Wednesday, October 18, 2017

Natasha Putri : Bisnis Fashion Butuh Kerja Keras

Natasha Putri Mentari, Founder & Designer Bureaucrat (Foto: Dok. Pribadi/Youngster.id)

YOUNGSTER.id - Industri fesyen Indonesia makin unjuk gigi. Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) melaporkan pertumbuhan fesyen Indonesia sepanjang 2015 merupakan yang terbesar kedua di antara bisnis kreatif di Tanah Air. Perkembangan ini didukung oleh semakin banyak anak muda yang terjun di bisnis ini.

Dipo Satria Ramli : Bantu Pendidikan Mahasiswa Melalui Sistem Crowdfunding

Dipo Satria Ramli, Founder & CEO Danadidik.com (Foto: Fahrul Anwar/Youngster.id)

YOUNGSTER.id - Semangat gotong royong adalah karakter dari bangsa Indonesia yang mulai kembali dibangkitkan oleh anak-anak muda. Istilah terkini adalah crowdfounding. Berbagai masalah terpecahkan lewat sistem yang dijalankan dengan media digital ini, termasuk dalam hal biaya pendidikan.

Amos Gunawan : Melayani Kebutuhan Rumah Tangga Masyarakat Secara On-Demand

Amos Gunawan, Founder & CEO KlikDaily.com (Foto: Stevy Widia/Youngster.id)

YOUNGSTER.id - Layanan on-demand sedang menjadi tren di Indonesia belakangan ini. Tak heran banyak perusahaan rintisan alias startup memilih untuk fokus pada jasa ini. Termasuk dalam penyediaan kebutuhan rumah tangga sehari-hari. Bahkan, kini aplikasi mobile yang muncul jadi semakin spesifik.

Hafez Achda : Sukses Memelopori Buku Pop-Up di Indonesia

Hafez Achda, Founder & CEO Studio Impian (Foto: Stevy Widia/Youngster.id)

YOUNGSTER.id - Wajah singa itu begitu dekat. Mulutnya menganga, memamerkan keempat taring tajamnya. Si Raja Rimba itu tampak nyata, meski dia muncul di halaman dalam bentuk pop-up di buku berjudul Big Animal karya Hafez Achda.

Benedicto Haryono : Dukung Perkembangan Usaha Kecil dan Terwujudnya “Indonesia Pintar” Melalui Pendanaan

Benedicto Haryono, Founder & CEO KoinWorks (Foto: Fahrul Anwar/Youngster.id)

YOUNGSTER.id - Startup di bidang financial technology (fintech) diramalkan bakal menjadi tren baru dalam kegiatan keuangan di dunia. Menariknya, mereka tidak saja menjadi solusi bagi masyarakat yang tidak terlayani oleh institusi perbankan. Tetapi juga dapat mendukung terwujudnya akses pendidikan yang terjangkau.

Brian Karno Jan: Mengangkat Pengrajin Lokal Lewat Platform Digital

Brian Karno Jan, Founder & CEO Mendekor.com (Foto: Stevy Widia/Youngster.id)

YOUNGSTER.id - Perkembangan teknologi telah melahirkan berbagai bisnis baru. Salah satunya e-commerce furnitur. Lewat platform digital ini produk karya pengrajin lokal dapat terpajang di etalase digital dan berpotensi meraih pasar yang lebih luas.

Nerissa Arviana : Jadi Jutawan Berkat Sepatu Lukis Costum

Nerissa Arviana, CEO & Founder Slight (Foto: Fahrul Anwar/Youngster.id)

YOUNGSTER.id - Sejatinya, ekonomi kreatif digerakkan oleh tangan anak-anak muda. Mereka berhasil menciptakan produk-produk kreatif yang bernilai ekonomi dan bermutu tinggi. Bahkan, karya mereka mampu menembus pasar dunia.

Mayumi Haryoto : Ingin Jadikan Membaca Menyenangkan Bagi Anak

Mayumi Haryoto, Founder & Direktur PiBo (Foto: Stevy Widia/Youngster.id)

YOUNGSTER.id - Buku adalah jendela dunia, dan kegiatan membaca buku adalah cara untuk membuka jendela tersebut. Sayangnya, minat baca di Indonesia masih sangat rendah, termasuk pada anak. Banyak yang menyalahkan penggunaan internet. Tetapi ternyata teknologi juga dapat jadi solusi masalah itu.

Harry Pradipta : Kembangkan Aplikasi Promo Bagi Pelaku F&B

Harry Pradipta, Founder & CEO Plomo (Foto: Fahrul Anwar/Youngster.id)

YOUNGSTER.id - Demam ekonomi digital telah menciptakan berbagai inovasi dan tren. Teknologi digital memberdayakan masyarakat untuk mengambil pendekatan yang lebih modern terhadap satu ide sederhana, yaitu berbagi. Ide ini juga melahirkan sejumlah aplikasi untuk memberikan makanan dan minuman secara gratis.

Kartika Puspasari : Meraup Sukses dari Bisnis Merangkai Bunga Kering

Kartika Puspasari Kusnadi, Founder & CEO Magnolia Dried Flower (Foto: Stevy Widia/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Momen kenangan kerap diabadikan dalam berbagai cara. Kalau lewat foto atau lukisan itu sudah biasa. Ada pilihan yang unik, yakni mengabadikan dalam bentuk buket bunga kering yang ditata dalam bingkai tiga dimensi.

Social Media Week 2017 Kedepankan Machine Learning

Tim Sosial Media Week 2017 Jakarta. (Foto: Istimewa/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Social Media Week kembali dihelat di Jakarta. Kali ini mengedepankan komunikasi antar pengguna media sosial berbasis teknologi Machine Learning dan Kecerdasan Buatan (AI, Artificial Intelligence).

Johannes Dwi Cahyo Kristanto : Membangun Platform Untuk Meningkatkan Kesejateraan Petani

Johannes Dwi Cahyo Kristanto,Founder & CTO PanenID (Foto: Fahrul Anwar/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Indonesia merupakan negara agraris yang mayoritas penduduknya bergerak di bidang pertanian. Hal ini mendorong sejumlah startup untuk mengembangkan bisnis pertanian. Tak hanya berbisnis, mereka juga meningkatkan kesejahteraan para petani.

Siapa e-Commerce dan Transportasi Online Terfavorit Versi Shopback

Indra Yonathan, Country General Manager Shopback Indonesia memaparkan hasil survey konsumen online. (Foto: Stevy Widia/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Shopback coba melakukan survei untuk mengetahui e-commerce dan ride sharing yang menjadi pilihan konsumen di Tanah Air. Mereka bertanya ke 2.400 responden di tujuh kota besar, yakni Jabodetabek, Surabaya, Bandung, Medan, Semarang, Bali, Banjarmasin, Yogyakarta dan Makassar.

Sashia, Presa, Jenda, & Kevin : Meraup Sukses Lewat Bisnis Kuliner Makanan Khas Hawaii

Pressa,Sashia, Jenda, dan Kevin, sepakat mengembangkan bisnis kuliner dengan menu utama menjual makanan khas Hawaii Poke Bowl (Foto: Fahrul Anwar/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Kegandrungan orang Indonesia mencoba aneka kuliner membuka ceruk baru dalam bisnis ini. Berbagai jenis makanan dunia hadir di sini. Lalu, dengan sentuhan kreativitas dan sedikit modifikasi rasa yang disesuaikan dengan lidah orang Indonesia, maka pundi-pundi Rupiah pun cepat terkumpul.

Surya Sanjaya Halim : Menangkap Peluang Bisnis Pada Data yang Melimpah

Surya Sanjaya Halim, Founder & CEO Delman Data Teknologi (Foto: Dok. Pribadi/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Saat ini, kita hidup di era limpahan data yang luar biasa besar. Data perusahaan, media sosial, dan sebagainya, baik data terstruktur maupun tidak, menjadi sebuah kumpulan data berukuran sangat besar (Big Data).

Fauzan : Mengubah Pola Pikir Masyarakat Akan Sampah

Fauzan, Founder & CEO Sisaku (Foto: Fahrul Anwar/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Sampah adalah persoalan lingkungan yang hingga saat ini belum teratasi. Toh, kepedulian akan masalah sampah ini terus bergulir. Termasuk dari kalangan anak muda. Mereka membuat berbagai inovasi agar lingkungan sekitar bebas sampah. Namun semua kembali pada pola pikir masyarakat.

Evy Nurmawati : Jadi Jutawan Berkat Bisnis Busana Muslim

Evy Nurmawati, Founder & CEO Momy Aisha Olshop (Foto: Fahrul Anwar/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Bisnis fesyen muslim menjadi kekuatan baru dalam industri kreatif. Sesungguhnya bisnis ini digerakkan oleh para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) yang tersebar di seluruh Indonesia.

Andi Taufan : Menjembatani Pelaku Usaha Pedesaan Mendapatkan Modal

Andi Taufan, Founder & CEO PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) (Foto: Fahrul Anwar/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Financial technology (fintech) telah membuka kesempatan bagi setiap orang untuk memulai dan mengembangkan usaha. Termasuk, bagi mereka yang memiliki berbagai keterbatasan atau tidak memiliki kelayakan untuk mendapat akses layanan perbankan.

Dian Aryanti: Berdayakan Ibu Rumah Tangga Agar Mampu Berwirausaha

Dian Aryanti, Founder & CEO Cemilankunik.com (Foto: Dok. Pribadi/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Menjadi wirausaha sosial tak hanya butuh modal dan kerja keras, tetapi juga keinginan untuk berbagi inspirasi dengan orang lain. Dengan begitu, akan semakin banyak orang meraih kesejahteraan.

Upaya ini butuh motivasi untuk memberdayakan diri dan lingkungannya, seperti yang dilakukan Dian Aryanti, Founder dan CEO CemilanKunik. Perempuan muda ini memutuskan untuk meninggalkan kemapanan dan beralih jadi pengusaha. Jatuh bangun dia jalani hingga  usaha yang diimpikannya berhasil.

Tak hanya itu, Dian melihat sekelilingnya banyak ibu muda yang juga kesulitan dalam berwirausaha. Dia pun mengulurkan tangan berbagi pengalaman, dan membantu mereka untuk bisa mengembangkan usaha.

“Sebenarnya dari bisnis yang aku ciptakan ini tidak diukur dari berapa banyak aku keluar biaya mendirikan usaha ini, ataupun berapa besar jumlah omset yang bisa aku dapat sekarang ini. Melainkan yang aku banggakan di sini, sekiranya orang lain khususnya ibu-ibu bisa terinspirasi dengan apa yang aku lakukan. Ketika mereka di rumah masih tetap bisa berpenghasilan dan sekaligus bisa memperhatikan dan selalu dengan keluarga maupun buah hatinya. Itu inti dari yang ingin aku lakukan saat ini,” ungkap Dian kepada Youngsters.id.

Dian memulai usaha dengan produk Banarolla, kue bananaroll pada tahun 2013. Tak ingin sukses sendiri, perempuan asal Garut ini lalu menghimpun rekan-rekan UKM-nya yang memiliki usaha camilan untuk memasarkan produk secara online. Dia membuat situs Cemilankunik.com yang memasarkan tak hanya produk Banarolla miliknya, tetapi juga produk-produk UKM binaan.

“Saya tidak ingin produk mereka hanya menjangkau konsumen di Garut, tetapi juga di seluruh Indonesia,” ucapnya.

Menurut Dian, dengan konsep pemasaran online produk mereka pun dapat dinikmati oleh lebih banyak pelanggan. Jika sebelumnya produk camilan mereka hanya dijual di warung-warung atau toko oleh-oleh di Garut saja, dengan berjualan di Cemilankunik pesanan datang mulai dari Aceh hingga Papua.

Pasalnya, Cemilankunik rajin menjaring reseller dari seluruh Indonesia. Dian membangun sebuah komunitas bernama Mompreneur, untuk para ibu yang ingin berwirausaha dengan menjadi reseller. Cemilankunik kini sudah memiliki lebih dari 140 reseller di seluruh Indonesia

Lapangan usaha baru pun terbuka lebih luas bagi masyarakat di sekitar rumah pengusaha UKM binaannya. Sebelumnya, UKM binaannya memproduksi camilan di dapur rumah dengan tenaga sendiri. Dengan semakin masifnya pesanan dan peningkatan omset yang cukup signifikan membuat UKM binaan Dian dapat mempekerjakan pegawai untuk membantu proses produksi.

“Omset kami dari berjualan di Cemilankunik bisa mencapai Rp 140 juta per bulan,” ujar Dian dengan bangga.

 

Berhenti dan Gagal

Dian awalnya bekerja di salah satu bank swasta di Garut. Namun setelah berumah tangga dia memutuskan menjadi ibu rumah tangga penuh waktu agar bisa mengurus si buah hati. Namun ternyata dia merasa masih ada waktu luang, yang bisa dimanfaatkan untuk bisnis.

Perempuan kelahiran 21 September 1984 ini mencoba membuat camilan pisang aroma khas Garut. Ternyata gagal, sampai-sampai ibunnya menyarankan agar pisang roll itu tidak lagi disajikan. Namun, penolakan itu tak membuatnya patah arang, ia terus mencoba dan menemukan resep-resep terbaru pembuatan  pisang roll.

“Pisang aroma yang gagal itu membuat saya berpikir ulang, ‘Bagaimana, ya agar pisang ini kering?’ Tercetuslah ide untuk mengganti pisang mentah dengan selai pisang. Karena selai ini digulung dengan kulit yang renyah, saya namakan camilan pisang itu Banarolla,” cerita Dian.

Dian awalnya memasarkan produknya satu per satu ke toko oleh-oleh di Garut secara konsinyasi. Akan tetapi, pemasaran itu ternyata tidak efektif karena pembayaran toko-toko itu seringkali tidak tepat waktu, bahkan sampai tidak bayar.

Kegagalan dalam pemasaran ini menjadi pelajaran berharga bagi Dian. Dia pun mulai mencari solusi bagi masalahnya itu. Dia memberanikan diri berkonsultasi dengan pengusaha lain. Demi terus menjaga semangat dan menambah ilmu baru, Dian pun bergabung dalam komunitas UKM dan sering mengikuti pelatihan-pelatihan mengenai pengembangan kewirausahaan. “Kendala dari segala jenis usaha adalah pemasaran, hal ini yang menjadi fokus saya,” ujarnya.

Dian mengaku dari sanalah dia mulai memahami pentingnya sertifikasi produk pangan industri rumah tanggan BPOM dan label halal MUI. Bahkan, demi memastikan kualitas produknya, Banarolla telah melalui serangkaian pengujian di laboratorium pangan Universitas Padjajaran, Bandung.

Untuk meningkatkan daya jual, Banarolla dikemas menarik, menggunakan karton dengan gambar dan warna yang ceria hingga toples yang berkesan eksklusif. Dalam satu minggu, produksi Banarolla memakan kurang lebih 1-2 kuintal selai pisang untuk memenuhi permintaan pasar. Selain itu, dia memanfaatkan media sosial untuk pemasaran secara online.

 

Salah satu produk Banarolla yang dijual Cemilankunik.com (Foto: Istimewa/Youngsters.id)

 

Usaha dia pun mulai membuahkan hasil. “Awalnya, Banarolla dipasarkan melalui media sosial pribadi saya. Alhamdulillah karena pemesanan mulai ramai, pada 2013 saya buatkan akun khusus untuk pemasaran Banarolla, Instagram @cemilankunik dan Facebook Banarolla. Kini, Banarolla juga dipasarkan melalui situs web cemilankunik,” ucapnya bersemangat.

Di komunitas UKM Garut, Dian menemukan para pelaku UKM lainnya pun menghadapi hal yang sama. Atas dasar itulah, Dian ingin membantu para pelaku UKM memasarkan produknya secara online.

 

Serius dan Komitmen

Selanjutnya, Dian membantu usaha kecil itu dengan memperbaiki produk menjadi lebih menarik, mulai dari kemasan, branding produk, foto produk, hingga kualitas rasa.

Pengemasan produk-produk menjadi lebih menarik, membuat Dian semakin serius mendalami profesi “Snack Stylish”.

“Sudah ada 14 UKM yang ikut tergabung dan dibina, dan sudah ada 26 UKM yang diajak dan masih dalam proses pembinaan. Saya menginginkan barang yang dipasarkan melalui online ini bisa memiliki daya tarik orang untuk membeli,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil penjualannya, Dian telah menghasilkan omset sekitar Rp 140 juta lebih setiap bulannya, dan telah mempekerjakan 19 orang karyawan dengan gaji Rp 1,1 juta – Rp 2 juta per bulan. Bahkan, usaha ini telah memiliki  140 reseller di seluruh nusantara, mulai dari daerah Jawa Barat, Lampung, Jakarta, Palembang dan Bali.

 

Melalui Cemilankunik.com, Dian Aryanti mengajak para ibu rumah tangga dan UKM untuk memasarkan produknya secara online (Foto: Dok. Pribadi/Youngsters.id)

 

Persaingan dalam usaha tak menjadi hambatan baginya. Menurut Dian, justru jika persaingan itu ada, akan membuat dirinya lebih semangat memajukan usahanya itu.

“Cuma memang nggak ada kalau persaingan langsung, walaupun cemilan sudah ada sebelumnya. Tetapi kalau pun ada, aku nggak menganggapnya sebagai sebuah persaingan. Karena apa yang aku lakukan di sini hanya untuk mengisi waktu. Jadi ketika aku berada di rumah, maka untuk mengisi kekosongan waktu itu adalah dengan berwirausaha. Kebetulan, pembeli yang datang lebih banyak datang dari online,” ujarnya.

Penerima Danamon Social Entrepreneur Awards 2016 ini tidak berhenti berusaha untuk melakukan pembinaan UKM. Dian terus mengedukasi UKM untuk memperbaiki kualitas rasa dan bahan-bahan yang digunakan, hingga branding produk camilan mereka. “Sebelumnya mereka hanya mengemas produk dengan sekadarnya saja. Kualitas rasa kurang konsisten,” ujarnya.

Selain itu, Dian juga mengajari bagaimana cara membuat foto produk yang representatif agar produk dibeli konsumen. Edukasi ini dilakukan Dian agar daya saing produk UKM binaannya meningkat.

Melalui usaha yang dikembangkannya tersebut, kini Dian berhasil menciptakan peluang baru dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat di lingkungan sekitarnya. Banyak ibu-ibu rumah tangga dan para pengusaha kecil turut diberdayakan kemampuan berwirausahanya.

Toh, lulusan Seni Musik Universitas Pendidikan Indonesia ini merasa belum siap jika dirinya disebut sebagai orang sukses.

“Dalam hidup kendala dan kesulitan pasti pernah ditemui semua orang. Sebagai manusia kita hanya bisa menyukuri hal itu. Jangan takut jika itu terjadi, yang pasti kita harus bisa hadapi. Justru kendala dan kesulitan yang ada selama ini malah menjadi ide baru dan peluang yang bisa menghasilkan. Di kesempatan ini, paling tidak aku ingin mengajak ibu-ibu yang lain untuk kembali ke rumah, supaya mereka tetap bisa fokus dengan merawat dan menjaga orang-orang di sekitarnya yang mereka kasihi, tetapi tetap memiliki penghasilan,” tuntasnya.

 

=========================================

Dian Aryanti

  • Tempat Tanggal Lahir : Garut 21 – 09- 1984
  • Pendidikan                 : S1 Seni Musik, Universitas Pendidikan Indonesia
  • Pekerjaan                  : Founder & CEO CemilanKunik
  • Mulai Usaha               : 2013
  • Modal                        : Rp. 100 ribu
  • Omset                       : Rp 130 – Rp140 juta
  • Jumlah resealer          : 140 reseller
  • Jumlah Karyawan       : 19 orang

Prestasi                        : Peraih Danamon Socio entrepreneur Award 2016

=========================================

 

FAHRUL ANWAR

Editor : Stevy Widia

Ni Wayan Purnami : Ingin Menumbuhkan Semangat Berwirausaha di Kalangan Anak Muda

Ni Wayan Purnami Rusadi,Founder & CEO Bee Jamur (Foto: Dok. Pribadi/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Siapa bilang generasi milenial hanya peduli dengan teknologi? Buktinya, belakangan ini usaha rintisan di bidang pertanian tumbuh dari kalangan anak-anak muda. Bahkan lewat usaha ini mereka dapat membangun ekonomi produktif di pedesaan.

Anthony Gunawan : Mengumpulkan Para Pedagang Kuliner Dalam Satu Wadah

Anthony Gunawan, Founder & CEO Wakuliner (Foto: Stevy Widia/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Dalam dua dekade terakhir ini, perkembangan teknologi informasi telah membawa manusia untuk menciptakan berbagai inovasi. Bermacam kebutuhan yang dulu terhambat masalah jarak dan kesulitan komunikasi, kini dengan mudah bisa teratasi. Termasuk dalam hal kuliner.

Gigih Rezki Septianto: Bermimpi Semua Masyarakat Indonesia Menikmati Sarana Kesehatan Yang Merata

Gigih Rezki Septianto, Founder & CEO WeCare.id (Foto: Stevy Widia/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Sesungguhnya budaya gotong royong adalah bagian dari masyarakat Indonesia. Belakangan ini, budaya saling membantu ini kembali diangkat anak-anak muda lewat platform crowdfunding. Salah satunya adalah donasi untuk kesehatan.

Ketut Yoga Yudistira dkk. : Bikin Kanal Edukasi Yang Menyenangkan

Ketut Yoga Yudistira, Founder & CEO Kok Bisa? (Foto: Fahrul Anwar/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Ada banyak hal di dunia ini yang bisa bikin kita penasaran. Misalnya mengapa manusia bermimpi? Atau mengapa Jakarta macet? Jawaban atas pertanyaan ini ternyata bisa dikemas dengan kreatif dan ditampilkan dengan cara yang menyenangkan.

Debora Gondokusumo: Populerkan Superfood Asli Indonesia

Debora Gondokusumo, Founder dan Presiden Direktur PT Aevumlab Herba Asia, produsen Herbilogy (Foto: Stevy Widia/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Belakangan ini muncul tren makanan yang disebut superfood. Makanan ini memiliki kemampuan mulai dari memperlambat penuaan, mendorong penurunan berat badan hingga ampuh menyembuhkan penyakit. Tahukan Anda, ternyata banyak superfood itu berasal dari Indonesia.

Devi Raissa Rahmawati : Melalui Buku Bangun Komunikasi Antara Orang Tua dan Anak

Devi Raissa Rahmawati, Founder & CEO Rabbit Hole (Foto: Fahrul Anwar/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Masalah bagi orang tua bekerja di perkotaan adalah membagi waktu untuk berkomunikasi dengan anak. Keterbatasan waktu karena rutinitas pekerjaan menjadi penghalang komunikasi. Padahal itu adalah hal penting bagi perkembangan hidup anak.

Anthonius Andy Permana : Bangun Platform Digital Untuk Pekerja Seni Hiburan

Anthonius Andy Permana, Founder & CEO HAHO.co.id (Foto: Fahrul Anwar/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Teknologi tak hanya menyentuh pekerja formal, tetapi juga para pekerja informal. Setelah tenaga ahli di bidang teknologi, fashion dan tukang, kini para pekerja kreatif di Indonesia juga telah memiliki marketplace digital.

Juwita Rahmawati: Mengayuh Asa di Dunia Bisnis dan Modeling

Juwita Rahmawati, Founder & CEO Miss Fruits (Foto: Fahrul Anwar/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Bisnis minuman segar tak pernah mati. Salah satu jenis minuman yang kini sedang naik daun adalah smoothies. Minuman ini, selain sehat dan menyegarkan, juga dipercaya dapat mempercantik diri. Bisnis smoothies ini juga bisa meraup laba segar hingga puluhan juta rupiah.

Jupiter Zhuo : Ingin Mencetak Para Developer dan Ahli IT Andal Secara Gratis

Jupiter Zhuo, Founder & CEO Bangsacerdas.com (Foto: Fahrul Anwar/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Perkembangan teknologi sekarang ini telah banyak menunjukkan kemajuan yang luar biasa. Teknologi pun sedemikian rupa diaplikasikan untuk dunia pendidikan. Sejumlah inovasi dilakukan, termasuk pengajaran berdasarkan teknologi.

Glorio Yulianto: Ubah Kemacetan Jadi Keuntungan

Glorio Yulianto, Founder & CEO UBIklan (Foto: Fahrul Anwar/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Bagi Anda yang beraktifitas di kota besar seperti Jakarta, sulit untuk menghindari kemacetan. Namun, ternyata keadaan ini dapat membawa keuntungan bagi sebagian orang. Khususnya bagi pemilik mobil itu sendiri. Bagaimana bisa?

Nadya Perwitasari : Tinggalkan Kemapanan Demi Bisnis Artisan Patisserie

Nadya Perwitasari, Founder & CEO Lacrou Patisserie (Foto: Stevy Widia/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Anak muda masa kini punya banyak ide kreatif dalam berbisnis. Tak sekadar mengikuti tren tetapi juga mampu membuat produk kreatif. Salah satu bisnis yang terbilang baru adalah artisan bakery. Demi bisnis ini ada yang rela meninggalkan pekerjaan dan profesi yang sudah mapan.

Kukuh Roxa : Bangun Bisnis Pertanian Yang Ramah Lingkungan

Kukuh Roxa Putra Hadriyono, Founder & CEO PT Pandawa Agri Indonesia (Foto: Dok. Pribadi/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Banyak anak muda menilai pekerjaan di bidang pertanian bukan milik mereka. Tak heran jika banyak anak muda meninggalkan desa dan urbanisasi ke kota. Namun, belakangan ini usaha di bidang pertanian menjadi tren bisnis rintisan (starup).

Vidi Meylan : Pindah Kuadran Kembangkan Aplikasi Pengelola Kerja Berbasis SaaS

Vidi Meylan, Co-Founder & CTO Worksaurus (Foto: Stevy Widia/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Belakangan ini teknologi telah mengubah dunia kerja menjadi lebih virtual. Anda dapat bekerja di mana saja, dan membuat pekerjaan apa saja tanpa harus datang secara fisik ke kantor. Lalu bagaimana mengukur kinerja para pekerja tersebut?

Delly Fitriansyah Darusman : Bisnis Clothing Line Tak Ada Matinya

Delly Fitriansyah Darusman, Founder & CEO Dobu Jack Invasion (Foto: Fahrul Anwar/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Clothing line adalah salah satu bagian dari industri kreatif di bidang fesyen yang terus berkembang. Bisnis ini diminati oleh generasi muda karena mewakili eksistensi mereka, sekaligus menampilkan hasil karya sendiri.

Romy Fauzan Fauzi : Rebut Pasar Lokal Dengan Kearifan Lokal

Romy Fauzan Fauzi, Founder & CEO Milkish Game Studio (Foto: Fahrul Anwar/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Belakangan ini perkembangan industri game di Indonesia terus meningkat. Tentunya, hal ini sangat berpengaruh terhadap para game developer maupun game publisher. Mereka pun berlomba merebut pasar.

Anis Saffira : Terinspirasi Mengumpulkan dan Memasarkan Karya Para Desainer Fesyen Muslim Lokal

Anis Saffira Co-Founder dan Chief Executive Officer dari Hijab Dept. (Foto: Stevy Widia/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Perkembangan industri fesyen busana muslim di Indonesia kian pesat. Ini ditandai dengan lahirnya sejumlah desainer fesyen busana muslim muda berbakat. Mereka bercita-cita menjadikan Indonesia sebagai kiblat fesyen muslim dunia.

Indra Gunawan : Diaspora Indonesia Yang Bangun Startup IoT Untuk Pesepeda di Stokholm

Indra Gunawan, Founder & CEO Visibike (Foto: Dok. Pribadi/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Diaspora Indonesia merupakan aset bangsa yang potensial. Mereka tidak saja tinggal di negeri orang tetapi mampu menghadirkan inovasi kreatif dan bersaing global.

Itmamul Khuluq : Maju Bersama Dengan Para Peternak Burung Puyuh

Itmamul Khuluq, Founder dan Direktur CV. Holstein Indonesia (Foto: Dok. Pribadi/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Beternak burung puyuh belum begitu diminati di masyarakat. Padahal potensi bisnis dari unggas asli Indonesia ini tinggi, menginggat manfaatnya mulai dari telur, daging hingga kotoran.

Willy Hono: Mendulang Sukses Lewat Rasa Pedas

Willy Hono, Founder & CEO Toserda - Toserda.com (Foto: Fahrul Anwar/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Kuliner Indonesia sangatlah kaya rasa. Salah satu di antaranya adalah rasa pedas. Belakangan ini makanan dengan rasa ini sedang naik daun. Tren ini pun melahirkan pengusaha muda dengan inovasi produk yang menarik.

Rio Dewanto : Ingin Menyebarluaskan Informasi Seputar Kopi

Rio Dewanto, Founder & Chief Marketing Officer Kopikini.com (Foto: Fahrul Anwar/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Kekayaan sumber daya alam Indonesia masih menjadi andalan dalam pengembangan bisnis, termasuk bagi pebisnis pemula. Salah satunya produk kopi. Hasil pertanian ini tak sekadar dikonsumsi, tetapi juga mulai menjadi bagian dari gaya hidup.

Tiara Pradita Adikusumah : Bangun Kepercayaan Akan Bisnis Kosmetik Lokal

Tiara Pradita Adikusumah, Founder & Vice President Brand & Product Development Polka Cosmetic (Foto: Fahrul Anwar/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Kosmetik lokal Indonesia sekarang sudah lebih melek tren dan mengikuti perkembangan zaman. Selain itu, kualitas produk pun tidak kalah bersaing dengan produk dari luar.

Teguh B. Ariwibowo : Bangun Startup Fintech Untuk Atasi Beban Masyarakat

Teguh B. Ariwibowo, Founder & CEO Pinjam.co.id (Foto: Fahrul Anwar/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Teknologi digital mendorong lahirnya model bisnis baru, salah satunya teknologi keuangan atau financial technology (fintech). Inovasi ini tidak saja menyediakan layanan finansial yang lebih efisien tetapi juga membuka akses keuangan ke masyarakat lebih luas.

Herpia Nati Sadin : Berbisnis Sekaligus Berkampanye Ibu Menyusui

Herpia Nati Sadin, Founder & CEO Mamapia (Foto Fahrul Anwar/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Memiliki ide usaha yang kreatif dan unik adalah modal dalam memulai sebuah bisnis. Ide usaha itu bisa muncul dari banyak hal. Bahkan, kondisi yang kurang nyaman sekalipun, bisa melahirkan ide usaha yang menarik.

Cliffan Allen : Sukses Berkat Fenomena “Om Telolet Om”

Cliffan Allen, Founder & Developer Locos Studio (Foto: Fahrul Anwar/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Sebagian masyarakat Indonesia, khususnya generasi milenial sempat dilanda demam “Om Telolet Om”. Meski tren itu mulai turun, namun kreativitas berlatar fenomena ini masih bertahan dan meraih sukses.

Aida Nuraida : Membangkitkan Kembali Usaha Kriya Melalui Pemasaran Digital

Aida Nuraida, co-Founder & Chief Marketing Officer Batavia Irmada (Foto: Fahrul Anwar)

YOUNGSTER.id - Produk kriya adalah salah satu komoditas unggulan industri kreatif Indonesia. Untuk itu karya kreasi anak bangsa ini perlu diapresiasi dan dinilai tinggi.

Shari Semesta : Fashion Itu Tak Selalu Jahat Ke Lingkungan

Shari Semesta, Founder, Designer & CEO Imaji Studio (Foto: Stevy Widia/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Industri mode kerap menjadi faktor penyebab pencemaran lingkungan. Namun belakangan ini muncul tren untuk menerapkan sustainable fashion, yang juga disebut eco design.

Diatce G. Harahap: Melalui Bang Joni Ingin Membantu Pelayanan ke Pelanggan

Diatce G. Harahap, Founder & CEO PT Jualan Online Indonesia (Bang Joni) (Foto: Fahrul Anwar/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Dunia teknologi terus berkembang dan melahirkan invoasi baru. Salah satunya adalah teknologi artificial intelligence (AI). Dengan teknologi ini Anda bisa punya teman virtual yang melayani berbagai kebutuhan.

M. Firdaus Abdulloh : Bikin Tenun NTB Mendunia Lewat Sepatu Selo

M. Firdaus Abdulloh, Founder & CEO Selo (Foto: Fahrul Anwar/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Tenun adalah ekonomi kreatif yang menjadi kekayaan budaya provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Kini kearifan lokal ini semakin mendunia dalam berbagai produk yang dikemas secara kekinian.

Daniel Witono : Beri Solusi Akuntansi Bagi Pelaku Usaha Kecil

Daniel Witono, Founder & CEO Jurnal.id (Foto: Fahrul Anwar/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Perkembangan usaha rintisan (startup) digital di Indoesia dalam beberapa tahun terakhir sangatlah pesat. Mereka hadir menawarkan beragam solusi kreatif untuk berbagai kebutuhan. Termasuk, salah satunya, aplikasi online untuk menopang administrasi keuangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Fadli Wilihandarwo : Mengembangkan Aplikasi Curhat Untuk Membantu Meringankan Sakit Pasien

Fadli Wilihandarwo, Founder & CEO Pasienia.com (Foto: Stevy Widia/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Proses perkembangan dunia teknologi digital telah mempengaruhi banyak bidang. Salah satu yang mengalami penetrasi digitalisasi teknologi adalah bidang kesehatan.

Monica Mulanisari: Bawa Tas Kulit Jogjakarta Melenggang Ke Negeri Sakura

Monica Mulanisari, Co-founder & Presiden Direktur Kias Leather (produsen tas kulit merek Mahogre) (Foto: Fahrul Anwar/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Di tengah gempuran produk-produk tas kulit dari luar negeri, perajin tas kulit lokal masih bertahan. Bahkan, ada yang sanggup menembus pasar internasional.

Mikhael Gaery Undarsa : Hindari Bisnis Mimpi

Mikhael Gaery Undarsa, Co-founder sekaligus Chief Communication Officer Tiket.com (Foto: Fahrul Anwar/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Kemajuan teknologi di era digital turut mempengaruhi kepribadian masyarakat. Salah satu yang berubah adalah karakter masyarakat dalam melakukan kegiatan traveling. Dari sinilah lahir bisnis aplikasi travel.

Kevin Osmond : Jadi (Digital) Entrepreneur Harus Bisa Validasi Bisnis

Kevin Osmond, Founder & CEO Printerious (Foto: Fahrul Anwar/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - “Ide bisnis itu murah, eksekusilah yang mahal,” Hal itu yang terbukti pada para pelaku usaha rintisan (startup). Beragam startup teknologi bermunculan, namun tak banyak yang bertahan.

Edward Widjanarko : Bantu Permudah Akses Pembiayaan Bagi Mahasiwa

Yohanes Edward Widjanarko, Co-Founder & CEO Cicil.co.id (Foto: Fahrul Anwar/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Mahasiswa identik dengan perjuangan untuk bisa lulus dengan biaya hidup yang pas-pasan. Banyak juga di antara mereka berotak cerdas, tetapi berasal dari daerah dan dengan keadaan ekonomi yang minim. Sehingga tak jarang konsentrasinya pecah menjadi dua antara kuliah dan memenuhi biaya kuliah.

Reynazran Royono : Jeli Menangkap Peluang Bisnis dari Big Data

Reynazran Royono, Founder & CEO Snapcart (Foto: Istimewa/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Saat ini Indonesia sedang dalam proses menjadi salah satu pasar konsumer terbesar di dunia, terutama dalam hal bisnis digital. Namun bagaimana Indonesia mengaplikasikan kemampuan online di bisnis offline?

Kevin Kumala : Terpanggil Untuk Melestarikan Alam Dengan Bioplastik

Kevin Kumala, Founder & Chief Green Officer Avani Eco (Foto: Fahrul Anwar/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Selama ini sampah plastik punya reputasi sangat buruk. Bahkan, timbunan sampah plastik menjadi masalah dunia dan disebut-sebut sebagai penyebab pemanasan global, polusi, dan berbagai masalah lingkungan lainnya. Namun sebuah inovasi telah menghadirkan kantong plastik ramah lingkungan, bahkan bisa dimakan.

Achmad Zaky : Jadi Pelaku e-Commerce, Kuncinya Harus Kreatif

Achmad Zaky, Founder & CEO Bukalapak.com (Foto: Fahrul Anwar/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Iklim bisnis daring di Indonesia terbilang sehat. Meski belum sebesar di negara maju, namun bisnis daring ini mulai menjadi penopang perekonomian masyarakat. Bahkan, diperkirakan akan terus tumbuh pesat dan menjadi bagian dari kekuatan ekonomi Indonesia.

Arlin Condro : Wangi Aromanya, Semerbak Bisnisnya

Arlin Condro, Founder & CEO Peek.me Natural (Foto: Stevy Widia/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Sejak satu dekade silam, aromaterapi telah menjadi bisnis yang menjanjikan di Indonesia. Pasarnya tak pernah menyusut, sebaliknya terus melebar karena perubahan gaya hidup. Keuntungan bisnis aromaterapi pun semerbak mewangi.

Resika Caesaria : Berdayakan Ekonomi Masyarakat Dengan “Cimol”

Resika "Cika" Caesaria Priyono, Founder & CEO Made Arizka Grup (Foto; Dok. Pribadi/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Menjadi wirausahawan itu pada hakekatnya adalah usaha mandiri. Kemandirian ini bukan tidak membutuhkan orang lain, tetapi tidak menjadi beban orang lain. Di sisi lain, wirausaha juga berpotensi menciptakan kehidupan ekonomi bagi orang lain dan lingkungan.

Mohamad Iqbal : Mengembangkan Solusi Teknologi Bagi Pelaku UMKM

Mohamad Iqbal, Founder & CEO Bandros.co.id (Foto: Dok. Pribadi/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Pertumbuhan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia sangatlah pesat. Jumlah pelaku UMKM di Indonesia diperkirakan mencapai 60 juta pelaku. Kegiatan bisnis ini terbukti tidak terpengaruh terhadap krisis. Oleh karena itu, kerjasama untuk pengembangan dan ketahanan UMKM perlu diutamakan.

Rowland Asfales : Memproduksi Sepatu Ramah Lingkungan Yang Trendi

Rowland Asfales, Founder & CEO Pijakbumi (CV Trihaka Fashion) (Foto: Fahrul Anwar/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Industri fesyen terus bergulir dengan cepat. Selain pergantian gaya, kuantitas produksi juga menjadi tuntutan. Namun belakangan ini kepedulian terhadap lingkungan telah mengubah pandangan banyak pelaku industri fesyen. Mereka menciptakan produk yang fashionable namun tetap peduli terhadap isu sosial dan lingkungan.

Dhamar Perbangkara : Memanfaatkan Limbah Kayu Untuk Menghargai Alam

Dhamar Perbangkara, Founder & CEO Gauri Art Division (Foto: Stevy Widia/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Kerajinan kayu (woodcraft) bagi masyarakat Indonesia merupakan produk yang sudah lama ditekuni dan menjadi salah satu kekayaan seni kriya yang dikenal hingga ke mancanegara.  Tak hanya kayu dari alam, kayu limbah (sisa kayu) pun ternyata masih bisa dimanfaatkan menjadi produk bernilai tinggi.

Iis Ismail Khanafi : Membangun Marketplace Bagi UKM Kuliner Lokal

Iis Ismail Khanafi, Founder & CEO Kulzein.com (Foto: Fahrul Anwar/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Berangkat dari hobi mencicipi makanan ternyata bisa mendatangkan ide bisnis yang menarik. Keterbatasan modal, bukan menjadi penghalang. Teknologi menjadi sarana untuk mengembangkan usaha dibidang kuliner. Itulah yang dialami Iis Ismail Khanafi.

Harry Liong : Pematung Di Era Digital

Harry Liong, Founder 7& CEO Sugacube (Foto: Fahrul Anwar/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Pemanfaatan mesin cetak tiga dimensi atau 3D Printer di Indonesia dianggap masih sangat minim. Bahkan, dibandingkan negara tetangga di kawasan Asia Tenggara sekalipun. Padahal, pemanfaatannya bisa dalam banyak hal. Termasuk untuk menghasilkan karya seni rupa yang dapat meraup omzet hingga ratusan juta Rupiah.

Leonika Sari Njoto Boedioetomo : Membantu Masyarakat Melakukan Donor Darah Secara Rutin

Leonika Sari Njoto Boediono, Founder & CEO Redblood.com (Foto: Dok/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Donor darah sekarang, untuk masa depan seseorang… Setiap Anda membaca tulisan ini, 5 orang di Indonesia sedang sekarat menunggu datangnya transfusi darah.

Kebutuhan akan transfusi darah di berbagai negara masih sangat rendah, terutama di negara-negara berkembang. Begitu juga tingkat kesadaran warganya untuk menyumbangkan darahnya, masih rendah. Hanya 40% dari penduduk di negara berkembang yang dapat terpenuhi kebutuhan darahnya.

Jay Jayawijayaningtiyas : Pilih Berwirausaha Agar Bisa Memberi Manfaat Kepada Banyak Orang

Jay Jayawijayaningtiyas, Co-Founder & CEO Ahlijasa.com (Foto: Fahrul Anwar/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Inovasi dan kreativitas bila dikawinkan dengan teknologi digital akan melahirkan berbagai jenis solusi baru bagi kehidupan sehari-hari. Salah satunya adalah layanan on demand.  Kini, tak hanya moda transportasi yang memiliki layanan aplikasi mobile, jasa rumah tangga juga sudah tersedia dalam bentuk aplikasi.

Jose Andri : Bisnis Itu Harus Bisa Menciptakan Pasar

Jose Andri, Founder & CEO Arete (Foto: Stevy Widia/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Memasuki tahun 2017, tren industri fesyen akan kembali meminati  bahan material kulit. Meski sering dibanderol dengan harga selangit, para penggemarnya tak kunjung berkurang. Ini semua berkat sifat material kulit yang kuat dan tahan lama meski telah dipakai bertahun-tahun.

Azka Asfari Silmi : Pembuat Mesin Pencari Sosial

Azka Asfari Silmi, Founder & CEO Geevv.com (Foto: Stevy Widia/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Perkembangan internet telah melahirkan mesin pencari (search engine). Dengan program ini maka kita seolah mendapat “pintu ke mana saja”, berbagai informasi dari seluruh dunia ada di sana. Namun, tahukah Anda jika mesin pencari juga bisa menjadi sarana untuk menyalurkan donasi bagi kegiatan sosial?

Jason Lamuda : Ingin Bangun e-Commerce Indonesia Lebih Besar

Jason Lamuda, CEO & Co-Founder Berrybenka (Foto: Fahrul Anwar/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Bisnis e-commerce yang menyediakan layanan belanja online dengan cara yang mudah, aman dan praktis terus bertumbuh di Indonesia. Dari sekian banyak produk e-commerce yang dipasarakan secara online, ternyata kategori fesyen merupakan produk yang paling banyak dicari oleh para pembeli.

Naya Tinanda Nabila : Karena Passion-nya Di Dunia Make Up

Naya Tinanda Nabila, CEO & Founder Rollover Reaction (Foto: Fahrul Anwar/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Sejatinya, bisnis kosmetik tidak mengenal musim. Bisnis ini tidak pernah sepi pembeli. Maklum, kosmetik sudah menjadi kebutuhan pokok kaum perempuan. Tak mengherankan, perusahaan pun dituntut terus berinovasi melahirkan produk baru sesuai tren yang berkembang.

Yeni Dwi Fitriana : Menyejahterakan Masyarakat Desa Lewat Eco Wisata Organik

Yeni Dwi Fitriana, Founder dan CEO Desa Wisata Dewi Temas, Malang (Foto: Dok. Pribadi/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Indonesia memiliki potensi wisata luar biasa yang seharusnya bisa menjadi andalan untuk mengangkat taraf hidup masyarakat. Sektor pariwisata bisa menjadi sektor penopang pemasukan negara di bidang non migas. Sekarang semakin banyak cara dan strategi untuk mengangkat potensi wisata di suatu daerah. Salah satunya dengan mengembangkan desa wisata.

Faza Ibnu Ubaidillah : Jadikan Komik Bisnis Yang Menjajikan

Faza Ibnu Ubaydillah, Kreator komik "SI Juki", serta CEO dan founder Pionicon Management (Foto: Stevy Widia/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Karya kreativitas lewat cerita bergambar alias komik telah ada di Indonesia jauh sebelum proklamasi kemerdekaan. Karya terus lahir dan berkembang sesuai kebutuhan zaman. Bahkan, di tengah ramainya internet, para pembuat komik tetap berkarya dan mampu hadir dengan wadah baru, yaitu digital.

Muhammad Putra Dermawan dkk : Turut Menyiapkan dan Membangun SDM Andal di Bidang IT

Muhammad Putra Dermawan, Founder & CEO Alteration Studio (Foto: Fahrul Anwar/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) mulai berjalan. Tentu saja, Indonesia dihadapkan dengan tantangan berupa persaingan yang makin ketat. Untuk meningkatkan kemampuan daya saing, maka pemanfaatan teknologi informasi (information technology/IT) sangat dibutuhkan. Hanya saja, masih banyak masyarakat Indonesia belum tahu bagaimana memanfaatkan perkembangan teknologi itu dengan optimal.

Bunga Mega : Memberdayakan Perempuan Agar Jadi “Cewek Kuat”

Bunga Mega, Cofounder & CEO Community Republic (Foto: Fahrul Anwar/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Ini adalah era kesetaraan gender, saat pria dan wanita punya kesempatan yang sama dalam karier. Bahkan, wanita karier zaman sekarang tidak lagi takut bermimpi dan berambisi. Namun, pada kenyataannya masih banyak perempuan yang belum meraih impiannya.

Faiz Sadad : Tumbuhkan Semangat Kreativitas Lewat Bokumi

Faiz Saad, Co-Founder & CEO Bokumi (Foto: Stevy Widia/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Urban toys adalah salah satu kategori dunia koleksi mainan yang jarang didengar oleh kebanyakan orang. Berbeda dengan mainan pabrikan pada umumnya, urban toys lebih mengarah kepada karya seni. Toh, kini pasar urban toys juga mulai berkembang di Indonesia.

Faris Sundara Putra : Bangun Jalan Tol Bagi Pelaku Startup

Faris Sundara Putra, Founder & CEO Cubic Inc (Foto: Fahrul Anwar?youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Belakangan ini kita sering mendengar istilah startup dalam dunia bisnis di Indonesia. Perkembangan internet yang sangat pesat membuka peluang besar untuk pertumbuhan startup.  Selain kucuran investasi, program inkubator dan akselerator merupakan salah satu penggerak tumbuhnya ekosistem startup teknologi.

David Christian : Berinovasi Sembari Turut Menyelamatkan Lingkungan

David Christian, founder & CEO Evoware (Foto: Fahrul Anwar/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Anda bakal tertarik dengan produk gelas yang satu ini. Pasalnya, produk berbentuk gelas berwarna-warni ini terbilang unik. Sepintas terlihat sama dengan gelas yang biasa dipakai untuk minum sehari-hari. Namun gelas yang menjadi wadah es krim, buah dan minuman lainnya ini bisa sekaligus dimakan. Ini bukan aksi sulap atau aksi sihir loh.

Ken Ratri Iswari : Wanita Pemburu IT Talent

Ken Ratri Iswari, co-Founder & CEO GeekHunter (Foto: Stevy Widia/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Di era digital seperti sekarang, menjadi programmer adalah salah satu profesi yang diidam-idamkan. Apalagi dengan semakin luasnya jaringan internet membuat profesi ini tidak memiliki batasan wilayah. Menariknya sejumlah perusahaan teknologi mengakui mereka masih kesulitan mendapatkan talent programmer.

Valery Moniaga dkk : Melalui Celengan, Menyalurkan Hasrat Untuk Membantu Sesama

Valery Moniaga (kiri), co-founder & Marketing Manager Celengan (Foto: Dok. Pribadi/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Anda tahu celengan ayam? Celengan dari tanah liat dengan bentuk dan motif ayam jago ini memang klasik. Mungkin sudah tidak banyak orang yang memiliki celengan ayam di era modern seperti ini. Namun top of mind akan celengan ayam ini masih kuat melekat. Bahkan kini image ini mewakili semangat untuk berbagi dengan sesama.

Eldwin Viriya : Sukses Mengembangkan Game Beridentitas Indonesia

Eldwin Viriya, Founder & CEO Own Games (Foto: Fahrul Anwar/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Tahu bulat digoreng dadakan, lima ratusan, gurih-gurih nyoi…”

Suara khas dan diputar berulang-ulang itu, hampir setahun belakangan ini sering terdengar di berbagai tempat di kawasan Jabodetabek dan sekitarnya. Suara rekaman itu merupakan kreativitas penjual tahu bulat yang berkeliling menggunakan mobil bak terbuka dalam menjajakan dagangannya.

Dina Rimandra Handayani : Ingin Merawat Tradisi Batik

Dina Rimandra Handayani, CEO & Founder Ambah Batik (Foto: Fahrul Anwar/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Berbisnis bukan sekadar untuk meraih keuntungan namun bagaimana bisa berkontribusi kongkrit terhadap lingkungan masyarakat. Salah satunya dengan terlibat dalam pelestarian tradisi dan budaya lokal. Karena jika tidak terus dijaga maka eksistensi budaya ini akan tergerus oleh globalisasi.

Fransisca Tjong : Sukses Berbisnis Pancake Karena Passion dan Hobi

Fransisca Tjong, Co-founder & Marketig Director Pancious Group (Foto: Stevy Widia/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Bisnis makanan dan minuman atau food & beverages (F&B), menjadi bisnis yang menggiurkan. Banyak orang yang mencoba peruntungan mereka di bisnis ini. Namun ini bukanlah bisnis yang gampang. Kompetisi dan perubahan tren menjadi tantangan utama bisnis ini.

Indra Noviansyah : Meraup Untung dari Bisnis Daur Ulang Sampah

Indra Noviansyah, Founder & CEO Limbahagia (Foto: Dok. Pribadi/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Bisnis daur ulang sampah terdengar kurang menarik dan populer di telinga masyarakat. Pada kenyataannya sampah menjadi salah satu peluang bisnis yang menguntungkan.

Ardiansyah Badiu : Wirausaha Merupakan Pilihan Terbaik

Ardiansyah Badiu, Founder dan CEO Papa.Tea (Foto: Dok. TRI/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Industri makanan dan minuman di Indonesia memiliki peranan penting dalam pertumbuhan ekonorni di Indonesia. Bahkan industri ini dinilai paling siap dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Oleh karena itu pengusaha makanan dan minuman pun terus tumbuh dan berkembang.

Ganjar Setyawan Cahyoaji : Mendaur Ulang Sampah Plastik Jadi Bernilai Seni

Ganjar Setyawan Cahyoaji, Pelukis sampah plastik, Founder Ganj Art (Foto: Dok. Pribadi/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Sampah adalah masalah sosial di banyak negara. Selain menimbulkan pemandangan tidak sedap, timbunan sampah dapat mengakibatkan banyak kerugian. Mulai dari penyakit hingga banjir. Namun di balik semua itu, ada sejumlah orang yang menghasilkan keuntugan dari sampah. Bahkan bisa melahirkan karya seni yang bernilai tinggi.

Alia Noor Anoviar : Berdayakan Masyarakat Miskin Metropolitan Lewat Bisnis Sosial

Alia Noor Anoviar, Founder Dreamdelion Community Empowerment (DCE) (Foto: Fahrul Anwar/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Kota metropolitan seperti Jakarta menyimpan dua sisi kehidupan yang berlawanan. Di satu sisi gemerlap layaknya kota besar dunia dengan gedung pencakar langit, mobil hilir mudik lengkap dengan kaum pekerja dan intelektual. Di sisi lain, masih ada masyarakat terpinggirkan, anak-anak putus sekolah dan pengangguran.

Gabriella Valonia: Ingin Membantu Orang Mendapatkan Layanan Spa Terbaik

Gabriella Valonia, Founder dan CEO Milaxo.com (Foto: Stevy Widia/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Sebuah hasil riset Google terbaru menyebutkan: orang Indonesia semakin ingin tampil cantik dan menarik. Hal ini menjadi peluang bagi bisnis di bidang kecantikan, spa dan kebugaran. Namun beragam pilihan yang ditawarkan tempat layanan spa ternyata membuat masalah dan peluang baru.

Devriansyah Kurniawan : Bisnis Kreatif Tak Ada Matinya

Devriansyah Kurniawan, Founder & CEO Devri Art Production (Foto: Dok. Pribadi/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Dalam ketertekanan secara ekonomi terkadang menimbulkan daya kreativitas. Dan lambat laun jika kreativitas itu dikelola dapat menjadi bisnis yang sukses. Tentu butuh kemauan, kerja keras, dan semangat yang tinggi. Termasuk mengikuti tren yang ada di masyarakat. Langkah-langkah ini ibarat main game, jika kalah coba lagi dan lagi sampai menang.

Mesty Ariotedjo : Harpist Yang Peduli Kesehatan Masyarakat

Mesty Ariotedjo, Founder & CEO WeCare.id. Ia juga berprofesi sebagai Dokter, Fashion Model, dan Musician (Foto: Fahrul Anwar/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Kesehatan adalah hak dasar setiap orang, dan semua warga negara berhak mendapatkan pelayanan kesehatan. Terpenuhinya hak tersebut membuat masyarakat dapat berperan sebagai individu yang prima dan produktif. Namun, pada kenyataannya, tidak semua penduduk Indonesia memiliki akses terhadap pelayanan kesehatan yang baik.

Dennis Adhiswara : Melalui Layaria Tawarkan Konten Tontonan Alternatif Berkualitas

Dennis Adhiswara, Founder & CEO Layaria.com (Foto: Fahrul Anwar/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Televisi telah menjadi kotak ajaib bagi banyak orang. Sayangnya, siaran televisi tak hanya menghadirkan konten positif dan bermanfaat tetapi juga sebaliknya. Hal ini mengundang pro dan kontra di kalangan masyarakat. Tak ingin sekadar berpendapat, sejumlah creator konten bertindak untuk “melawan” kejenuhan tayangan mainstream.

Raissa dan Amanda : Semangat Ngembangin Bisnis Pakaian Daleman

Raissa Grimonia dan Amanda Poernomo, dua Founder Clad.co (Foto: Fahrul Anwar/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Kreativitas di industri fesyen memang terus tak sebatas kreasi dalam busana serta aksesori saja, tetapi juga untuk celana dalam. Meski ceruk pasarnya kecil, namun pasar busana ini tak ada matinya.

Farid Naufal Aslam : Melalui Aruna Ingin Membantu Indonesia Jadi Poros Maritim Dunia

Farid Naufal Aslam, Founder dan CEO PT Aruna Jaya Nusantara (Aruna Indonesia) (Foto: Dok. Pribadi/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Indonesia dianugerahi laut yang begitu luas. Potensi tersebut menempatkan Indonesia sebagai negara dengan sumber daya kelautan yang besar, termasuk kekayaan keanekaragaman hayati dan non hayati kelautan terbesar. Menariknya, Indonesia belum berjaya di bidang maritim.

Hendriyadi Bahtiar : Membantu Pendidikan Anak-Anak dan Memberdayakan Masyarakat Pesisir

Hendriyadi Bahtiar, Founder & Advisor SahabatPulau.org, ketika mengajar anak-anak kurang mampu di daerah pesisir (Foto: Dok. pribadi/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Pendidikan merupakan bagian proses mencetak generasi penerus bangsa. Dengan pendidikan lahir sumber daya manusia yang berkualitas baik dari segi intelektual, emosional, maupun spiritual. Sayang, masih banyak orang Indonesia yang kesulitan mendapat pendidikan.

Julian Tanoto : Modal Nekad Bangun e-Dagang Fesyen

Julian Tanoto, Founder dan CEO Cloth-inc.com (Foto: Stevy Widia)

YOUNGSTER.id - Belanja produk mode secara online mulai menjadi bagian masyarakat. Seiring dengan itu, keberadaan startup e-commerce mode pun semakin ramai. Bisnis ini tumbuh dengan pesat dan memiliki pasar yang menjanjikan.

Yukka Harlanda : Melihat Peluang Bisnis dari Kesulitan

Yukka Harlanda, Founder & Chief Engineer PT Brodo Ganesha Indonesia (Sepatu Brodo) (Foto: Fahrul Anwar/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Ada berbagai model bisnis yang ada di sekitar kita. Namun masih ada banyak orang ketika ingin terjun jadi wirausaha kebingungan memilih jenis usaha yang akan ditekuni. Ternyata, ada usaha yang muncul dari kesulitan yang dihadapi diri sendiri. Dari kesulitan yang dihadapi lahirlah ide kreatif dan inovatif yang menghasilkan keuntungan. Seperti yang dialami oleh Yukka Harlanda.

Alween Ong : Wirausaha Adalah Jalan Untuk Mandiri

Alween Ong, Founder dan CEO Alcompany Indonesia (Foto: Dok. Pribadi/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Menjadi seorang wirausaha tidak semudah membalikkan telapak tangan. Butuh kerja keras, pengalaman dan ilmu pengetahuan. Jika kerja keras dan pengalaman itu dapat diperoleh langsung, maka ilmu adalah sesuatu yang perlu ditimba dari yang lebih berpengalaman. Namun tak banyak orang yang mau berbagi wirausaha, bahkan membuka peluang usaha bagi orang lain. Salah satunya Alween Ong.

Juliana Pateh : Berbisnis Karena Tak Ingin Susah

Juliana Pateh, Founder dan CEO PT Yabeta, Pesona Putri dan Sinar Indonesia Display (Foto: Stevy Widia/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Kaum perempuan saat ini tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. Bahkan, mereka semakin menunjukkan eksistensinya sebagai seorang professional di bidangnya. Wanita yang punya keahlian dan kemampuan layak dan berhak menduduki posisi tertentu dan teratas di perusahaan, departemen atau bahkan di negara ini.

Veronica Stevany : Piawai Dalam Berbagai Gaya Desain Grafis

Veronica Stevany, Desainer & founder veronicastevany.com/Graphic by Veste (Foto: Stevy Widia/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Desain grafis atau komunikasi visual telah menjadi tren di masyarakat. Produknya pun telah melekat dan ikut membentuk kehidupan modern. Dan dalam desain grafis, Indonesia tidaklah kalah.

M. Ilham Adiansyah : Jadi Pengembang Game Karena “Kepo”

M. Ilham Adiansyah, co-founder & COO Oloop Studio (Foto : Stevy Widia/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Sejalan dengan perubahan zaman dan teknologi, perkembangan industri game di dunia ternyata menciptakan peluang bisnis dengan nilai yang cukup luar biasa, hingga triliunan rupiah. Termasuk di Indonesia.

Gamal Albinsaid : Menjaga Kesehatan Masyarakat Lewat Asuransi Sampah

Gamal Albinsaid, Founder dan CEO Klinik Asuransi Sampah Indonesia Medika (Foto: dok. pribadi/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Sampah kerap menjadi sumber penyakit di masyarakat. Namun siapa bisa mengira, limbah dari kegiatan manusia ini dapat menjadi solusi bagi pemenuhan biaya kesehatan masyarakat.

Novi Purba : Jadikan Limbah Batik Cantik dan Berdaya

Novi Anathasia Purba, Founder dan CEO KAMA Batik (Foto: dok. pribadi/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Belakangan ini batik hadir hampir di semua lini fesyen. Di sisi lain, limbah batik dapat diolah menjadi produk yang menarik sekaligus sarana pemberdayaan kaum perempuan.

Robby Pratama : Bawa Animasi Indonesia Mendunia

Robby UI Pratama, Founder dan CEO Ayena Studio (Foto: Stevy Widia/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Indonesia punya jagoan super baru bernama, Super Neli. Berbeda dengan pahlawan super yang pernah ada, sosok Super Neli adalah seorang nenek tua. Meski fisiknya terlihat renta, kejahatan selalu berhasil ditumpasnya. Kehebatan Super Neli bahkan dikenal sampai ke mancanegara.

Romelih Ismail : Sukses Berkat Jasa Aqiqah Online

Romelih Ismail, Founder dan CEO Sahabat Aqiqah (Foto : Marcia Audita/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Kehadiran buah hati dalam keluarga selalu disambut dengan penuh rasa syukur. Dalam tradisi umat muslim, ungkapan syukur itu diwujudkan dalam acara Aqiqah. Kini tersedia jasa aqiqah online.

Daniel Mananta : Berbisnis Karena Cinta Indonesia

Daniel Mananta, Founder dan CEO Damn! I Love Indonesia (Foto : Stevy Widia/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Meraih kemapanan dalam berbisnis adalah cita-cita semua pengusaha. Namun untuk menuju hal itu butuh perjuangan dan kedisplinan. Bahkan tak jarang harus gagal dalam berbagai usaha, baru menemukan yang paling cocok. Selain itu perlu target dan visi yang jelas dari usaha itu.

Hestyriani Anisa : Berinvestasi Sekaligus Memberdayakan Masyarakat Miskin

Hestyriani Anisa, Founder dan CEO IWAK, dan Ade Armyanta Yusfantri, Co-Founder IWAK (Foto: dok. pribadi/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Sekarang ada banyak produk investasi. Mulai dari saham, reksadana, properti, obligasi, deposito hingga emas dan masih banyak jenis investasi lainnya. Ada juga investasi alternatif yang tidak saja memberi keuntungan bagi invesor, tetapi dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin. Seperti yang ditawarkan Hestyriani Anisa lewat program investasi IWAK.

Audrey Maximilian: Ingin Berkontribusi Mengubah Kehidupan dan Kesehatan Mental Masyarakat

Audrey Maximilian Herli, Founder & CEO Riliv.co (Foto: dok. Pribadi/Youngster.id)

YOUNGSTER.id - Zaman keterbukaan ini telah membuat banyak orang kerap mencurahkan isi hati ke media sosial dengan terbuka. Sayang, curahan hati itu bukan mendapat solusi, tetapi kerap menjadi bumerang dan berakibat bullying. Beruntung, kini hadir aplikasi bagi mereka mencurahkan isi hati dan mencari solusi untuk mendapatkan pikiran tenang dan damai: Riliv.

Adrian Riyadi: Berbisnis Sepatu Karena Cinta Sneakers

Adrian Riyadi, Founder dan CEO KiXXX (Foto: Marcia Audita/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Siapa tidak kenal sneakers? Sepatu dari sol karet sintetis serta bahan kanvas di bagian atasnya ini telah ada sejak abad 18. Sekarang sepatu ini tak hanya kebutuhan, tapi telah menjadi sebuah pernyataan fashion. Bahkan sneakers juga bisa menjadi sumber inspirasi untuk berwirausaha.

Ahmad Syarif Hidayatullah: Jadi Entrepreneur itu Sulit Tapi Mengasyikan

Ahmad Syarif Hidayatullah, founder dan CEO Cyberlabs )Foto: Stevy Widia/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Keterbatasan pendidikan tidak menjadikan batasan kesuksesan seseorang. Hal itu dibuktikan oleh Ahmad Syarif Hidayatullah. Pemuda lulusan SMK ini berhasil mendirikan sebuah startup di bidang IT dengan omzet puluhan juta setiap bulan. Modalnya adalah sikap percaya, jujur, positif, bertanggung jawab, profesional dan solutif.

Nadya Saib : Ciptakan Kecantikan Yang Berdampak Positif

Nadya Saib, Founder dan CEO Wangsa Jelita (Foto: Anggie Adjie Saputra/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Penampilannya bersahaja, dengan sedikit polesan rias di wajahnya. Toh, wanita berjilbab ini tetap terlihat cantik dan penuh semangat. Padahal, dia adalah pengusaha muda yang sedang moncer di bidang kecantikan.

Yasa P. Singgih: Berani Memulai Bisnis Sejak Muda

Yasa Paramita Singgih, Presiden Mens Republic (Foto: Dok. Pribadi/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Forbes mengeluarkan daftar 30 anak muda di Asia yang berusia di bawah 30 tahun yang mampu memberi warna lain di bisnis e-commerce dan ritel. Menariknya, pengusaha termuda yang masuk daftar ini adalah Yasa Paramita Singgih. Anak muda Indonesia berusia 21 tahun ini merupakan pendiri clothing line Men’s Republic.

Iman Usman : Si Anomali Yang Mampu Buat Solusi

Iman Usman, Founder dan Direktur Produk dan Kerjasama RuangGuru.com (Foto: Stevy Widia/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Datang dari keluarga sederhana tidak membuat Iman Usman menyerah. Dia bertekad mengalahkan keadaan dan meraih pendidikan setinggi-tingginya. Alhasil Iman menjadi anomali bagi keluarganya. Bahkan, kini ia mampu membawa solusi terbaru bagi dunia pendidikan.

Ivan “Van Gabriel” Raharto : Hobi Yang Mengantarnya Jadi Raja

Ivan "Van Gabriel" Rahato, Magician, Founder dan CEO RajaSulap (Foto: Anggie Adjie Saputra/Youngsters.ID)

YOUNGSTER.id - Berawal dari kekaguman pada seni sulap, membuat Ivan Raharto menjadikan sulap sebagai hobi. Ternyata hobi ini dikemudian hari mengubah jalan hidup Ivan. Dia menjadikan sulap sebagai bisnis yang merajai pertunjukan sulap Tanah Air.

Irzan Raditya : Pulang Ke Tanah Air Demi Membuat Solusi

Irzan Raditya, CEO dan founder YesBoss (Foto: Stevy Widia/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Tinggal di luar negeri dengan kehidupan yang nyaman, dan penghasilan yang besar ternyata tidak selalu membuat betah. Buktinya, Irzan Raditya, setelah 8 tahun tinggal di Jerman dia memutuskan untuk pulang ke Tanah Air. Di sini dia mengejar mimpi untuk membangun sesuatu yang dapat memberi solusi dan berdampak besar bagi negeri kelahirannya Indonesia.

Pemuda berperawakan kecil yang ramah dan murah senyum ini adalah founder dan CEO YesBosss, startup yang menyediakan layanan virtual assistan untuk semua permintaan. Bisnis ini baru dibangun Irzan pada tahun 2015. Pasalnya selama delapan tahun dia bermukin di Jerman.

“Saya kalau pulang liburan selalu melihat Jakarta ini kota besar, hectic, macet di mana-mana. Saya jadi berpikir, andaikata kita punya waktu lebih dari 24 jam, andaikata bisa melakukan lebih banyak hal dalam satu hari. Andaikata punya asisten. Dan terpikir untuk mencari solusi akan masalah ini,” ungkap Irzan kepada Youngsters.id.

Panggilan untuk membuat solusi akan masalah di Tanah Air membuat Irzan memutuskan untuk pulang dan mendirikan YesBosss. Sebelumnya selepas SMA, Irzan telah tinggal di Jerman. Pada 4 tahun pertama dia kuliah di The Hochschule für Technik und Wirtschaft  atau HTW Berlin University. Di sana ia belajar computer science dan mobile application. Kemudian 4 tahun berikutnya dia bekerja sebagai mobile app developer di Zalando, anak perusahaan Rocket  Internet. Kemudian menjadi Head of mobile product di Takeaway.com, sebuah jasa layanan antar online terbesar di Eropa yang beroperasi di 11 negara.

“Saya melihat ada kesempatan besar untuk membangun sesuatu yang impactful di Indonesia, maka dari itu saya memutuskan untuk kembali ke Indonesia dan berkomitmen mengoperasikan YesBosss secara full-time,” ungkap pemuda kelahiran 11 Desember 1988 itu.

Dia membangun startup yang mengusung konsep conversation commerce. Konsep ini tengah menjadi tren di peta startup dunia karena menjadi asisten virtual yang mempermudah kegiatan sehari-hari. Lewat YesBosss, Anda akan dapat aneka layanan dan jasa untuk memudahkan kegiatan sehari-hari. Mulai dari pemesanan makanan, reservasi restoran, berbelanja, dan sebagainya.

“Hidup di Jerman dimana kultur masyarakatnya sangat tepat waktu dan efisien dalam melakukan berbagai hal, membuat saya belajar bahwa waktu itu sama berharganya dengan uang. Dan saya kembali ke Indonesia membawa YesBoss agar dapat membantu dan mengingatkan bahwa betapa berharganya waktu yang kita miliki,” kata Irzan.

Untuk mengembangkan YesBoss ini Irzan menggandeng dua rekannya Christian Franke (Chief Operation Officer), dan Wahyu Wrehasnaya  (Chief Customer Officer) dan Reynir Fauzan  (Chief Marketing Officer). Mereka mulai membangun YesBosss pada Juni 2015 di Jerman dan meluncurkan di Indonesia pada September 2015.

Hebatnya, dalam kurun waktu singkat YesBosss sudah mendapat 40.000 register user dan memproses 90% request. Bahkan, baru-baru ini, mereka mengakuisisi startup penyedia asisten pribadi virtual asal Filipina bernama HeyKuya, milik Machine Ventures.

 

Musik dan Teknologi

Kesuksesan yang diraih YesBoss dalam waktu singkat itu bagi Irzan bukan hasil instan. Jalan panjang telah dia lalui sebelum memulai sebagai technopreneur.

Sejak kecil Irzan memang sudah bersentuhan dengan dunia teknologi dan musik. Sang ayah yang bekerja di Motorola kerap membawa gadget ke rumah. “Masih membekas di ingatan, ketika ayah saya mengenalkan saya dengan komputer, bahkan gadget. Masih ingat ketika beliau membawa handphone yang tentunya belum masuk ke saku, tapi ada di rumah,” kenangnya.

Di sisi lain Irzan juga suka dengan musik. Semasa SMP pemuda yang pandai bermain gitar dan bas itu jadi anak band. Berbarengan dengan itu, dia juga menggemari game dan teknologi. “Semasa SMP saya sudah merasakan internet broadband. Kesempatan ini saya manfaatkan untuk menjual jasa bot dari game Ragnarok Online,” ujarnya.

Hasil dari menjual jasa bot ini ternyata lebih dari cukup untuk menambah uang saku bagi seorang anak SMP. Selain itu, aktivitas Irzan yang juga berbau teknologi adalah hacking. “Saya ingat waktu itu sudah era Playstation 2, tapi saya masih punya Playstation 1. Ada game WWE Smackdown yang karakternya ada di PS2 tapi saya hack supaya bisa ada di versi PS1,” ujarnya seraya tertawa.

Sadar akan ketertarikannya terhadap programming, ia mulai mempelajari ilmunya secara lebih serius. Karena itu penggemar Blink 182 ini memutuskan untuk kuliah ke Jerman. Demi cita-cita itu, Irzan mengikuti kursus bahasa Jerman 500 jam, dan akhirnya lolos kuliah gratis di Berlin.

Namun dunia musik tidak ditinggalkan. Di Jerman, Irzan sempat kembali main band bersama Not Called Jinx. Bahkan, ia sempat tampil di festival musik Java Rockin Land 2010 dan tur ke berbagai kota di Indonesia dan Jerman. Namun dia akhirnya memutuskan untuk serius menekuni kuliah. “Saya menyadari saya seorang mahasiswa yang ketika itu masih kuliah dan itu harus saya selesaikan,” kisahnya. Dia juga berhasil menyelesaikan kuliah dengan spesialisasi aplikasi dan programming murni dengan lulus tepat waktu, (2009-2012).

 

Irzan Raditya, CEO dan founder YesBoss (Foto: Stevy Widia/Youngsters.id)
Irzan Raditya, CEO dan founder YesBoss (Foto: Stevy Widia/Youngsters.id)

 

Bukan Kebetulan

Berbagai peristiwa itu, menurut Irzan, terjadi bukan kebetulan, tetapi ada alasan. “Saya ketemu sama tunangan saya karena nge-band, kalau dulu saya nggak ngeband rasanya nggak bisa menjalankan startup. Belajar marketing dari mana? Ya itu dari ngeband, tahu caranya cari sponsor, jualan produk,” papar pengagum Steve Jobs dan Tom Delonge ini.

Bukan kebetulan juga ketika usai kuliah Irzan tidak langsung mendirikan startup tapi bekerja di berbagai perusahaan. Dari sana dia menerapkan peribahasa “sambil menyelam minum air”, yakni menimba ilmu sambil membangun startup. “Menyenangkan bekerja di perusahaan besar. Tapi, di sisi lain, saya juga suka mendesain dan jualan. Terlepas dari itu semua, saya suka merancang sesuatu daripada diminta membuat sesuatu,” ungkapnya.

Ada empat startup yang dibangun Irzan di masa itu, yaitu Amplitweet, Cape & Fly, STYYLI, dan Rumah Diaspora. Sayangnya, keempat startup itu layu sebelum berkembang.

Menurut  Irzan, Amplitweet, layanan tweet to download bagi musisi itu dia lepas karena tidak punya tim untuk mengelola. Apalagi saat itu dia juga masih bekerja. Sedang Cape & Fly adalah cloting line yang dibuat karena hobinya pada sosok superhero. Bisnis itu juga ditutup karena kesibukannya sebagai mahasiswa dan jarak tempuh Jakarta dan Jerman.

Sementara dua startup lainnya memberikan pengalaman yang berbeda bagi Irzan. STYYLI awalnya dibuat sebagai aplikasi fashion. Sayang produknya tidak pernah diluncurkan. Pasalnya, ketika mengembangkan STYYLI, yang terjadi proyek outsource diberikan kepada orang yang salah. sehingga hasilnya tidak sesuai harapan. Sedangkan Rumah Diaspora akhirnya menjadi proyek sosial setelah kini ditangani Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI).

“Semuanya adalah pengalaman terbaik bagi saya. Apa yang saya capai sekarang, mungkin tidak akan pernah terwujud tanpa melewati beragam fase tersebut,” kata Irzan.

 

Yang Pertama

September 2015 YesBosss dirilis. Nama YesBoss dipilih, menurut Irzan, karena filosofi startup ini adalah sebagai assistant dan semua pengguna itu bos. “Siapapun pakai aplikasi ini jadi bos, dengan slogan ‘Your Time Matters’, karena waktu itu sangat berharga,” ucapnya.

YesBoss menggunakan Human Assited Artificial Intelligence (HAAI). Kolektor komik dan action figure Star Wars, Marvel dan DC Comics ini mengklaim bahwa startup ini adalah conversational commerce pertama di Indonesia. “Conversational commerce itu sebenarnya tren yang cukup baru, ya. Dan kebetulan YesBosss yang pertama di Indonesia. Kami ingin memberikan solusi real bagi market Indonesia,” kata Irzan penuh semangat.

Saat ini, YesBoss bermitra dengan lebih dari 30 startup local. Di antaranya Foodpanda, Go-Jek, HappyFresh, Nusatrion, Raja Karcis, dan sebagainya. Menurut Irzan, dengan banyaknya pilihan layanan dalam bentuk aplikasi mobile, YesBoss memberikan pengalaman konsumen yang dipenuhi kemudahan.

“Saya orang Indonesia, karena itu saya memadukan pengetahuan dari Jerman disesuaikan dengan market knowledge. Orang Indonesia itu suka sesuatu yang gampang dan malas cari tahu. Karena itu YesBosss cocok. Jika Anda ingin membeli tiket pesawat, menonton film di bioskop, memesan makanan, atau mengirimkan bunga, semuanya bisa dilakukan hanya dengan mengirimkan pesan kepada YesBoss,” jelasnya.

Untuk demografi YesBosss menargetkan usia 25-40 tahun, profesional, pekerja karir, sibuk, tinggal di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya.  “Ke depannya kami sedang menyiapkan Artificial Intelligence juga menggunakan Natural Language Processing, but it is still far ahead, one step at a time. Pada akhirnya, kami pun tidak akan menghilangkan posisi CSR di sini, karena kami percaya pelayanan manusia+AI itu yang akan membentuk masa depan,” ucap Irzan.

Irzan mengakui tantangan pertama dalam membangun bisnis ini adalah modal. Tetapi di bulan ke empat, YesBoss langsung mendapat pendanaan dari 500 Startups dari Silicon Valley, IMJ Investment Partners dari Jepang, dan Convergence Ventures dari Indonesia.

Meski mulai menuai sukses, Irzan mengaku setiap malam selalu tidur dalam dua kondisi yang berbarengan. “Excited dan deg-degan itu pasti. Pernah di suatu malam sistem kami gangguan selama 8 jam, dan itu seperti one of the longest nights in my life,” ujarnya.

Dia ingin menjadikan startup ini berkembang dan go internasional. Oleh karena itu pada Februari 2016 YesBosss mengakuisisi startup penyedia layanan asisten pribadi virtual asal Filipina bernama HeyKuya. Menurut Irzan itu akan membuka peluang pertumbuhan pengguna pada skala regional.

Conversational commerce di Asia Tenggara adalah the next big thing dan kami percaya bahwa salah satu kunci untuk menjadi juara dalam ranah conversational commerce di Asia Tenggara adalah dengan berkolaborasi,” tutur Irzan.

Irzan percaya model bisnis baru akan mudah dikembangkan seiring berjalannya waktu. Meski demikian, sebagai pebisnis, Irzan mengaku siap menghadapi berbagai perubahan kondisi. “Saya percaya pada kekuatan sang pencipta. Selain tentunya kami berusaha semaksimal mungkin. Juga, restu orang tua,” pungkasnya.

 

=======================================

Irzan Raditya Bsc

  • Tempat Tanggal Lahir : Jakarta, 11 Desember 1988
  • Pendidikan : Computer Science The Hochschule für Technik und Wirtschaft  Berlin, Jerman (2009-2012).
  • Nama Usaha : YesBoss Group Pte. Ltd.
  • Mulai Usaha : 2 Juni 2015
  • Modal Awal : US$ 400,00

Prestasi :

  • YesBoss as a finalist at Tech in Asia Conference Arena 2015
  • Pecha Kucha Jakarta vol. 24: Technopolis – Building The Future with Human + AI
  • Guest Lecturer at “Entrepreneurship Seminar: Turning Ideas Into a Business” at Universitas Parahyangan, Bandung
  • Speaker at IYC Pitstop vol. 7
  • Speaker at Startup Talk #4 by Startup Bandung: How to Validate Your Startup Idea.

========================================

 

STEVY WIDIA

Gibran El-Farizy : Melalui e-Fishery Ingin Memberi Manfaat Kepada Peternak Ikan

Gibran Chuzaefah Amsi El Farizy, founder dan CEO e-Fishery (Foto: Stevy Wiidia/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Memberi makan ikan melalui SMS? Terdengar aneh, tapi nyata. Itu berkat perangkat berbasis software bernama e-Fishery. Alat ini dapat memberi pakan untuk ikan dan udang yang dikontrol via ponsel. Berkat perangkat ini para petani iklan kini dapat mengefisiensikan pemberian pakan hingga 20%. Aplikasi e-Fishery ini digagas dan dikembangkan oleh Gibran Chuzaefah Amsi El Farizy.

Nurul dan Habibi : Mengembangkan Solusi Bagi Penyandang Autis

Nurul dan Habibi mengembangkan aplikasi Cakra untuk penyandang autis (Foto: Stevy Widia/Youngsters.ID)

YOUNGSTER.id - Berawal dari keprihatinan melihat keterbatasan sarana terapi bagi para penyadang autis, Nurul Wakhidatul Ummah dan Muhammad Rizky Habibi membuat aplikasi Cakra. Ini adalah terapi autis dengan menggunakan teknologi yang interaktif. Mereka berharap dengan aplikasi ini penanganan terapi autis akan dapat lebih terjangkau dan mudah.

Arief Widhiyasa: Passion-nya Di Dunia Game

Arief Widhiyasa, CEO dan co-founder Agate Studio (Foto: dok.Youngsters.ID)

YOUNGSTER.id - Bulan Februari lalu, majalah bisnis dan keuangan global Forbes merilis “Forbes 30 Under 30 Asia”. Ini merupakan daftar anak muda, berusia di bawah 30 tahun, paling berpengaruh dan menjanjikan di Asia. Mereka berasal dari berbagai latar belakang dan mampu sukses di usia muda. Sebagian besar dari mereka merupakan pengusaha, serta pendiri perusahaan yang menjanjikan. Nah, salah satu nama yang masuk “Forbes 30 Under 30 Asia”, untuk kategori Consumer Technology, adalah Arief Widhiyasa. Siapa sih Arief Widhiyasa ini?

Lulu Elhasbu : Butuh 10 Tahun Untuk Raih Impian

Lulu Elhasbu, Founder dan CEO Elhasbu dan Zaura Model Management (Foto: Dokumen Pribadi)

YOUNGSTER.id - Lulu Elhasbu bisa dibilang model, desainer dan fashion blogger baju muslimah papan atas. Dia adalah pendiri, perancang dan CEO dari label Elhasbu. Lulu juga salah satu pendiri Zaura Models Management dan Fashion Director untuk Hijabers Community. Motivasinya sebagai pebisnis dunia fesyen muslimah cukup tinggi. Untuk meraih semua itu dia rela menunggu 10 tahun lamanya. 

Steve Stanley : Menuai Sukses Berkat Hobi Tanaman

Steve Stanley Budi, Founder dan CEO Kebunbibit.id (Foto: Istimewa)

YOUNGSTER.id - Pria berambut gimbal ini adalah wirausahawan yang ulet. Pernah mencoba berbagai usaha yang berbeda, tapi gagal total. Hobi berkebun malah menjadikan dia pemilik bisnis tanaman online pertama di Indonesia, dengan omzet mencapai ratusan juta rupiah. Dia adalah Steve Stanley Budi, CEO dari Kebunbibit.id.

Ikin Wirawan : “Pedagang Senjata” di Dunia Digital

Ikin Wirawan, founder dan CEO Walden Intertech Group (Foto : Stevy Widia/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Bagi lelaki ini programmer adalah pekerjaan yang bermasa depan. Karena itu dia mendirikan berbagai perusahaan yang bergerak dibidang pengembangan software dan pelatihan programmer. Dengan mimpi suatu hari kelak dapat menjadikan Indonesia sebagai IT outsourching hub seperti India. Dia adalah Ikin Wiryawan.

Muhamad Nur Awaludin : Pecandu Gadget Yang Cari Solusi

Muhammad Nur Awaludin (Mumu), founder dan CEO Kakatu (Foto: Stevy Widia/Youngsters.ID)

YOUNGSTER.id - Kreatifitas dan inovasi sebuah produk tak lahir dari keterampilan semata, tetapi bisa terpicu dari pengalaman pribadi. Seperti yang dilakukan Muhamad Nur Awaludin. Berangkat dari pengalaman pernah kecanduan games, dia menciptakan aplikasi Kakatu, dan membangun startup yang memenangkan sejumlah penghargaan bergengsi.

Edo Huang : Sang Desainer Kartu Remi Kelas Dunia

Edo Huang, desainer khusus kartu remi (Foto: Anggie Adjie Saputra/Youngsters.ID)

YOUNGSTER.id - Profesinya unik, desainer kartu remi. Boleh jadi,belum banyak-bahkan belum ada-desainer grafis di Indonesia yang khusus menekuni desain kartu remi. Dia adalah Edo Huang. Hebatnya, desain karyan Edo menjadi koleksi The Blue Crown, perusahaan kartu remi terkemuka di Amerika Serikat. Bahkan, desain kartu berjudul Black Friday karya Edo menjadi koleksi terbatas di seluruh dunia.

Achmad Zaki Yammani, Berbisnis Sepatu Gara Gara Punk Rock

Achmad Zaki Yammani, pengusaha sepatu merek Unnoroyal footwear

YOUNGSTER.id - Berawal dari kegemarannya akan musik punk rock, membuat Achmad Zaki Yammani membangun brand Unnoroyal Footwear. Usaha aksesori fesyen terutama sepatu bergaya punk ini dimulai dari kaki lima. Kini dia telah memiliki pabrik dan outlet sendiri.

Harland Firman Agus : Dari Idealisme Jadi Inovasi

Harland Firman Agus, CEO Newbee Corporation

YOUNGSTER.id - Jangan terkecoh dengan penampilan pemuda yang satu ini. Penampilannya yang kasual dan terkesan santai. Padahal dia adalah pendiri sekaligus CEO Newbee Corporation sebuah perusahan teknologi informasi (TI) dengan omzet mencapai milyaran rupiah. Dia adalah Harland Firman Agus.

Irena Adriana : Bisnis Kuliner Kreatif Ala British

YOUNGSTER.id - Perkembangan bisnis kuliner di Tanah Air semakin berkembang pesat, dengan segala inovasi dan kreativitasnya. Wujud kreatifitas dan terobosan pengusaha kuliner yang sedang tren adalah food truck. Salah satunya adalah Britatoes Food Truck milik Irena Adriana yang memadukan menu dan tampilan truk yang unik ala British.

Danny Baskara : Membangun Harapan Pada e-Commerce

YOUNGSTER.id - Bisnis e-commerce kini memiliki harapan untuk berkembang pesat dan meraup keuntungan. Harapan itu dibangun oleh para penggiat e-vouncher bertahun-tahun. Salah satunya adalah Danny Baskara. Pendiri Evoucher ini membangun bisnis internet ini tanpa investasi dan zero dalam online marketing budget.

“Ini adalah idealisme saya. Dari level seorang entrepreneur menjadi the next something,” ungkap Danny kepada Youngsters.id.

Bisnis Evoucher dibangunnya sejak 11 November 2011. Ini adalah produk e-commerce yang menjual voucher dan produk secara online dengan jangka waktu terbatas (time sale). Untuk penjualan voucher kategori yang ada meliputi restoran, travel, hotel, treatment kecantikan. Dan, produk yang dijual pun beragam mulai mulai dari peralatan rumah tangga, gadget hingga busana.

“Saya melihat masalah yang ada di masyarakat dan ingin membuka banyak peluang untuk orang banyak,” ucap Danny.

Hingga saat ini Evoucher telah mendistribusikan lebih dari 960.000 buah produk dan voucher. Penjualan melalui website dan mobile app dengan pengguna yang terus berkembang. Situs ini disebut-sebut sebagai situs daily deal no 3 di Indonesia, setelah Groupon dan Ensogo. Bahkan, Evoucher termasuk situs B2C e-commerce top 15 di Indonesia.

Padahal bisnis ini nyaris tidak dibangun Danny. Ya, sesungguhnya di tahun 2005 ia sudah memiliki harapan besar terhadap e-commerce. Bahkan mahasiswa jurusan IT di Binus Jakarta itu menulis skripsi berjudul “Analisa dan Perancangan Sistem Informasi E-commerce”. Namun skripsi itu nyaris ditolak dosen penguji karena dianggap tidak masuk akal. Apalagi dunia bisnis Indonesia sempat digegerkan dengan kebangkrutan Lippo eShop. “Rupanya waktu itu belum tepat untuk bisnis ini,” kenangnya.

Oleh karena itu, Danny pun berkarier di beragam dunia usaha. Mulai dari bekerja di perusahaan multi level marketing, lalu di studio rekaman. Kemudian dia menjadi internet marketer. Bahkan. pada tahun 2007 dia membuat blog dan belajar tentang SEO dan Google Adsense. Sampai akhirnya memutuskan menjadi internet marketer freelance.

“Marketer itu kan lebih bagaimana untuk mendapatkan uang. Sementara menurut saya hidup tidak musti dengan uang, tapi hidup memerlukan uang. Dari sana saya ingin mempunyai brand sendiri yang bisa menghasilkan uang dari internet. Mirip dengan marketer tapi memiliki jalur yang berbeda,” ungkap Danny.

 

eVoucher

 

Langkah Besar

Pada tahun 2011, pria kelahiran Bali, 11 Juni 1983 ini membuat langkah besar, dengan mengembangkan bisnis e-commerce Evoucher. Pasalnya, saat itu dia belum punya pengalaman untuk membuat perusahaan. “Modal awal saya hanyalah keberanian,” ujar Danny.

Dia menyadari bahwa waktu tepat dengan cara eksekusi yang tepat menjadi penentu keberhasilan bisnis startup.

Yakin akan hal itu, Danny pun menyewa sebuah apartemen dan membuat kantor di satu kamar. Karyawan waktu itu hanya satu orang. “Secara nominal modal awal kurang dari Rp 10 juta, dan itu dari uang pribadi saya,” ungkap Danny.

Danny pun fokus pada bisnis daily deals ini. Evoucher bekerjasama dengan pemilik-pemilik restoran, dan pengusaha-pengusaha lain. “Awalnya kami menghubungan produk mereka ke masyarakat, termasuk menjual produknya. Jadi lebih mempromosikan produk-produk. terutama produk baru,” papar Danny.

Awalnya, pemenang Digital Marketing Award 2012 ini mengakui mengalami kesulitan untuk bisa mendapatkan kepercayaan publik. “Di sini kami mencoba mengubah kebiasaan orang. dan itu tidak mudah. Apalagi saat itu orang tidak biasa dengan online dan intenet belum seluas sekarang,” ungkap Danny.

Kesulitan lainnya, sulit mencari sumber daya manusia di bidang teknologi. Tetapi dia tidak menyerah. Alhasil, sekarang Evoucher mampu melayani lebih dari 800 ribu anggota aktif dan melakukan transaksi lebih dari 700 ribu kali, dan lebih dari 10 ribu deal yang telah dipublish. Karyawannya pun dari satu orang, kini ada 25 orang.

 

Jalan Terbaik

Yang menarik semua pencapaian Evoucher itu tanpa pendanaan dari investor. Danny mengaku ia hanya bermodalkan keahliannya di internet (SEO) dan social media marketing (Twitter). Namun ternyata Evoucher mampu bertahan terhadap hempasan bloodbath situs daily deal periode 2010-2012 yang menjatuhkan puluhan situs daily deal.

“Kami terus mencari jalan terbaik, dan seiring dengan waktu masalah itu terpecahkan dengan sendirinya,” kata Danny.

Ia mengaku Evoucher selain mendapat profit dari penjualan juga dari bisnis be to be. “Sama seperti pebisnis lain, kami juga memiliki macam-macam servis, dan itu yang memberi profit,” ungkapnya. Dengan itulah selama lima tahun Evoucher berhasil bootstrapping (bisnis dengan dana sendiri).

Barulah di tahun 2015 Danny dan Evoucher-nya memperoleh pendanaan dari Valuein Technology Indonesia (VITI). VITI merupakan perusahaan asal Korea yang berfokus sebagai penyedia digital konten yang juga akan turut meramaikan industri game di Indonesia, dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri game di Asia Pasifik. ”Langkah ini supaya kami bisa merealisasikan misi ke depan menjadi perusahaan internet terdepan di Indonesia,” ucap Danny.

Peraih Top Brand Kupon Website 2015. ini semakin yakin melangkah di bisnis e-commerce. Menurutnya, saat ini sudah zamannya (e-commerce) dan menjadi tren di Indonesia. Nanti, pasti akan banyak bermunculan technopreneur dan creativpreneur.

“Virus technopreneur itu tidak bisa diajarkan tapi bisa ditularkan, karena satu bisnis dengan bisnis yang lain punya cara masing-masing. Ini era yang tepat untuk terjun di bisnis ini. Dan saya optimis dalam lima tahun ke depan Indonesia akan menjadi leader untuk bisnis teknologi di Asia Tenggara. Karena pasar Indonesia itu besar,”  kata Danny penuh yakin.

 

=======================================

Danny Baskara

  • Tempat Tanggal Lahir : Bali, 11 juni 1983
  • Pendidikan Terakhir : S1 Binus, TI lulusan 2005
  • Nama Istri : Mega
  • Nama Perusahaan : PT Evoucher Indonesia
  • Nama Brand : Evoucher
  • Tanggal Berdiri : 11 November 2011
  • Jumlah Pengguna Aplikasi : 260 di google play, member 450
  • Proyek yang dikembangkan : Sekitar 450

Prestasi yang diraih :

  • Winner Digital Marketing Award, 2012
  • Top Brand kupon Website 2015

=========================================

 

ANGGIE ADJIE SAPUTRA

Editor : STEVY WIDIA

Nina Nuraniyah : Kupu Kupu Yang Menjadi Pejuang (Masalah) Sampah

YOUNGSTER.id - Bagi Nina Nuraniyah sampah tak sekadar tumpukan kotoran yang tak berarti. Sampah adalah produk limbah yang bisa bernilai ekonomis. Dengan sampah dia berhasil memberdayakan masyarakat di kampung Cisalopa Bogor. Sampah juga yang membawa dia mendapat berbagai penghargaan di bidang lingkungan hidup berskala internasional. Padahal, dulu Nina hanya seorang mahasiwa bertipe “kupu-kupu”.

Andhika Satya Prawira : Satu Solusi Untuk Bisnis UKM

YOUNGSTER.id - YOUNGSTERS.id – Saat ini hal yang menjadi faktor penghambat perkembangan usaha kecil menengah (UKM) di Indonesia adalah terbatasnya pengetahuan dan informasi pasar. Kebutuhan ini yang ditangkap oleh Adhika Satya Prawira. Hadirlah gCloud, satu solusi teknologi yang menunjang proses berbisnis dan terjangkau bagi pelaku UKM.

Ardhi Setyo Putranto : Jadikan Pisang Ratu Bisnisnya

YOUNGSTER.id - YOUNGSTERS.id – Boleh jadi, Ardhi Setyo Putranto merupakan salah satu inovator bisnis terutama di bidang produk makanan. Di tangannya buah pisang yang bernilai rendah dan banyak dijadikan pakan ternak bisa bernilai tinggi. Dia melakukan percobaan hingga berhasil memproduksi kripik pisang yang berkualitas yang ditujukan bagi para penderita diabetes. Selain itu, Ardhi juga memberdayakan petani pisang.

Andri Yunianto : Prioritaskan Kualitas Agar Usaha Berkembang Hingga Mancanegara

YOUNGSTER.id - YOUNGSTERS.id – Pasar bebas mulai diberlakukan di kawasan Asia Tenggara dalam bentuk Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Menghadapi persaingan besar semacam ini para pengusaha terutama ditingkat usaha mikro kecil dan menengah ikut terpacu agar bisa bersaing memasarkan produknya. Salah satunya adalah Andri Yunianto. Pemilik dan pendiri Jogja Handicraft ini memilih prioritaskan kualitas.

Ryan Kharisma Danoko : Mendunia Berkat Grafis Berciri Budaya

Ryan Kharisma, Founder & Designer RKharisma.com (Foto: Dok. Pribadi/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Di usianya yang masih muda Ryan Kharisma Danoko sudah meraih reputasi sebagai desain grafis handal. Daya kreativitas yang tinggi, dengan ciri khas budaya Asia membuat Ryan kini menjadi salah satu desain grafis yang diperhitungkan di Eropa. Peraih Bronze Award ini memiliki ciri dan strategi khusus dalam setiap karyanya.

Donny Orlando : Idealisme Angkat Citra Kopi Lintong

YOUNGSTER.id - YOUNGSTERS.id – Kegemaran Donny Orlando akan kopi dimulai sejak kuliah. Beban tugas kuliah dan penelitian bisa jadi lebih enteng dengan seteguk seduhan kopi. Tak disangka, minuman ini kemudian menjadi bisnis utamanya. Tak sekadar berbisnis, dia juga punya idealisme untuk mengangkat citra kopi lokal menjadi lebih bernilai di mata masyarakat.

Kyle dan Kane, Tak Takut Berbisnis Di Usia Remaja

YOUNGSTER.id - YOUNGSTERS.id – Usia boleh muda tetapi semangat entrepreneur sangatlah kuat. Hal itu yang ditunjukkan Kyle Kusumo (17) dan Kane Kusumo (15) saat membuka Tantular Café. Tak sekadar berbisnis, kedua remaja ini memiliki misi ingin melestarikan budaya asli Indonesia.

Ryan Gondokusumo : Tidak Menyangka Menjadi Entrepreneur

YOUNGSTER.id - YOUNGSTERS.id – Berbagai temuan teknologi dari masa ke masa, sejatinya bertujuan untuk mempermudah kehidupan manusia. Berangkat dari keinginan itulah Ryan Gondokusumo melahirkan tiga situs crowdsourching, yakni Sribu.com, SribuLancer dan Halo Diana. Ketiga situs tersebut diklaim menjadi satu-satunya crowdsourching di Indonesia. Dengan memiliki tiga situs itu, Ryan pun tak menyangka bisa menjadi seorang entrepreneur digital alias technopreneur.

Vilia Ciputra : Bisnis Tak Sekadar Cari Untung

Vilia Ciputra, Founder & Designer Vilici Jewelry (Foto: Dok. Pribadi/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Vilia Ciputra bisa dibilang perintis penjualan produk fesyen secara online di Indonesia.  Dia adalah pemilik toko online fashion pertama di Indonesia, Simplight.net, dan pendiri komunitas fesyen Fasity.com. Kini, Vilia fokus pada desain contemporary jewelry dengan brand Viliaciputra dan Vilicijewelry.

Shieny Aprilia : Membuat Serious Games Tetap Menyenangkan

Shieny Aprilia, Co-Founder & Managing Partner Agate Level Up (Foto: Stevy Widia/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Game tak lagi sekadar menjadi permainan yang menyenangkan semata. Di tangan Shieny Aprilia game bisa memberi perubahan massive pada kehidupan. Tetap menyenangkan tetapi dapat memberi solusi bisnis dan berdampak positif.

Andi Nata : Awalnya Hanya Pedagang Kambing

Andi Nata, Founder dan CEO, PT Andinata Sumari (Raja Aqiqah) (Foto: Dok. Pribadi/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Entrepeneur itu harus punya kemauan yang kuat dan jeli melihat peluang. Dengan modal itu Andi Nata sukses menjadi entrepreneur di usia muda. Awalnya hanya pedagang kambing, kini bisnis Andi merambah ke bidang lain, seperti catering, properti hingga biro perjalanan. Omzet bisnisnya pun sekarang mencapai miliaran rupiah per bulan.

MAYA Bantu Pelayanan XL Axiata

Chief Marketing Officer XL Axiata, David Arcelus Oses ( kanan ) bersama VP Customer Experience Management XL Axiata, April Bautista Cabello (kiri) dalam acara peluncuran XL Asisten Virtual “MAYA” yang menjadi wajah baru layanan XL Digital Care di Jakarta. Rabu (18/10). (Foto: Istimewa/Youngster.id)

YOUNGSTER.id - Guna meningkatkan pelayanan kepada pelanggannya, XL Axiata memperkenalkan Virtual Assistant bernama MAYA yang menjadi wajah baru di layanan XL Digital Care.

Waspadai Ancaman Penipuan Berkedok JD.ID

JD.ID bekerjasama ekslusif untuk penjualan online produk Ecopan. (Foto: Istimewa/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Pengelola e-commerce JD.ID mengimbau para konsumen untuk selalu berhati-hati dalam berbelanja secara online. Belakangan ini banyak modus penipuan dengan cara membuat sebuah situs yang menyerupai situs aslinya.

Agensi Top Korea Investasi Di Indonesia

Sejumlah artis Korea Selatan dibawah manajemen YG Investment. (Foto: Istimewa/Youngster.id)

YOUNGSTER.id - Para penggemar K-Pop pasti kenal BIGBANG, 2NE1, iKON, PSY, G-Dragon atau Taeyang. Kini YG Investment agensi yang menaungi para artis Korea Selatan ini masuk dan berinvestasi di Indonesia.

Pindad Kini Punya Divisi Teknologi Cyber Security

Acara Indonesia International Cyber Security Leader 2017, Selasa (17/10/2017) di Hotel Ayana Midplaza Jakarta. (Foto: Istimewa/Youngster.id)

YOUNGSTER.id - Ancaman serangan cyber membayangi seluruh dunia. Sebagai satu-satunya Badan Usaha Milik Negara yang memproduksi peralatan tempur dan pertahanan, PT Pindad pun berinovasi dengan meluncurkan Divisi Teknologi Cyber Security.

Kemristek Dikti Siapkan Anggaran Rp100 Miliar Untuk Startup

Menteri riset teknologi dan perguruan tinggi, Muhammad Nasir ditengah peserta Start Tech Training Camp 2017. (Foto: Kemenristekdikti/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Pemerintah terus memberikan dukungan bagi para pelaku usaha pemula (startup). Bahkan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi memiliki program untuk memberikan insentif kepada para perusahaan rintisan (startup) inovasi teknologi.

Taspen Gandeng Telkom Untuk Digitalisasi Layanan

(ki-ka) Direktur Umum PT Taspen Bagus Rumbogo, Direktur Utama PT Taspen Iqbal Latanro dan Direktur Enterprise dan Business Service Telkom Dian Rachmawan usai penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dalam sinergi pengembangan dan implementasi digitalisasi pelayanan pembayaran pensiun di Jakarta. (Foto: Istimewa/Youngster.id)

YOUNGSTER.id - Layanan berbasis digital dipercaya akan dapat meningkatkan kualitas pelayanan perusahaan. Bahkan implementasi digitalisasi menjadi solusi yang meminmalisir terjadinya fraud.

Ekonomi Kreatif Sumbang Rp852,2 Triliun ke PDB

Triawan Munaf Kepada Bekraf. (Foto: Bekraf/Youngster.id)

YOUNGSTER.id - Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mengklaim ekonomi kreatif telah menyumbang Rp 852,2 triliun kepada produk domestik bruto (PDB). Jumlah ini setara dengan 7,38% total PDB Indonesia.

Berkat e-Commerce Produk Indonesia Lebih Mudah Mendunia

Suasana Indonesia E-commerce Summit & Expo 2016. (Foto: Ilustrasi/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Kegiatan ekonomi saat ini, termasuk di dalamnya investasi, lebih mengarah pada e-commerce dan transaksi berbasis online. Bahkan berkat e-commerce produk dalam negeri Indonesia bisa dikenal pasar dunia. Demikian disampaikan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong.

Google Beri Kepribadian Pada Asisten Virtual

Google Assistant terus dikembangkan. (Foto: Ilustrasi/Youngster.id)

YOUNGSTER.id - Sekarang ini teknologi telah menjadi asisten pribadi yang membantu mengatur kesibukan sehari-hari. Mulai dari menemani Anda menjalani keseharian hingga menemukan informasi yang memudahkan rutinitas Anda. Tak berhenti di sana, Google ingin memberi “kepribadian” bagi asisten pribadi Anda.

Rider MotoGP Ini Berbagi Pengalaman Berkendara Aman

Dani Pedrosa dan Marc Marqueze pada perayaan MSA Ke-4 MSA Selasa (17/10/2017) di BSD Tangerang Banten. (Foto: Fahrul Anwar/Youngster.id)

YOUNGSTER.id - Sebanyak 400 perwakilan siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) kembali mendapatkan kesempatan memperoleh ilmu tentang berkendara dengan aman dan benar dari dua raider MotoGP yakni Marc Marquez dan Dani Pedrosa.