Desfola, Alat Pendeteksi Potensi Bencana Alam Dari Mahasiswa UB

Rizka Sisna Riyanti dan Tim Desfola, Bagas Priyo Hadi Wibowo dari UB Malang. (Foto: istimewa/youngster.id)

youngster.id - Belakangan ini banyak bencana terjadi di negeri kita tanpa sempat terdeteksi. Peduli akan hal itu tim Mahasiswa Teknik Elektro Universitas Brawijaya membuat Disaster Detection System of Forest Fire and Landslide Desfola. Ini adalah sebuah teknologi pendeteksi potensi bencana berbasis android guna mengurangi dampak akibat kebakaran hutan dan tanah longsor.

Berkat inovasi itu tim Desfola yang diketuai oleh Rizka Sisna Riyanti dan Bagas Priyo Hadi Wibowo dengan bimbingan dosen Eka Maulana memperoleh medali emas dari kompetisi inovasi internasional, The 5th International Young Inventors Awards (IYIA) 2018.

“Kami bangga bisa mengikuti jejak kesuksesan dari senior-senior kami,” ujar Riska mengungkapkan rasa bangga atas prestasi mereka yang dilansir laman UB.

Desfola adalah sebuah teknologi pendeteksi potensi bencana berbasis android guna mengurangi dampak akibat kebakaran hutan dan tanah longsor. Bagas menjelaskan Desfola dirancang dengan hanya dua bagian utama, yaitu bagian sensor dan bagian server.

Bagian sensor diletakkan di beberapa bagian hutan dan bagian server akan diletakkan di pemukiman warga yang memiliki koneksi internet. Desfola menggunakan sistem pengiriman point to point untuk memaksimalkan kinerjanya.

Baca juga :   Alluciera, Ornamen Dinding Cantik dari Limbah Eceng Gondok

“Data yang dideteksi oleh bagian sensor akan ditampilkan di aplikasi android secara realtime. Saat potensi bencana meningkat, alat akan menampilkan warning sehingga masyarakat bisa lebih waspada dan menanggulanginya lebih dini,” jelas Bagas.

Kompetisi IYIA 2018 yang diselenggarakan oleh asosiasi pemenang kompetisi penelitian atau inovasi nasional dan internasional INNOPA (Indonesian Invention and Innovation Promotion Association) ini diikuti oleh 15 Negara seperi Indonesia, China, Malaysia, Thailand, dan lainnya. Tidak kurang dari 317 inovasi dari peserta dalam dan luar negeri dipamerkan dalam kompetisi tersebut.

Inovasi ini sebelumnya berhasil memperoleh medali perak pada ajang International Research Innovation, Invention, and Solution Exposition (IRIISE) 2018 yang bertempat di University of Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia pada tanggal 14-16 Agustus 2018.

STEVY WIDIA