Selasa, 7 April 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Innovation

Bibit Kentang Bebas Virus dari Malang

2 Januari 2019
in Innovation, News
Reading Time: 2 mins read
Bibit Kentang Bebas Virus dari Malang

Bibit kentang dari UMM. (Foto: istimewa/youngster.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Dosen Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang (FPP UMM), Syarif, memperkenalkan bibit kentang bebas virus sehingga produksi tanaman hortikultura tersebut bisa dipacu lebih tinggi.

“Jika petani menanam bibit kentang tersebut dengan baik dan benar, maka per hektare-nya mampu menghasilkan 26,5 ton,” katanya yang dilansir Humas UMM baru-baru ini.

Hal itu terjadi karena bibit tersebut bebas virus sehingga produtivitasnya lebih tinggi bila dibandingkan dengan bibit yang bukan dari bibit yang menggunakan teknologi kultur in vitro.

Namun, untuk menghasilkan produksi kentangh yang optimal, dipengaruhi banyak faktor, terutama budi daya petani.

Solusi atas permasalahan produksi benih kentang ini, kata dia, penting karena sebagai negara agraris, sudah sepatutnya Indonesia dapat mandiri dalam memproduksi bahan-bahan pangan pokok dan rempah, meski yang terjadi justru sebaliknya.

Baca juga :   Sarung Tangan Ini Bisa Mencegah Kecelakaan Kerja

Data Kementerian Pertanian, rata-rata produksi kentang mencapai 1.213.828,6 ton per tahun. Meski produksi dan permintaan kentang yang banyak, ketersediaan benih atau bahan tanam kentang baru bisa15 % yang bisa disediakan secara mandiri oleh Indonesia.

Selain kuantitas, problem lain juga soal pasokan benih berkualitas. Karena alasan itu, Syarif mengembangkan benih kentang dalam teknologi kultur in vitro dalam bentuk planlet dan teknologi aeroponik untuk menghasilkan benih kentang dalam bentuk umbi generasi nol (G0).

Teknik ini diawali dengan isolasi jaringan meristem sebagai bahan tanam yang bernama latin Solanum tuberosum L. Lantas, diperbanyak dengan cara subkultur dalam kondisi aseptic (kondisi bebas dari mikroorganisme penyebab penyakit).

Baca juga :   Inovasi Kompor Bertenaga Surya Untuk Dukung Darurat Bencana

Bila pertumbuhan sempurna, akan menjadi tanaman lengkap yang disebut planlet. “Planlet ini dapat dijual ke petani penangkar benih sebagai bahan tanam untuk menghasilkan umbi G0 yang harus ditanam di screen house,” ujarnya.

Planlet yang siap dipasarkan ini telah mendapatkan delegasi legalitas dari Balai Penelitian Tanaman Sayuran Lembang untuk varietas Granola Lembang dan dinyatakan bebas virus dan tergolong produk berkualitas.

Selain menghasilkan planlet hasil kultur in vitro, Syarif dan timnya juga mengembangkan umbi G0 dengan teknik Aeroponik, yakni budi daya tanpa menggunakan tanah sehingga sangat efisien.

“Teknologi ini sebagai suatu bentuk hilirasi dan komersialisai hasil riset yang mendapatkan dana dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI, dalam bentuk program pengabdian kepada masyarakat,” paparnya.

Baca juga :   Sepeda Listrik Tenaga Surya UMM Ini Punya Pengontrol Daya

Teknologi ini didaftarkan Program Pengembangan Usaha Produk Intelektual Kampus (PPUPIK). Dengan menyelenggarakan PPUPIK, perguruan tinggi berpeluang memperoleh pendapatan dan membantu menciptakan wirausaha baru.

Untuk memperluas pemasarannya, program ini bermitra dengan kalangan petani penangkar benih di Jawa Timur. Syarif berharap produk benih kentang ini dapat membantu masalah pengadaan benih kentang berkualitas dalam skala nasional.

FAHRUL ANWAR

Tags: AgroteknologiFakultas Pertanian dan Peternakan UMMkentangUniversitas Muhammadiyah Malang (UMM)
Previous Post

2019, Tri Agresif Gelar Jaringan

Next Post

Aplikasi SIPMI Untuk Penuhi Kebutuhan Pekerja Migran

Related Posts

Mahasiswa Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Malang
Innovation

Inovasi Kompor Bertenaga Surya Untuk Dukung Darurat Bencana

20 Februari 2023
0
UMM Sepeda Listrik Tenaga Surya
Innovation

Sepeda Listrik Tenaga Surya UMM Ini Punya Pengontrol Daya

23 Januari 2023
0
UMM smartpen
Innovation

Smart Pen Ini Bisa Akses Data Rekam Medis Pasien Secara Otomatis

27 September 2022
0
Load More
Next Post
Bekraf Gelar Coding Mom Bagi Buruh Migran

Aplikasi SIPMI Untuk Penuhi Kebutuhan Pekerja Migran

Ralali Go Regional Lewat Proyek ASEAN B2B Marketplace

Ralali Go Regional Lewat Proyek ASEAN B2B Marketplace

Virtual Reality Bakal Jadi Metode Pembelajaran di SMK

Virtual Reality Bakal Jadi Metode Pembelajaran di SMK

Discussion about this post

Recent Updates

masa depan industri P2P Lending

Akhir Era “Bakar Uang”: Menakar Kedewasaan Baru Industri P2P Lending Indonesia

6 April 2026
Pitchbook - venture capital

Laporan Pitchbook Q1 2026: Investasi VC Asia Stabil, Sektor AI Geser Dominasi Fintech

6 April 2026
Agoda x WWF x Livingseas

Agoda dan WWF Kucurkan Dana Konservasi untuk Livingseas Asia di Bali

6 April 2026
ShopeePay

ShopeePay Soroti Perubahan Pola Konsumsi Masyarakat Pasca Ramadan 2026

6 April 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
masa depan industri P2P Lending

Akhir Era “Bakar Uang”: Menakar Kedewasaan Baru Industri P2P Lending Indonesia

6 April 2026
Pitchbook - venture capital

Laporan Pitchbook Q1 2026: Investasi VC Asia Stabil, Sektor AI Geser Dominasi Fintech

6 April 2026
Agoda x WWF x Livingseas

Agoda dan WWF Kucurkan Dana Konservasi untuk Livingseas Asia di Bali

6 April 2026
ShopeePay

ShopeePay Soroti Perubahan Pola Konsumsi Masyarakat Pasca Ramadan 2026

6 April 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version