Selasa, 7 April 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News

Ada 2 Ribu Aplikasi Berbahaya di Google Play Store

27 Juni 2019
in News
Reading Time: 2 mins read
google play

Google Play. (Foto: Ilustrasi/istimewa)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Studi yang dilakukan oleh University of Sydney dan Data61 dari The Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (CSIRO) menunjukkan, ada 2.040 aplikasi berbahaya di Google Play Store.

Ada 10 ribu aplikasi yang dipalsukan sehingga mirip secara tampilan berikut teksnya. Aplikasi tersebut tergolong populer di Google Play Store. Selain itu, berdasarkan pencarian menggunakan algoritma dan mesin pembelajar (machine learning), ada 49.608 ancaman di Google Play Store. Para peneliti juga menemukan sekitar 7.246 aplikasi yang ditandai berbahaya.

Sebanyak 2.040 di antaranya aplikasi palsu dan berisiko tinggi bagi pengguna. Ada 1.565 aplikasi yang meminta setidaknya lima izin sensitif. Lalu, 1.407 aplikasi menanamkan iklan dari pihak ketiga.

Baca juga :   Telkom Suntik Dana Segar Untuk Blanja.com

Studi yang dilakukan selama dua tahun mendapati, sebagian besar dari ribuan aplikasi itu berupa permainan yang dipalsukan dan mengandung malware. Sebagian lagi tidak mengandung malware, namun meminta izin akses data yang dianggap berbahaya. Gim tersebut di antaranya Temple Run, Free Flow, dan Hill Climb Racing.

“Meskipun keberhasilan Google Play ditandai oleh fleksibilitas dan fitur yang dapat disesuaikan, yang memungkinkan hampir semua orang membangun aplikasi. Ada sejumlah aplikasi bermasalah yang lolos dari pengawasan dan telah melewati proses pemeriksaan otomatis,” kata rekan penulis studi dari University of Sydney Suranga Seneviratne dikutip dari ComputerWorld.com baru-baru ini.

Padahal, sebagian masyarakat dunia bergantung pada teknologi ponsel pintar (smartphone). Karena itu, menurutnya penting bagi perusahaan teknologi dalam membangun solusi guna mendeteksi aplikasi berbahaya secara cepat. Saat ini, aplikasi yang diteliti tersebut telah dihapus dari Google.

Baca juga :   Sea Group Donasikan 1.000 Tabung Oksigen dan 1 Juta Vaksin Untuk Indonesia

Tim Google juga melaporkan bahwa beberapa permintaan aplikasi untuk masuk di Google Play Store ditolak oleh perusahaan. Jumlah yang ditolak naik lebih dari 55% dibanding tahun lalu. Penangguhan aplikasi juga meningkat menjadi 66%.

STEVY WIDIA

Tags: aplikasi berbahaya
Previous Post

Peran Penting Digital Dalam Penyaluran Zakat Fitrah

Next Post

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Related Posts

Google
Technology

Google Blokir 1,75 Juta Aplikasi dan 80 Ribu Akun Pengembang

26 Februari 2026
0
Load More
Next Post
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

L-Flood, Aplikasi Sistem Informasi Bencana Banjir

L-Flood, Aplikasi Sistem Informasi Bencana Banjir

Bintang Persija Hadir di Rumah Indofood JFK 2019

Bintang Persija Hadir di Rumah Indofood JFK 2019

Discussion about this post

Recent Updates

masa depan industri P2P Lending

Akhir Era “Bakar Uang”: Menakar Kedewasaan Baru Industri P2P Lending Indonesia

6 April 2026
Pitchbook - venture capital

Laporan Pitchbook Q1 2026: Investasi VC Asia Stabil, Sektor AI Geser Dominasi Fintech

6 April 2026
Agoda x WWF x Livingseas

Agoda dan WWF Kucurkan Dana Konservasi untuk Livingseas Asia di Bali

6 April 2026
ShopeePay

ShopeePay Soroti Perubahan Pola Konsumsi Masyarakat Pasca Ramadan 2026

6 April 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
masa depan industri P2P Lending

Akhir Era “Bakar Uang”: Menakar Kedewasaan Baru Industri P2P Lending Indonesia

6 April 2026
Pitchbook - venture capital

Laporan Pitchbook Q1 2026: Investasi VC Asia Stabil, Sektor AI Geser Dominasi Fintech

6 April 2026
Agoda x WWF x Livingseas

Agoda dan WWF Kucurkan Dana Konservasi untuk Livingseas Asia di Bali

6 April 2026
ShopeePay

ShopeePay Soroti Perubahan Pola Konsumsi Masyarakat Pasca Ramadan 2026

6 April 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version