Akselerasi Akses Internet Satelit di Wilayah 3T, Lintasarta Perkuat Kolaborasi dengan Starlink

Lintasarta x Starlink

Akselerasi Akses Internet Satelit di Wilayah 3T, Lintasarta Perkuat Kolaborasi dengan Starlink (Foto: Istimewa/youngster.id)

youngster.id - Lintasarta memperkuat kolaborasi strategis dengan Starlink, layanan internet satelit orbit rendah milik SpaceX, untuk mempercepat pemerataan akses digital nasional, khususnya di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).

Penguatan kemitraan ini ditandai dengan kunjungan pimpinan SpaceX ke Indonesia pada Desember 2025. Sejak kerja sama ditandatangani pada Agustus 2024, implementasi layanan Starlink yang dikelola Lintasarta mencatat pertumbuhan lebih dari 400% dalam satu tahun, didorong oleh meningkatnya adopsi dari sektor industri dan pemerintahan.

Director & Chief Telco Services Officer Lintasarta, Zulfi Hadi, mengatakan kolaborasi tersebut tidak hanya menghadirkan konektivitas cepat dan andal, tetapi juga membangun fondasi kedaulatan digital Indonesia yang aman dan berkelanjutan.

“Kolaborasi ini memastikan teknologi diterapkan dengan tata kelola yang kuat, keamanan terjaga, serta memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Zulfi, Selasa (6/1/2026).

Sementara itu, Director of Commercial Sales SpaceX, Andrew Matlock, menegaskan komitmen Starlink untuk mendukung pembangunan infrastruktur digital Indonesia melalui kolaborasi jangka panjang bersama Lintasarta.

“Indonesia memiliki peran strategis dalam penguatan ekosistem digital kawasan. Bersama Lintasarta, kami ingin menjadi bagian dari perjalanan transformasi digital nasional dengan menghadirkan konektivitas yang inklusif, andal, dan mendukung pertumbuhan berkelanjutan,” ujar Matlock.

Melalui pendekatan managed service, Lintasarta memastikan layanan Starlink beroperasi sesuai standar industri, termasuk keandalan jaringan, keamanan data, dan kepatuhan regulasi. Ke depan, kedua perusahaan akan terus memperluas jangkauan layanan untuk mendukung transformasi digital lintas sektor menuju Indonesia Emas 2045.

“Kami ingin teknologi tidak hanya hadir, tetapi benar-benar memberdayakan Indonesia, menciptakan pemerataan peluang, meningkatkan daya saing industri, dan mendorong pertumbuhan ekonomi digital yang inklusif,” tutup Zulfi.

 

STEVY WIDIA

Exit mobile version