Jumat, 2 Januari 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Innovation

iROS Surveillance, Alat Pendeteksi Zat Kimia Dari ITB

19 Juni 2018
in Innovation, News
Reading Time: 2 mins read
iROS Surveillance, Alat Pendeteksi Zat Kimia Dari ITB

alat pemetaan kadar kontaminan kimia dari ITB. (Foto: istimewa/youngster.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) jurusan Teknik Elektro yang menciptakan alat untuk memonitor kadar kontaminan kimia yang berbahaya di alam terbuka.

Alat yang diberi nama iROS Surveillance ini merupakan gabungan dari Unmanned Aerial Vehicle (UAV) dan Unmanned Ground Vehicle (UGV). Yaitu, sebuah unit UGV bernama SEEKER JR, dan sebuah drone bernama TARROT T680 sebagai UAV. Keduanya secara bersama melakukan pengawasan dan pemetaan kadar kontaminan kimia secara real time dan otonom.

Produk ini merupakan karya dari Deddy Welsan, Johnson Lee, dan Riza Syaihikma. “Pembuatan alat ini dilatarbelakangi dengan maraknya penggunaan kontaminan zat kimia berbahaya di Indonesia, yang tentunya dapat membahayakan masyarakat,” tutur Johnson dilansir laman ITB baru-baru ini.

Menggunakan banyak sensor, iROS Surveillance memiliki fitur utama yang penting dan sangat bermanfaat untuk pengawasan dan pemetaan. Diantaranya adalah kemampuan untuk automatic tracking, yang didukung dengan teknologi Global Positioning System (GPS). Selain itu, didukung roda dan rangka yang kuat, iROS Surveillance juga memiliki jangkauan hingga 50 km dan cocok digunakan untuk berbagai medan dan cuaca.

Baca juga :   Pocari Sweat Gelar Kompetisi Sweat Dance Cover Untuk Anak Muda

Selain unit UAV dan UGV, iROS Surveillance juga dilengkapi dengan suatu sistem antarmuka yang dikembangkan dari perangkat lunak kendali penerbangan bernama QGroundControl yang bersifat open source. Sistem antarmuka tersebut sebagai pengendali atau penghubung antara pengguna dengan wahana yang digunakan.

Melalui sistem antarmuka tersebut, iROS Surveillance dapat melakukan Automatic Takeoff and Landing (ATOL) dan bergerak sesuai jalur yang telah diatur oleh pengguna. Tidak hanya itu, sistem antarmuka tersebut juga memiliki fitur visualisasi yang dapat menampilkan data – data yang penting, seperti posisi iROS Surveillance, konsentrasi kontaminan zat kimia, serta jalur pemetaan yang diatur oleh pengguna.

Untuk dapat menggunakan iROS Surveillance, pengguna harus terlebih dahulu menentukan beberapa parameter, seperti titik Take Off, sensitivitas sensor, serta jalur yang dilalui. Disini, iROS Surveillance menggunakan pengaturan jalur yang menyerupai grafik sinyal digital, yang secara konstan membentuk kumpulan persegi panjang.

Baca juga :   Modalku Gandeng Indosat Ooredoo, Perluas Layanan Keuangan Digital

“Hal ini diimplementasikan agar jalur tersebut membentuk suatu daerah cakupan yang luas, serta memberikan data yang akurat” tutur Johnson.

Setelah mengatur jalur, UGV akan bergerak dari titik awal ke titik Take Off, dimana drone akan mulai terbang dan mengikuti jalur yang telah ditentukan untuk melakukan proses pengawasan dan pemetaan.

Data yang diperoleh pada proses tersebut dikirimkan secara real time dan ditampilkan kepada pengguna menggunakan sistem antarmuka yang diciptakan lebih dulu. Setelah selesai, drone akan mendarat pada UGV dan iROS Surveillance akan bergerak kembali ke titik awal.
Untuk pengembangan kedepan, ketiga mahasiswa ITB ini berharap iROS Surveillance dapat digunakan dalam berbagai kasus di Indonesia.

Baca juga :   GO-JEK Ajak Milenial Kenal Indonesia Raya 3 Stanza

“Kami berharap alat kami juga digunakan di berbagai kasus, misalnya, untuk mengatasi zat kimia di daerah konflik dan industri dengan tingkat kecelakaan yang tinggi,” lanjut Johnson. Mereka juga berharap alat tersebut juga dapat digunakan secara luas untuk keperluan lainnya, seperti pertanian, geomapping, smart city, serta forest monitoring.

FAHRUL ANWAR

Tags: Institut Teknologi Bandung (ITB)iROS Surveillancepemetaan kadar kontaminan kimia
Previous Post

Dompet Dhuafa Tebar Zakat Fitrah Hingga Pelosok Negeri

Next Post

Facebook Messenger Tambah Fitur Bertema Piala Dunia

Related Posts

AI Innovation Hub
Headline

AI Innovation Hub Upaya Dorong Akselerasi Talenta dan Inovasi Ekosistem AI Nasional

18 Desember 2025
0
Kembangkan Navigasi Aman di Area Radiasi, Tim ITB Raih Juara 2 Global HackAtom Indonesia 2025
Headline

Kembangkan Navigasi Aman di Area Radiasi, Tim ITB Raih Juara 2 Global HackAtom Indonesia 2025

2 September 2025
0
Telkomsel Pamerkan Beragam Solusi AI Terkini di KSTI Indonesia 2025
News

Telkomsel Pamerkan Beragam Solusi AI Terkini di KSTI Indonesia 2025

11 Agustus 2025
0
Load More
Next Post
Facebook Messenger Tambah Fitur Bertema Piala Dunia

Facebook Messenger Tambah Fitur Bertema Piala Dunia

Astra Investasi Modal Rp 2 Triliun di Go-Jek

Go-Jek Ditawari Pendanaan Baru 1 Milyar Dollar

OVO dan GrabPay Siapkan Dompet Elektronik Terpadu

Grab Cetak Pendapatan Rp13,9 Triliun

Discussion about this post

Recent Updates

Enterprise Warehouse

HashMicro Ungkap Arah Baru Strategi Enterprise Warehouse pada 2026

31 Desember 2025
SoftBank Suntik Pendanaan Untuk SODA,  Startup Ini Siap Ekspansi ke Pasar Indonesia

Perluas Infrastruktur AI SoftBank Group Akuisisi DigitalBridge

31 Desember 2025
Riyadh Air dan IBM Luncurkan Maskapai AI Native Pertama di Dunia

Riyadh Air dan IBM Luncurkan Maskapai AI Native Pertama di Dunia

31 Desember 2025
Gen Z Segmen Yang Tepat Bangun Kesadaran Akan Isu Perubahan Iklim

Gen Z Segmen Yang Tepat Bangun Kesadaran Akan Isu Perubahan Iklim

31 Desember 2025
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
pendanaan Fintech

Inilah 5 Fintech dengan Pendanaan Terbesar di Indonesia Tahun 2025

15 Mei 2025
Bang Jamin

Insurtech Bang Jamin Kantongi Rp65 Miliar dari Putaran Pendanaan pra-Seri A

17 Juli 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Enterprise Warehouse

HashMicro Ungkap Arah Baru Strategi Enterprise Warehouse pada 2026

31 Desember 2025
SoftBank Suntik Pendanaan Untuk SODA,  Startup Ini Siap Ekspansi ke Pasar Indonesia

Perluas Infrastruktur AI SoftBank Group Akuisisi DigitalBridge

31 Desember 2025
Riyadh Air dan IBM Luncurkan Maskapai AI Native Pertama di Dunia

Riyadh Air dan IBM Luncurkan Maskapai AI Native Pertama di Dunia

31 Desember 2025
Gen Z Segmen Yang Tepat Bangun Kesadaran Akan Isu Perubahan Iklim

Gen Z Segmen Yang Tepat Bangun Kesadaran Akan Isu Perubahan Iklim

31 Desember 2025
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version