Jumat, 2 Januari 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Innovation

Mahasiswa ITS Kembangkan Mesin Pengering Gabah Ramah Lingkungan

30 Juli 2018
in Innovation, News
Reading Time: 2 mins read
Mahasiswa ITS Kembangkan Mesin Pengering Gabah Ramah Lingkungan

Teknik Elektro ITS dengan alat inovasi pengering gabah. (Foto: its/youngster.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Pertanian merupakan tulang punggung perekonomian di Indonesia. Untuk itu inovasi dibidang teknologi pertanian terus dibutuhkan. Salah satunya dalam hal metode pengeringan gabah. Untuk memudahkan itu, tim mahasiswa ITS, kini ada alat inovasi yang memanfaatkan fenomena wind corona sebagai solusi baru pengeringan gabah.

Ahmad Bariq Al Fahri, selaku ketua tim mengungkapkan selama ini ada dua metode yang dimanfaatkan petani untuk mengeringkan gabah. “Selain menggunakan sinar matahari langsung, ada petani yang memanfaatkan alat pengering berbasis teknologi termal,” kata Bariq yang dilansir Humas ITS, Sabtu (28/7/2018).

Namun, menurut dia dari hasil riset bersama rekannya Pinanggih Rahayu dan I Wayan Ersa Saputra, ditemukan adanya celah pada dua metode tersebut. Pengeringan menggunakan sinar matahari langsung, membutuhkan waktu minimal tiga hari untuk mendapatkan gabah yang kering sempurna. Dengan catatan kondisi panas matahari stabil dan cukup selama waktu pengeringan.

Baca juga :   Telkomsel Dorong Pemerataan Akses 4G LTE di Perbatasan Indonesia dan Timor Leste

“Cuaca di Indonesia yang tidak menentu beberapa tahun belakang ini tentunya sangat merugikan petani yang mengandalkan metode ini (dengan menggunakan sinar matahari langsung, red),” ungkap Bariq.

Lebih lanjut, kata dia menjelaskan alat pengering modern berbasis termal juga bisa menjadi solusi. Namun, penggunaan alat pengering modern ini mengakibatkan penurunan nilai gizi dari gabah, kehigienisan tidak terjamin, serta membutuhkan konsumsi energi listrik yang cukup tinggi.

“Padahal saat ini dunia sedang ramai mengurangi penggunaan energi, termasuk energi listrik,” tutur mahasiswa Teknik Elektro ITS tersebut.

Lain halnya dengan pengering berbasis wind corona temuan Bariq dan tim. Dengan menggunakan alat ini, proses pengeringan padi hanya berlangsung selama sejam tanpa mengurangi nilai gizi dan struktur gabah.

Baca juga :   Panasonic Luncurkan Alat Perawatan Wajah Yang Simple

“Dengan metode yang kami kembangkan ini, tidak ada penurunan kualitas gizi, selain itu juga lebih ramah lingkungan,” jelas Bariq yang melakukan uji kualitas gizi di Laboratorium Kimia Instrumen ITS.

Bariq menjelaskan, wind corona sendiri merupakan fenomena tegangan tinggi yang timbul ketika level tegangan belum mencapai kondisi untuk dapat mengalirkan alur listrik (pre- breakdown). Wind corona ini akan menimbulkan suatu medan di antara dua elektroda.
“Dalam kasus ini, elektroda berbentuk jarum pada bagian atas dan lingkaran sebagai tempat diletakkannya gabah,” urai pria 21 tahun tersebut.

Dalam prosesnya, jelas Bariq, usai meletakkan gabah basah di antara kedua elektroda, tegangan akan dinaikkan secara perlahan hingga mencapai kondisi pre-breakdown. Kemunculan wind corona akan ditandai dengan desis listrik lalu gabah didiamkan hingga mengering. “Dibandingkan dengan pengeringan konvensional, metode ini berhasil menurunkan massa air dua kali lipat lebih banyak,” paparnya.

Baca juga :   3Store Hadirkan Layanan Digital Untuk Pelanggan Serba Canggih

Bariq berharap penelitian ini dapat digunakan sebagai metode baru yang efektif dan ramah lingkungan dalam proses pengeringan gabah. “Semoga terdapat tindak lanjut dari pemerintah atau badan dan institusi terkait untuk penelitian yang lebih lanjut,” pungkas Bariq.

Dengan karya itu mereka berhak atas dana hibah pengembangan dari Program Kreativitas Mahasiswa Penelitian Eksakta (PKM-PE) Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) 2018.

 

FAHRUL ANWAR

Tags: pengering gabahTeknik Elektro ITS
Previous Post

Hati-Hati Berinvestasi Mata Uang Digital

Next Post

iFlix Siapakan Dana Investasi Untuk Perkuat Konten Lokal

Related Posts

No Content Available
Load More
Next Post
iFlix Siapakan Dana Investasi Untuk Perkuat Konten Lokal

iFlix Siapakan Dana Investasi Untuk Perkuat Konten Lokal

Duitku Raih Sertifikasi Standar Keamanan Internasional

Duitku Raih Sertifikasi Standar Keamanan Internasional

Perhimpunan Pelajar RI Gelar Simposium Internasional di Moskow

Perhimpunan Pelajar RI Gelar Simposium Internasional di Moskow

Discussion about this post

Recent Updates

Huawei ICT Competition 2025 Dorong Universitas Jadi Pusat Solusi dan Pengembangan Talenta Digital

Huawei ICT Competition 2025 Dorong Universitas Jadi Pusat Solusi dan Pengembangan Talenta Digital

2 Januari 2026
Enterprise Warehouse

HashMicro Ungkap Arah Baru Strategi Enterprise Warehouse pada 2026

31 Desember 2025
SoftBank Suntik Pendanaan Untuk SODA,  Startup Ini Siap Ekspansi ke Pasar Indonesia

Perluas Infrastruktur AI SoftBank Group Akuisisi DigitalBridge

31 Desember 2025
Riyadh Air dan IBM Luncurkan Maskapai AI Native Pertama di Dunia

Riyadh Air dan IBM Luncurkan Maskapai AI Native Pertama di Dunia

31 Desember 2025
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
pendanaan Fintech

Inilah 5 Fintech dengan Pendanaan Terbesar di Indonesia Tahun 2025

15 Mei 2025
Bang Jamin

Insurtech Bang Jamin Kantongi Rp65 Miliar dari Putaran Pendanaan pra-Seri A

17 Juli 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Huawei ICT Competition 2025 Dorong Universitas Jadi Pusat Solusi dan Pengembangan Talenta Digital

Huawei ICT Competition 2025 Dorong Universitas Jadi Pusat Solusi dan Pengembangan Talenta Digital

2 Januari 2026
Enterprise Warehouse

HashMicro Ungkap Arah Baru Strategi Enterprise Warehouse pada 2026

31 Desember 2025
SoftBank Suntik Pendanaan Untuk SODA,  Startup Ini Siap Ekspansi ke Pasar Indonesia

Perluas Infrastruktur AI SoftBank Group Akuisisi DigitalBridge

31 Desember 2025
Riyadh Air dan IBM Luncurkan Maskapai AI Native Pertama di Dunia

Riyadh Air dan IBM Luncurkan Maskapai AI Native Pertama di Dunia

31 Desember 2025
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version