Mobil Semar Urban Siap Diadu di Ajang DWC Dunia

Tim Semar UGM. (Foto: istimewa/youngster.id)

youngster.id - Tim mahasiswa Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta membuat mobil hemat energi yang diberi nama Semar Urban Gasoline UGM. Mobil ini akan diadu pada kompetensi Driver’s World Championship (DWC) tingkat dunia di London pada 8 Juli 2018.

Manager Tim Semar UGM, Antonius Adhika A mengatakan mobil Semar Urban Gasoline UGM merupakan mobile prototipe beroda empat yang dikembangkan dengan konsep city car, berbahan bakar bensin dan mampu menempuh jarak hingga 267 km/liter.

“Mobil dikembangkan menggunakan carbon fiber komposit yang kuat dan ringan sebagai bahan bodi mobil dengan berat total sebesar 80 kg,” kata Antonius yang dilansir laman UGM baru-baru ini.

Mobil hemat energi yang diciptakan oleh mahasiswa yang tergabung dalam Tim Semar UGM ini, sebelumnya telah menyabet juara kategori urban dalam DWC tingkat Asia, Maret 2018 lalu di Singapura.

Pembimbing Tim Semar UGM, Dr. Jayan Sentanuhady, mengungkapkan DWC merupakan ajang paling bergengsi di dunia untuk kompetisi otomotif tingkat mahasiswa. Pada kompetisi ini kendaraan tidak hanya diuji dalam hal kecepatan saja, tetapi sekaligus hemat bahan bakar.

Baca juga :   UPoint, Alat Pembayaran Konten Game Online

“Perlu perjuangan keras untuk bersaing di tingkat dunia nantinya. Adu cepat, namun irit,” tuturnya.

Ia menambahkan perpaduan antara performance mesin, keandalan kendaraan, kebiasaan pengemudi dalam mengolah kaki dengan baik, serta keiritan bahan bakar menjadi tantangan utama dalam perlombaan ini.

“Upaya untuk menyeimbangkan dan memadukan seluruh hal tersebut dan melakukan sejumlah perbaikan kendaraan terus dilakukan oleh Tim Semar UGM,” ugkapnya

Lebih lanjut Rektor UGM, Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng., menyampaikan harapannya agar berbagai inovasi kendaraan yang dihasilkan tim Semar UGM dapat segera dihilirkan. Dengan demikian, inovasi yang dikembangkan dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat luas.

“Berkompetisi dan meraih juara memang penting, tetapi hilirisasi inovasi juga harus diprioritaskan,” tegasnya.

STEVY WIDIA