Jumat, 13 Februari 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Innovation

Lumpur Jadi Bahan Pengikat Limbah Beracun

2 Desember 2016
in Innovation
Reading Time: 1 min read
Lumpur Jadi Bahan Pengikat Limbah Beracun

Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, Yulinar Dwi Nur Azizah. (Foto: its.ac.id/Youngsters.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Lumpur ternyata dapat dimanfaatkan menjadi media pengikat racun (bioabsorben) untuk limbah industri baterai. Inovasi ini ditemukan oleh mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, Yulinar Dwi Nur Azizah. Hasil penelitiannya ini pun menjadi juara tiga dalam lomba Cipta Guna Limbah Nusantara 2016 di Universitas Sriwijaya.

Yulinar, Mahasiswa Departemen Kimia mengatakan bahwa lumpur yang ia gunakan merupakan lumpur limbah hasil industri penyamakan kulit. Ternyata, ia mengaku bahwa ide untuk memakai limbah lumpur hasil industri penyamakan kulit tersebut muncul saat ia mengingat kampung halamannya, Mojokerto.

“Di sekitaran rumah saya banyak industri penyamakan kulit dan menghasilkan limbah lumpur. Sayang kurang terolah dan termanfaatkan, padahal lumpur tersebut memiliki potensi,” ucap Yulinar yang dilansir itc.ac.id. Setelah diteliti, lanjutnya, lumpur tersebut merupakan limbah organik yang memilki gugus fungsi dan mampu mengikat logam berat seperti Kobalt, Nikel, Kadmiun dan Seng.

Baca juga :   Tim Sapuangin ITS Raih Lima Gelar Di Kompetisi KMHE 2017

“Logam berat ini biasanya banyak terkadung dalam limbah industri batrai. Mereka bersifat merusak lingkungan. Sehingga perlu ada sebuah langkah solutif untuk menanggulanginya. Karena itu kita mencoba membuat penelitian dengan ini,” jelas Alumnus SAMN 1 Puri ini.

Tak disangka, hasil uji coba skala lab yang dilakukan oleh Yulinar mendapat hasil yang cukup memuaskan. Dari skala efektivitas 100 persen, olahan lumpurnya ternyata mampu mengikat limbah dengan nilai diatas 90 persen. Sehingga tak heran, penelitiannya ini pun berhasil menyabet juara tiga dalam lomba Cipta Guna Limbah Nusantara di Universitas Sriwijaya tahun 2016.

Berawal dari pengalaman tersebut, Yulinar mengaku ketagihan dengan dunia tulis-menulis karya ilmiah. Bahkan ia mengaku telah memutuskan untuk menekuni bidang ini. Perempuan kelahiran 30 Juli 1996 pun mengaku sempat menyesal lantaran baru menemukan dunia penelitian di semester lima.

Baca juga :   ITS Perbarui Sapuangin Untuk SEM Asia 2017

FAHRUL ANWAR

Tags: Cipta Guna Limbah Nusantara 2016Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabayalimbah baterailumpur
Previous Post

Traveloka Layani Tiket Penerbangan Non-ekonomi

Next Post

JD.ID Hadirkan Layanan Pembayaran Tanpa Kartu Kredit

Related Posts

Alat i-nose c-19, Pendeteksi Covid-19 Lewat Bau Keringat
Innovation

Alat i-nose c-19, Pendeteksi Covid-19 Lewat Bau Keringat

19 Januari 2021
0
BengaOne, Aplikasi Cek Keamanan Kendaraan Bermotor
Innovation

BengaOne, Aplikasi Cek Keamanan Kendaraan Bermotor

12 Maret 2020
0
Ichiro, Tim Robot Sepakbola ITS Juara di Australia
Headline

Ichiro, Tim Robot Sepakbola ITS Juara di Australia

16 Juli 2019
0
Load More
Next Post
JD.ID Hadirkan Layanan Pembayaran Tanpa Kartu Kredit

JD.ID Hadirkan Layanan Pembayaran Tanpa Kartu Kredit

Finalis Indonesia Digital Leaders 2016 Kunjungi Jakarta Smart City

Finalis Indonesia Digital Leaders 2016 Kunjungi Jakarta Smart City

Survey: Jejaring Sosial Hanya Buang-Buang Waktu

Survey: Jejaring Sosial Hanya Buang-Buang Waktu

Discussion about this post

Recent Updates

XTransfer

XTransfer Dorong Solusi Pembayaran B2B untuk Percepat Ekspor UMKM di ASEAN

12 Februari 2026
Geotab Connect 2026

Geotab Perkenalkan Inovasi Telematika Berbasis AI untuk Tingkatkan Keselamatan Armada di Indonesia

12 Februari 2026
Grab

Cetak Sejarah, Grab Raih Laba Bersih Perdana US$268 Juta Sepanjang 2025

12 Februari 2026
AFTECH

AFTECH Luncurkan Chatpindar, Dorong Literasi Keuangan Digital

12 Februari 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
pendanaan Fintech

Inilah 5 Fintech dengan Pendanaan Terbesar di Indonesia Tahun 2025

15 Mei 2025
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
XTransfer

XTransfer Dorong Solusi Pembayaran B2B untuk Percepat Ekspor UMKM di ASEAN

12 Februari 2026
Geotab Connect 2026

Geotab Perkenalkan Inovasi Telematika Berbasis AI untuk Tingkatkan Keselamatan Armada di Indonesia

12 Februari 2026
Grab

Cetak Sejarah, Grab Raih Laba Bersih Perdana US$268 Juta Sepanjang 2025

12 Februari 2026
AFTECH

AFTECH Luncurkan Chatpindar, Dorong Literasi Keuangan Digital

12 Februari 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version