B-Vetrace, Alat Pemanen Racun Lebah

Mahasiswa Universitas Brawijaya raih medali silver di kompetisi internasional World Invention and Technology Expo (WINTEX) 2018. (Foto: UB/youngster.id)

youngster.id - Lebah selain menghasilkan madu juga memiliki racun yang berbahaya. Sesungguhnya racun lebah juga bisa bermanfaat. Untuk itu empat mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) membuat B-Vetrace (Bee Venom Harvester Device), alat untuk memanen racun lebah.

Mereka adalah Ariq Kusuma Wardana dan Muhaammad Khuzain mahasiswa Teknik Elektro serta Mohammad Euro Anwarudin dan Guruh Prasetyo mahasiswa Fakultas Peternakan. Menurut mereka B-Vetrace menggunakan metode gelombang elektrik terintegrasi yang menggunakan Solar Cell.

“Kami memanfaatkan solar cell untuk menjalankan sistem B-Vetrace. Prinsipnya alat akan mengeluarkan bunyi tertentu sehingga lebah menganggapnya sebagai predator sehingga lebah akan mengeluarkan venom yang nantinya ditampung pada collector yang ada di dalam alat,” ungkap Ariq seperti dilansir dari laman UB baru-baru ini.

Keempat mahasiswa UB ini tergerak untuk menciptakan B-Vetrace karena melihat peluang racun lebah yang banyak dimanfaatkan untuk obat-obatan dan kecantikan. Alat pemamen racun lebah konvensional yang telah banyak digunakan masyarakat dinilai tidak efektif karena harus membunuh lebah terlebih dahulu.

Baca juga :   Berrybenka Luncurkan Layanan Same Day Delivery

Berkat temuan itu mereka berhasil meraih medali silver di kompetisi internasional World Invention and Technology Expo (WINTEX) 2018, yang diselenggarakan di Institut Teknologi Bandung, baru-baru ini. Kompetisi internasional World Invention and Technology Expo (WINTEX) 2018 diikuti oleh 96 tim dari 10 negara seperti China, Korea, Jepang, Romania, Croasia, Amerika, dan Indonesia.

Ariq dan kawan-kawannya berharap, B-Vetrace bisa memiliki sumber energy sendiri dan menjadi alat yang portable, terjangkau, serta ramah lingkungan dan hewan (animal welfare). Mereka mengungkapkan akan terus mengembangkan dan memperbaiki sistem B-Vetrace agar berfungsi lebih baik dan bisa mendapatkan hak paten.



STEVY WIDIA