Akulaku Berhasil Gaet 10 Juta Nasabah dalam 2 Tahun

(ki-ka) Kimberly Lietania Head of Marketing Akulaku, selebriti Rangga Moela, konten kreator Ayla Dimitri, serta Martha Adlina, Komisaris Akulaku. (Foto: Stevy Widia/youngster.id)

youngster.id - Startup Pinjaman Online, Akulaku mengumumkan telah mendapat pendanaan Seri C dengan total hampir mencapai US$100 juta (sekitar Rp1,4 triliun). Dengan pendanaan tersebut mereka akan meningkatkan pengguna di Indonesia.

Martha Adlina Komisari Akulaku Indonesia mengatakan, saat ini platform ini telah mempunyai sekitar sepuluh juta nasabah di Indonesia. Selain itu mereka juga telah bekerja sama dengan lebih dari tiga ribu merchant online dan beberapa e-commerce.

“Kami ingin mengubah persepsi orang di Indonesia bahwa pinjaman itu hanya bagi mereka yang tidak memiliki uang. Karena kenyataannya pinjaman dan kredit seharusnya digunakan untuk membantu cash flow dan mempermudah urusan financial,” kata Martha saat ditemui belum lama ini di Jakarta.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, pada bulan Juni 2018, aplikasi pinjaman online Akulaku mengumumkan telah berhasil mendapat pendanaan Seri C dengan total hampir mencapai US$100 juta (sekitar Rp1,4 triliun). Pendanaan ini mereka terima dari beberapa investor termasuk Sequoia Capital Southeast Asia dan Finup.

Baca juga :   Plato Alat Pengolah Limbah Batik

Sebelumnya, mereka telah beberapa kali mendapat pendanaan dari beberapa investor, seperti DCM, IDG, Fidelity VC, dan Qiming Venture Capital. Diantaranya, pendanaan Seri A sebesar US$5 juta (sekitar Rp67,5 miliar) pada bulan Februari 2016. Lalu pendanaan sebesar US$15 juta (sekitar Rp200 miliar) pada bulan Februari 2017. Dan pendanaan Seri B sebesar US$30 juta (sekitar Rp400 miliar) pada bulan Juli 2017.

Martha menyatakan mereka kini mempunyai sekitar sepuluh juta nasabah di Indonesia dengan mayoritas berada di pulau Jawa. Karena itu, mereka berencana menggaet lebih banyak pengguna dari luar Pulau Jawa.

Dalam sebulan, total transaksi pengguna Akulaku mencapai 1,5 juta transaksi dengan nominal sebesar US$50 juta (sekitar Rp730 miliar). Sebagian besar transaksi tersebut digunakan untuk membeli gadget dan perangkat elektronik. Akulaku berencana menghadirkan pinjaman non komersial, seperti untuk kebutuhan kesehatan dan pendidikan.

 

STEVY WIDIA