Mahasiswa ITS Raih Best Nominee Dalam Konferensi Internasional di Jepang

Mochamad Alvan Mifta Chusururi dan Brahmanu Wisnu di GIMAR 2018. (Foto: ITS/Youngster.id)

youngster.id - Sajikan penelitian tentang tembakau, dua mahasiswa Departemen Teknik Material Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menjadi Best Nominee dalam ajang 4th International Conference on Global Issues in Multidisciplinary Academic Research (GIMAR) 2018 di Jepang.

Mereka adalah Mochamad Alvan Mifta Chusururi dan Brahmanu Wisnu yang mempresentasikan penelitian berjudul Study of Perfomance Evaluation Inhibitor Corrosion Based on Green Corrosion Inhibitor to Extract Leaf Tobacco and Commercial Imidazoline Inhibitor in Sweet Environment at Carbon Steel AISI 1045 NaCl 3,5% Solution.

Kedua mahasiswa ini mencoba membandingkan mutu inhibitor korosi imidazoline dengan inhibitor dari tembakau. Hasil penelitian itu menunjukkan bahwa ternyata setelah dikomparasi, inhibitor tembakau lebih baik daripada inhibitor imidazoline.

“Tembakau kami dipilih sebagai pembanding karena kami ingin mengubah pandangan orang-orang terhadap bahan utama rokok ini tidaklah selamanya merusak kesehatan tetapi juga memliki manfaat dalam dunia industri khususnya untuk mencegah korosi,” ungkap keduanya seperti dilansir laman ITS belum lama ini.

Baca juga :   Minyak Jelantah Pun Bisa Jadi Aroma Terapi

Inhibitor imidazoline yang memang sudah lazim digunakan khususnya dalam industri minyak dan gas, namun inhibitor jenis ini masih memiliki kekurangan, seperti harga yang mahal dan tingkat urai terhadap lingkungan cukup lama.

Bukan hal mudah bisa mengikuti konferensi kelas dunia ini, banyak kendala yang harus diatasi apalagi masalah pendanaan. Bagi Alvan dan Wisnu bukan pertama kali mereka bisa mnegikuti kompetisi tingkat internasional seperti ini, namun dari ajang ini mereka mengaku mendapat banyak pengalaman, seperti dibuat takjub oleh kemajuan teknologi dan nilai-nilai kehidupan masyarakat Jepang sampai mereka terkena cultural shock saat kembali ke Indonesia.

“Melihat Jepang yang maju, membuat saya ingin mengajak teman-teman kampus teknologi ini untuk berani berinovasi dan mencoba hal baru,” ujar Alvan lagi.

Berkat pemikiran ini, dua mahasiswa ITS ini mampu menyejajarkan Indonesia dengan negara lain seperti Taiwan, Oman, Nigeria, dan Kanada dalam daftar Best Nominee GIMAR 2018.

 

STEVY WIDIA