Albedo Romin Tea ,Teh dari Kulit Ari Semangka Untuk Penderita Diabetes Mellitus

Tim mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga di IEI & WIIF 2018 Foshan China. (Foto: istimewa/youngster.id)

youngster.id - Tim mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga mengangkat ide pemanfaatan kulit ari buah semangka dan sari melati sebagai teh terapeutik sebagai alternatif solusi untuk meningkatkan kualitas hidup penderita Diabetes Mellitus Tipe 2.

Ide inovasi ini membawa mereka meraih gold medal dan special Award Negara Thailand dalam ajang 10th International Exhibition of Inventions and The 3rd World Invention and Innovation Forum (IEI & WIIF 2018) di Foshan China.

Tim ini terdiri dari Novia Tri Handika, Indriani Dwi Wulandari, Nurul Hidayati, dan Neisya Pratiwindya Sudarsiwi. “Alhamdulillah, kami bisa mendapatkan penghargaan ini. Perjuangan selama 5 bulan mempersiapkan lomba ini akhirnya terbayarkan. Kami bisa membuktikan bahwa kami bisa berprestasi dan mengharumkan nama almamater,” ujar Neisya.

Mereka menghadirkan Albedo Romin Tea. Produk ini memanfaatkan kandungan utama albedo atau biasa kulit ari semangka: citruline, senyama kimia yang membantu proses produksi insulin pada hati yang membantu menurunkan kadar gula dalam darah.

Penambahan kelopak bunga rosella memiliki kandungan flavonoid mampu bekerja sebagai anti radikal bebas, membantu memperbaiki kinerja sel beta pankreas sebagai produsen insulin tubuh.

Baca juga :   Menperin Ajak Pengusaha Dorong Pertumbuhan Wirausaha Baru

Inovasi ini rencananya akan dilakukan pengkajian pra-klinis melalui hewan coba mencit. Keempat mahasiswa tersebut berharap, pembuktian tersebut mampu meloloskan produknya untuk dapat dikonsumsi oleh penderita diabetes dan dipatenkan.

Terkait prestasi yang diraih mahasiswanya, Setho Hadiyusmana, S.Kep., Ns., M.NS. (CommHlth&PC) selaku dosen pembimbing menyatakan rasa syukur. Prestasi ini, menurutnya, berhasil diraih atas dukungan berbagai pihak.

“Saya ingin sampaikan ini bukan prestasi individual, tetapi kelompok, sebagai entitas Fakultas Keperawatan. Tentunya, mereka mahasiswa-mahasiswa yang pintar sejak memasuki studi di UNAIR, mereka sudah terpilih,” terang Setho.

“Sebagai dosen, tentunya hanya bisa memfasilitasi ide-ide cemerlang mereka dan membantu mengemasnya menjadi lebih rapi untuk dipresentasikan di kancah internasional. Selain kepada para mahasiswa yang sudah mengharumkan UNAIR, tentu saya juga patut berterimakasih kepada pimpinan fakultas dan universitas yang dapat memberikan kesempatan kepada mereka untuk membuktikan daya saing mahasiswa yang luar biasa,” pungkasnya.

FAHRUL ANWAR