Selasa, 7 April 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Innovation

Si Tepuk, Mesin Penyiang Padi Sederhana

23 Februari 2018
in Innovation, News
Reading Time: 2 mins read
Si Tepuk, Mesin Penyiang Padi Sederhana

Mahasiswa STPP Bogor dan mesin Si Tepuk. (Foto: Istimewa/Youngster.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Aceng Muhammad Badrudin Muttaqin dan Dani Kurnia, mahasiswa Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian (STPP) Bogor, Jawa Barat, berinovasi dengan membuat mesin sederhana yang berfungsi untuk menyiang sekaligus memupuk padi di sawah.

Mesin yang diberi nama Si Tepuk, singkatan dari siang terus pupuk ini, diikutsertakan dalam Kompetisi Penemu Muda Teknologi Pertanian bertajuk Agriventor 2017 yang diselenggarakan oleh Gerakan Pemuda Tani Indonesia (Gempita) belum lama ini di Bogor.

Dani mengungkapkan, kompetisi tersebut diikuti oleh 36 tim penemu muda seluruh Indonesia. “Sebagai mahasiswa jurusan penyuluh pertanian, kami termotovasi untuk menciptakan alat yang bisa digunakan oleh petani,” kata Dani dalam gelar kegiatan tersebut baru-baru ini.

Baca juga :   GoFood Perketat Protokol Keamanan Makanan

Mesin ini mengombinasikan kegiatan penyiangan dan pemupukan. Prinsip kerjanya adalah pisau pemotong berfungsi untuk memotong gulma sampai pada akarnya. Mesin dilengkapi roda pertama yang berfungsi untuk membenamkan gulma yang telah terpotong. Corong pengeluaran pupuk berfungsi untuk menaburkan pupuk di dekat akar tanaman dan roda belakang berfungsi untuk membenamkan pupuk yang telah ditebarkan.

Menurut Aceng, konsep pembuatan mesin penyiang dan pemupuk padi tersebut telah dimulai sejak bulan Oktober 2017 hingga Januari 2018. Proses pembuatan berlangsung kurang lebih dua minggu lamanya.

“Kami membuat mesin bekerja sama dengan bengkel las. Si Tepuk menggunakan daya listrik dari baterai yang sudah dapat diproduksi di Indonesia,” kata Aceng.

Baca juga :   Pengantaran HappyFresh Telah Menempuh Lebih Dari 500 Kali Panjang Garis Khatulistiwa

Menurut dia, latar belakang pembuatan alat pertanian tersebut berdasarkan pengalaman dengan petani ketika praktik lapang ternyata ada petani yang memupuk padi tidak melakukan penyiangan terlebih dahulu dengan alasan rumput masih kecil sehingga susah dilakukan penyiangan.

Padahal, lanjutnya, jika dilihat dari tujuan dari dua kegiatan itu adalah untuk mengoptimalkan pertumbuhan tanaman dengan penyerapan unsur hara yang tepat sasaran. “Sejak itu mulai terpikir oleh kami untuk membuat alat pertanian ini,” ujarnya.

Menurut Dani, mesin Si Tepuk sebagai aksi nyata mahasiswa STPP Bogor untuk memajukan pertanian Indonesia. Dani menambahkan banyak masukan yang mereka terima dari tim juri kompetisi. Alat tersebut memerlukan lebih banyak uji coba sehingga bisa betul-betul digunakan oleh petani.

Baca juga :   Indonesia Pamer Startup Digital di Korsel

STEVY WIDIA

Tags: Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian (STPP) BogorSi Tepuk
Previous Post

Tingkatkan Ekonomi Kawasan, Telkom Percepat Penetrasi Fiber Optic

Next Post

Serangan DDoS Penjahat Siber, 84 Negara Korban

Related Posts

No Content Available
Load More
Next Post
Ancaman Siber Berbasis Web

Serangan DDoS Penjahat Siber, 84 Negara Korban

Kini Ribuan E-Book Dapat Diakses Generasi Muda Indonesia

Kini Ribuan E-Book Dapat Diakses Generasi Muda Indonesia

Pengguna Internet di Indonesia Capai 143 Juta

APJII Bersiap Gunakan Big Data di 2018

Discussion about this post

Recent Updates

masa depan industri P2P Lending

Akhir Era “Bakar Uang”: Menakar Kedewasaan Baru Industri P2P Lending Indonesia

6 April 2026
Pitchbook - venture capital

Laporan Pitchbook Q1 2026: Investasi VC Asia Stabil, Sektor AI Geser Dominasi Fintech

6 April 2026
Agoda x WWF x Livingseas

Agoda dan WWF Kucurkan Dana Konservasi untuk Livingseas Asia di Bali

6 April 2026
ShopeePay

ShopeePay Soroti Perubahan Pola Konsumsi Masyarakat Pasca Ramadan 2026

6 April 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
masa depan industri P2P Lending

Akhir Era “Bakar Uang”: Menakar Kedewasaan Baru Industri P2P Lending Indonesia

6 April 2026
Pitchbook - venture capital

Laporan Pitchbook Q1 2026: Investasi VC Asia Stabil, Sektor AI Geser Dominasi Fintech

6 April 2026
Agoda x WWF x Livingseas

Agoda dan WWF Kucurkan Dana Konservasi untuk Livingseas Asia di Bali

6 April 2026
ShopeePay

ShopeePay Soroti Perubahan Pola Konsumsi Masyarakat Pasca Ramadan 2026

6 April 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version