6 Tim Indonesia Lolos Kompetisi Wirausaha Sosial di Singapura

Singapore International Foundation Young Social Entrepreneurs Programme 2018. (Foto: Istimewa/Youngster.id)

youngster.id - Singapore International Foundation, organisasi nirlaba gelar Young Social Entrepreneurs (YSE) Programme 2018. Kompetisi ini menyiapkan pendanaan bagi enam perusahaan rintisan berdampak sosial dengan total hingga SG$ 120.000 per tahun untuk mendukung kewirausahaan bagi orang muda. Dari 47 tim yang terpilih, 6 tim berasal dari Indonesia.

Head Good Business Programmes Division SIF, Martin Ng mengatakan pihaknya telah menerima lebih dari 200 proposal pada akhir tahun lalu. Adapun, saat ini, seluruh ide yang masuk telah tersaring menjadi 47 tim yang nantinya akan melakukan presentasi pada 24 Maret 2018.

“Kami berikan pendanaan kepada enam tim SG$ 20.000 bagi tiap tim yang memiliki dampak sosial,” ucap Martin dalam keterangan pers baru-baru ini.

Keenam startup dari Indonesia, pertama, Cascara yang merupakan perusahaan rintisan digital yang membantu petani kopi untuk mengolah produk bernilai tambah dari kopi dengan kandungan antioksidan tinggi.

Kedua, situs dagang elektronik Homebake, yang menyediakan platform khusus produk makanan. Melalui platform tersebut produk bisa dipesan dan didistribusikan kepada konsumen. Homebake mengajak perempuan dan istri yang berpenghasilan rendah untuk menjadi mitra. Guna menyediakan produk berstandar tinggi, halal dan sehat, Homebake pun melakukan pelatihan kepada mitra terlibat.

Baca juga :   Implementasi Industri 4.0 Naikkan Daya Saing Indonesia

Ketiga, Musimpanen Indonesia perusahaan rintisan di bidang agrikultur yang fokus pada perkebunan, pengaturan lahan pertanian dan pengolahan komoditas. Proyek yang tengah berjalan yakni mengubah jagung dan sitronela menjadi kudapan dan peralatan mandi.

Keempat, Niskala, perusahaan rintisan di bidang manajemen sampah yakni melakukan edukasi melalui acara kebudayaan di Bali. Kelima, Wonderlabs Academy, perusahaan rintisan di bidang pelatihan bagi perempuan sehingga memiliki daya saing di dunia kerja.

Terakhir, Elvish yang menyediakan sistem elektrik bagi para nelayan sehingga bisa menekan biaya operasi dan mendapatkan keuntungan lebih.

Mereka akan bersaing dengan 16 tim dari Singapura, 8 tim dari India, dan 6 tim dari Malaysia. Lalu, Vietnam, Thailand, China, Kamboja dan Amerika Serikat yang masing-masing diwakili 2 tim. Terakhir, Pakistan dan Bhutan masing-masing diwakili 1 tim.

 

STEVY WIDIA