Tim Semar Solid UNS Sulap Tulang Sapi dan Marmer Jadi Beton

Tim Semar Solid Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. (Foto: istimewa/youngster.id)

youngster.id - Tim Semar Solid dari fakultas teknik program studi teknik sipil Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menciptakan inovasi teknologi beton mutu tinggi dengan menggunakan limbah marmer dan tulang sapi.

Mereka adalah Adhirajasa, Yesika Azzukhruf, Panji Pramayswara Pamilih dan Farhan Nurfi Afriansyah. Keempatnya merupakan mahasiswa yang tergabung dalam grup Semar Solid itu menciptakan sebuah beton jenis Self Compacting Concrete (SCC). SCC merupakan beton bermutu tinggi yang dapat memadat sendiri.

Menurut Panji, dalam metode ini limbah marmer dan tulang sapi diolah sedemikian rupa sebagai bahan campuran dalam beton.
“Banyak limbah yang terbuang dari dua bahan tersebut, sehingga kami memanfaatkannya. Keduanya dapat membuat beton lebih cepat mengeras dan juga dapat meningkatkan kuat tekan betonnya,” terang Panji.

Yesika menambahkan, tulang digunakan dalam struktur beton karena memiliki kandungan Kalsium Oksida (CaO) yang besar. CaO sendiri merupakan komposisi terbesar dalam semen.

Begitu juga dengan marmer yang memiliki unsur kimia utama yaitu Silikon Dioksida/Silikat (SiO2), Kalsium Oksida (CaO) dan magnesium Oksida (MgO). Kandungan kimia itu sebagian terdapat dalam semen. Selain unsur kimia yang ada, marmer juga dikenal memiliki kuat tekan yang cukup tinggi.

Baca juga :   Facebook Tutup Aplikasi Remaja Lifestage

“Saat diuji, beton kami kuat tekannya mencapai 20 (Mega Pascal) pada umur 24 jam. Sekitar 41,6% dari kuat tekan 28 hari,” ucap Panji.
Menurut Yesika, inovasi beton mereka bisa diaplikasikan untuk pembuatan jalan. Sebab, proses pengerasan beton mereka tidak memerlukan waktu lama.

“Untuk beton biasa sekitar 3 hari baru dapat 40% kuat tekan. Punya kami cukup sehari saja,” ungkap Yesika.

“Kami buat SCC (Self Compacting Concrete) yang ramah lingkungan dan kantong. Metode SCC itu bikin beton yang bisa memadat sendiri tanpa memerlukan vibrasi atau upaya lain untuk memadatkan beton,” kata tim tersebut yang dilansir Humas UNS belum lama ini.

STEVY WIDIA