Atasi Sampah Plastik, Pertamina Foundation Hadirkan Inovasi Faspol 5.0 Pengolah BBM di Kendal

inovasi Faspol 5.0

Atasi Sampah Plastik, Pertamina Foundation Hadirkan Inovasi Faspol 5.0 Pengolah BBM di Kendal (Foto: Istimewa/Pertamina)

youngster.id - Pertamina melalui Pertamina Foundation mempertegas komitmennya dalam mendukung hilirisasi riset berbasis kebutuhan masyarakat. Langkah ini dibuktikan dengan peluncuran teknologi tepat guna Faspol 5.0 (Alat Pirolisis Multikondensor Gen 5.0) di Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) Desa Mergorejo, Cempiring, Kabupaten Kendal.

Inovasi Faspol 5.0 hadir sebagai solusi konkret untuk mengatasi persoalan timbunan sampah plastik bernilai rendah (low value) sekaligus mengonversinya menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM) terbarukan.

Peluncuran Faspol 5.0 dilakukan langsung oleh Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq. Dalam sambutannya, ia menyoroti bahwa 74% pengelolaan sampah di Indonesia masih belum teratur dan sering berakhir di sawah, selokan, hingga sungai.

“Kita patut berbangga ada inovasi Faspol yang dihadirkan oleh BRIN dan Pertamina Foundation melalui program PFsains. Alat ini mampu mengolah sampah plastik low value menjadi bahan bakar minyak terbarukan,” ujar Hanif, dikutip Sabtu (13/06/2026).

Hanif menambahkan bahwa bahan bakar yang dihasilkan diharapkan dapat mendukung operasional mesin pertanian para petani di Desa Mergorejo, sehingga mampu menekan biaya produksi dan memperkuat kemandirian ekonomi desa.

Teknologi Faspol 5.0 yang diimplementasikan di Kendal ini merupakan hasil riset dari peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Tri Martini Patria, yang juga merupakan pemenang program PFsains tahun 2025.

Inovasi Faspol 5.0 membawa sejumlah keunggulan utama yang menjadikannya solusi teknologi tepat guna yang sangat efektif. Salah satu keunggulan paling menonjol dari alat ini adalah kemampuannya dalam melakukan konversi limbah ke energi, di mana jenis sampah plastik yang umumnya sulit didaur ulang kini dapat diolah menjadi minyak bakar alternatif berkualitas yang diberi nama Petasol.

Kehadiran teknologi ini juga menjadi jawaban di sektor hulu untuk mengurangi beban TPA. Melalui pemrosesan yang cepat, Faspol 5.0 mampu menekan volume sampah plastik secara signifikan agar tidak terus menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir yang saat ini kondisinya sudah kelebihan muatan (overload).

Tidak kalah penting, inovasi ini juga terbukti bernilai ekonomi tinggi bagi masyarakat. Alat ini sukses mengubah barang sisa yang sebelumnya dianggap tidak berharga menjadi komoditas energi baru yang produktif, sekaligus mampu mendatangkan keuntungan finansial nyata untuk memperkuat kas desa serta meningkatkan kesejahteraan warga sekitar.

Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, menyambut baik kehadiran teknologi ini karena sangat membantu daerahnya dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang produktif dan menghasilkan nilai tambah ekonomi.

Faspol 5.0 menjadi bukti nyata keberhasilan PFsains, ajang kompetisi inovasi teknologi dan energi dari Pertamina Foundation yang berfokus pada pendanaan serta pendampingan riset siap pakai. Sejak 2020 hingga 2025, program ini telah mendampingi 45 inovator di berbagai bidang strategis.

Bersamaan dengan peluncuran alat tersebut, Pertamina Foundation resmi membuka kembali kompetisi PFsains 2026 dengan tema “Masyarakat Berdikari berbasis Ketahanan Pangan dan Energi melalui Inovasi Teknologi Berkelanjutan”.

Direktur Eksekutif Pertamina Foundation, Agus Mashud S. Asngari, menegaskan bahwa PFsains berkomitmen mengawal riset dari tahap ide hingga implementasi riil di lapangan. Kompetisi tahun ini membuka dua kategori utama, yaitu Ideation (riset tahap awal) dan Implementation (riset siap terap), guna melahirkan inovasi teknologi berkelanjutan yang sejalan dengan agenda penguatan ekonomi dari desa.

 

STEVY WIDIA 

Exit mobile version