Dukung Industri 4.0 Mahasiswa ITB Kembangkan Teknologi Blockchain

ITB menggelar pameran foto tentang sungai Citarum. (Foto: itb.ac/youngster.id)

youngster.id - Konsep smart technology seakan telah menjadi trend tersendiri di lingkungan sosial, termasuk digitalisasi komunikasi di era industri 4.0 sekarang ini. Tetapi Tantangan baru akan penguasaan cyber-physic system, IoT, cloud computing, serta cognitif computing harus dijawab dengan kesiapan yang matang baik dari sisi teknologi maupun birokrasi suatu negara.

Berangkat dari misi inilah, mahasiswa ITB, Rezha Kusuma mengembangkan suatu sistem blockchain untuk data berupa identitas yang diberi nama Blockchain ID.

“Sebesar 90% masyarakat dunia khawatir bagaimana identitasnya digunakan. Namun kurang dari 10% yang merasa memilki kontrol terhadap identitasnya. Bagaimana jika ada suatu sistem identitas yang memberikan kontrol kembali kepada si pemilik identitas itu sendiri. Oleh sebab itulah kami membuat Blockchain ID, ” ujarnya kepada media belum lama ini.

Sesuai dengan slogannya yaitu “Kontrol Identitas Kembali pada Anda”, Blockchain ID dikembangkan dengan fungsi utama agar pemilik data dapat memegang data identitasnya sendiri, mengubah, mengelola, serta melacak siapa yang menggunakan identitas miliknya. Segala macam transaksi yang bersifat multiidentitas bisa menggunakan sistem hasil Tenant LPIK-ITB itu. Hal itu mengimplikasikan begitu luas aspek yang dapat diakomodasi menggunakan Blockchain dari hasil pengembangannya.

Baca juga :   Presiden Jokowi Diminta Berhati-hati Soal Rencana Revisi PP Network Sharing

Sejauh ini, pengembangan Blockchain di Indonesia pun masih sangat terbatas. Dengan tingkat keamanan dan validitas data yang tinggi, Blockchain akan sangat perspektif di era industry 4.0. Integralistik otomasi dan digital marketing mensyaratkan adanya basis data yang sangat lengkap dan terdistribusi secara aman.

Basis data ini akan dapat dibuat jika proses pencatatannya bersifat holistik selain juga tervalidasi dari sisi nilai. Oleh karena itu, Blockchain akan menjadi sangat penting untuk dapat dikuasai demi menghadapi era industri 4.0.

FAHRUL ANWAR