Tim LZY Visual ITS Juara di Video Mapping Internasional 2017

Tim LYZ ITS di Video Mapping Internasional,Light Up Festival Romania 2017. (Foto: ITS/Youngster.id)

YOUNGSTER.id - Tim LZY Visual dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) berhasil meraih juara ketiga dalam kompetisi Video Mapping Internasional, Light Up Festival Romania 2017.

Kompetisi video mapping merupakan suatu kompetisi dimana para peserta diharuskan melakukan pemetaan visual interaktif pada sebuah objek atau bangunan. Pada lomba kali ini, objek yang digunakan ialah bangunan Palace of Culture di Iasi, salah satu museum di Rumania.
“Juli lalu, kami mengirimkan video demo berdurasi 30 detik berjudul Mysterious Egg,” terang Esa Perkasa Novesada, Ketua tim LZY Visual yang dilansir laman ITS, Kamis (2/11/2017) di Surabaya.

Tim ini terdiri dari 6 mahasiswa Departemen Desain Produk Industri yakni Esa, Mohammad Edo Barudy, Akbar Maulana S, Haris Wiratina, Tedi Mursalat, dan Dwi Prasetyo. Berkat video demo tersebut tim LZY Visual lolos ke babak final dan bersanding dengan lima tim lain, Romania, Ukraina, Jerman dan Perancis.

Selain video demo, tim LZY juga mencatutkan deskripsi singkat serta konsep video mapping yang diajukan. “Poin yang dinilai adalah konten, kreatifitas, teknik visualisasi, serta pesan dari video. Kami berusaha memenangkan hati juri dengan membawa ciri khas Indonesia,” ujar mahasiswa yang akrab disapa Esa ini.

Ditanya mengenai detail konsep, Esa menuturkan bahwa konsepnya terinspirasi dari kehidupan sehari-hari. Mengangkat judul Mysterious Egg, video Esa dan lima kawannya mencoba menarasikan tentang kemampuan tiap pribadi manusia dalam mengendalikan dan mengubah dunia.
“Kata telur disini menggambarkan titik mula perjalanan seorang insan,” imbuhnya.

Pada hakekatnya, lanjut Esa, semua manusia dilahirkan dalam keadaan yang suci, terlambang dengan kemilau cahaya berwarna putih. Namun pada akhirnya semua bergantung pada energi positif dan negatif yang mempengaruhinya.

“Apabila manusia dipengaruhi energi positif maka dunia akan indah dan damai dibuatnya, begitu pula sebaliknya, jika lebih banyak energi negatif yang mempengaruhi, maka hanya kerusakan dan kehancuran yang ada,” kisah Esa.

Dari hal itulah kemudian muncul cahaya baru bernama kecerdasan. Kecerdasab yang dimaksud tidak sekadar kecerdasan otak saja, tatapi juga kecerdasan spiritual. Akumulasi dari semua energi positif itu nantinya akan menumbuhkan rasa empati pada dunia dan lingkungan.

“Kemudian dari empati tersebut hadirlah peradaban yang berkebudayaan dan berkarakter. Pada kesempatan ini budaya yang kami bawakan adalah budaya barong bali, topeng malangan, batik, serta kapal selam ikonik, pasopati 410 dari Surabaya,” tutur mahasiswa angkatan 2013 ini bersemangat.

Video karya para finalis kemudian disiarkan dan disaksikan secara langung oleh 15 juta penonton serta live streaming di acara televisi Romania.

FAHRUL ANWAR