Aplikasi Lunasbos, Solusi Masalah Utang Piutang Milenial

Tim Lunasbos. (Foto: istimewa/youngster.id)

youngster.id - Kamu pernah lupa untuk membayar utang pada teman, atau sebaliknya ketika kamu meminjamkan uang kepada teman, kemudian dia lupa membayar dan kamu merasa tak enak untuk menagihnya. Nah, sekarang kamu enggak perlu pusing lagi dengan masalah utang piutang.

Solusi ini ditawarkan oleh Lunasbos, startup yang dibangun oleh dua orang mahasiswa Universitas Amikom Yogyakarta, Adjie Purbojati dan Ilham Suaib. Keduanya membuat sebuah aplikasi unik yang bisa jadi solusi masalah utang piutang.

Dengan berbasis aplikasi smartphone, Lunasbos merupakan sebuah aplikasi pencatat utang-piutang dua arah yang saat ini sudah tersedia untuk sistem operasi Android.

Startup ini dibangun dari dana hibah dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi melalui program Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PBBT) Tahun 2018. Hasil inovais mereka diperkenalkan sebagai salah satu aplikasi financial technology (fintech) di Inkubator Amikom Business Park Yogyakarta, belum lama ini.

Lunasbos menawarkan solusi dalam pencatatan transaksi utang-piutang sehari-hari. Tidak hanya mencatat, aplikasi Lunasbos juga dapat mengingatkan untuk membayar utang sesuai jatuh tempo yang telah disepakati bersama.

Baca juga :   Lotion Dari Kulit Buah Diganjar Medali Emas

Selain itu, Lunasbos juga mempunyai fitur penagih utang yang memungkinkan pemberi utang menagih utangnya saat jatuh tempo yang telah disepakati tanpa harus bertemu.

Jadi, fitur ini sangat cocok untuk mereka yang suka sungkan mengingatkan maupun menagih utangnya kepada teman. Dan tak seperti note yang hanya mencatat sepihak, aplikasi ini dirancang untuk pencatatan dua pihak, baik si pengutang maupun pemberi utang, yang terintegrasi dengan kontak nomor di smartphone.

Saat pencatatan, keduanya akan saling tahu dan muncul di aplikasi Lunasbos masing-masing. Dengan begitu, aplikasi ini akan meminimalisasi kesalahpahaman yang terjadi akibat utang piutang. Lunasbos diharapkan bisa menjadi solusi bagi permasalahan utang-piutang kalangan milenial di Indonesia.

 

STEVY WIDIA