related Posts

QRIS
DIGITAL FINANCE

Mobilisasi Masyarakat Tembus 119 Juta, Transaksi Digital Diproyeksi Tumbuh Hingga 50%

23 Desember 2025
0
Danantara
VARIOUS

Danantara Fokus pada Investasi Strategis dan Penguatan Kapasitas di 2026

1 Desember 2025
0
pusat data DayOne
Headline

Dukung Pengembangan Pusat Data, Bank DBS dan UOB Indonesia Kucurkan Rp6,7 Triliun ke DayOne dan INA

5 Juni 2025
0
Load More
Next Post
Free Fire Nusantara Series 2026 Spring

Garena Buka Free Fire Nusantara Series 2026, City Qualifier Digelar di 88 Kota

Discussion about this post

Recent Updates

Free Fire Nusantara Series 2026 Spring

Garena Buka Free Fire Nusantara Series 2026, City Qualifier Digelar di 88 Kota

20 Januari 2026
Indonesia Investment Authority (INA)

Strategi Baru INA: Fokus ke Investasi Swasta Bernilai Tinggi

20 Januari 2026
Film vertikal Tiktok

TikTok Luncurkan Aplikasi Drama Pendek PineDrama

20 Januari 2026
MDI Ventures

Cegah Penyuapan Dalam Ekosistem Startup, MDI Ventures Perkuat Tata Kelola

20 Januari 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
pendanaan Fintech

Inilah 5 Fintech dengan Pendanaan Terbesar di Indonesia Tahun 2025

15 Mei 2025
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Free Fire Nusantara Series 2026 Spring

Garena Buka Free Fire Nusantara Series 2026, City Qualifier Digelar di 88 Kota

20 Januari 2026
Indonesia Investment Authority (INA)

Strategi Baru INA: Fokus ke Investasi Swasta Bernilai Tinggi

20 Januari 2026
Film vertikal Tiktok

TikTok Luncurkan Aplikasi Drama Pendek PineDrama

20 Januari 2026
MDI Ventures

Cegah Penyuapan Dalam Ekosistem Startup, MDI Ventures Perkuat Tata Kelola

20 Januari 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version