Mobil Hemat Energi ITS Kembali Berlaga di Singapura

Tim ITS bersama mobil hemat energi Nogogeni V dan Sapuangin XI Evo 2. (Foto: ITS/Youngster.id)

youngster.id - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya mengirim tim mobil hemat energi Nogogeni V dan Sapuangin XI Evo 2 untuk berlaga di ajang Shell Eco Marathon (SEM) Asia di Singapura pada 8-11 Maret 2018.

Rektor ITS Prof Joni Hermana saat peluncuruan kedua tim mobil yang juga dihadiri jajaran pimpinan ITS mengaku optimistis mobil Nogogeni V dan Sapuangin XI Evo 2 akan membawa pulang gelar juara.

“Melihat kegigihan kedua tim dan prestasi yang telah diukir baik di tingkat nasional maupun internasional, saya yakin hasilnya akan memuaskan,” ungkap Joni dilansir laman ITS belum lama ini.

Dalam kompetisi kali ini, ITS Team Sapuangin mengirimkan satu mobil di kelas Urban Gasoline kategori internal combustion engine (ICE), sedangkan Nogogeni ITS Team mengirim satu mobil di kelas Urban Electric kategori battery electric.

Tahun ini, ITS membidik gelar juara, terutama ITS Timm Sapuangin yang ingin meraih kembali gelar juara yang tahun lalu sempat lepas. Dengan persiapan yang matang mulai dari desain mobil, test drive dan kemajuan-kemajuan lainnya, Sapuangin percaya mampu mencapai target 500 kilometer per liter pada ajang kali ini.

Baca juga :   Indonesia Bakal Jadi Hotspot e-Commerce di Asia Tenggara

Begitu pula dengan Tim Nogogeni yang juga ingin meraih gelar juara di kelasnya dalam kompetisi ini. Tidak hanya meraih gelar juara, kedua tim ini bercita-cita untuk bisa lolos juga sampai ajang Drivers World Championship (DWC) di London, tahun ini.

Faizal Ibrahim, salah satu anggota divisi Engine and Drivetrain Tim Sapuangin mengungkapkan, dalam proses pengerjaan mobil ini, tim sempat mengalami beberapa kesulitan. Salah satunya, saat tim Sapuangin harus memutar otak untuk merakit kembali mesinnya.

“Kami menggunakan mesin seperti saat KMHE (Kontes Mobil Hemat Energi) 2017 yakni engine beat pada kategori mobil hybrid. Namun sayang kalau dilepas, jadi kami rakit ulang dengan memanfaatkan mesin-mesin bekas kondisi bagus,” kata mahasiswa Departemen Teknik Mesin angkatan 2014 ini.