Inovasi Penyediaan Air Bersih Dengan Membrane Distillation

Mey Shelly Rikin dan Vania Elita Krisnandika Mahasiswa Teknik Kimia ITB. (Foto: itb/Youngster.id)

YOUNGSTER.id - Air bersih menjadi kebutuhan utama bagi semua mahluk hidup. Kini hadir inovasi dapat mengolah air laut menjadi air bersih dengan memanfaatkan membrane distillation. Inovasi ini menghantarkan Mey Shelly Rikin dan Vania Elita Krisnandika tersebut menjadi juara pertama pada Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional Chemical Engineering in Action (LKTIN CHAIN) 2017.

Mahasiswa Teknik Kimia ITB angkatan 2014 ini menjelaskan membrane distillation adalah membran mikropori hidrofobik yang sudah mulai banyak diteliti dan dikembangkan belakangan ini.

“Umumnya, jenis membran yang sering dikembangkan adalah membrane reverse osmosis. Tetapi penggunaan membran ini harus dilakukan pada tekanan operasi yang tinggi. Untuk itulah, membrane distillation mulai banyak dikembangkan karena dapat beroperasi pada tekanan ambien dan suhu rendah, ” kata Mey Shelly dilansir laman ITB, Jumat (22/9/2017).

Ia menjelaskan, mereka memanfaatkan konfigurasi Direct Contact Membrane Distillation (DCMD). Dalam hal ini, air laut digunakan sebagai umpan dan dibiarkan terevaporasi dengan bantuan matahari. Selanjutnya, uap air yang terevaporasi masuk melewati membran mikropori dan akan keluar melalui sisi membran yang lain. Hal ini memanfaatkan prinsip kerja perbedaan temperatur antara dua sisi membran.

Kemudian, uap air yang keluar dari sisi lain membran dikondensasi hingga menghasilkan air bersih. Air tersebut dapat dimanfaatkan untuk banyak keperluan, seperti mandi, mencuci, dan minum. Tetapi, sebelum dapat dimanfaatkan sebagai air minum, air tersebut harus diproses lebih lanjut untuk menambahkan mineral-mineral yang dibutuhkan.

Menurut Mey, pengembangan ide ini berangkat dari pengalaman pribadinya yang tinggal di daerah pesisir dan sempat menghadapi masalah kekurangan air bersih. Oleh karena itu, ia merasa permasalahan ini perlu diselesaikan agar semua masyarakat Indonesia mendapatkan akses yang layak untuk air bersih.

Selaras dengan tujuan sustainable development goal (tujuan pembangunan berkelanjutan), pemenuhan kebutuhan generasi masa kini memang harus mempertimbangkan kebutuhan generasi yang akan datang, termasuk kebetuhan akan air bersih. Untuk itu, sistem membrane distillation ini merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk menyediakan air bersih di daerah pesisir pantai secara berkelanjutan.

Ditambah lagi, penggunaan membrane distillation ini terbilang murah dan ramah lingkungan. Pasalnya, pasokan energi yang digunakan untuk sistem ini dapat diperoleh dengan mudah dari energi matahari yang jumlahnya melimpah, secara khusus untuk negara tropis seperti Indonesia. Tak hanya itu, energi listrik yang dibutuhkan untuk mendukung sistem ini juga dapat dipasok dengan mengubah energi matahari menjadi energi listrik.

Selain itu, Indonesia juga merupakan salah satu negara dengan garis pantai terpanjang di dunia. Artinya, umpan air laut yang dibutuhkan sangat banyak tersedia. Oleh karena itu, pemanfaatan membrane distillation ini diharapkan dapat menjadi solusi penyediaan air bersih untuk berbagai daerah di Indonesia.

FAHRUL ANWAR