Anak Muda Kerap Di-bully saat Bermain Game Online

Anak bisa kecanduan game internet. (Foto: Istimewa/Youngsters.id)

YOUNGSTERS.id - Ditch the Label, lembaga anti-bullying menemukan, banyak anak muda diintimidasi saat bermain game online.

Badan amal Ditch the Label melakukan survey yang menargetkan anak muda berusia antara 12-25 tahun yang menggunakan jejaring sosial dan hotel virtual Habbo.

Pendiri Ditch the Label, Liam Hackett mengatakan bahwa penelitian tersebut sebelumnya menemukan bahwa anak muda yang mengalami intimidasi secara offline, kemungkinan adalah gamer online.

“Anak muda yang menjadi sasaran bullying offline adalah beberapa konsumen internet dan teknologi terbesar dan kemudian cenderung lebih suka menggunakan game online untuk pelariandan bebas dari ejekan serta pelecehan. Hubungan inilah yang membuat temuan kami terlalu mendesak dan nyata. Bullying dalam lingkungan game online adalah masalah yang nyata,” jelas Hackett.

Mereka menemukan bahwa 57% dari 2.500 anak muda yang disurvei telah diintimidasi secara online.
Selain itu, mereka juga menemukan 22% anak muda telah berhenti bermain game sebagai akibat bullying online. Hampir setengah dari mereka mengatakan bahwa mereka telah terancam saat bermain game online. Sementara 38% lainnya mengatakan bahwa mereka telah di-hack dalam sebuah game.

Satu dari tujuh anak mengakui mengintimidasi orang lain secara online. Ada yang mengatakan mereka melakukannya untuk menghindari dirinya menjadi sasaran.

Hanya 29% anak muda yang mengatakan bahwa bullying online dan trolling tidak mempengaruhi kenikmatan permainan online mereka.

Sebelumnya, pada 2013, Aliansi Anti-Bullying menemukan bahwa lebih dari setengah anak-anak di Inggris menerima penindasan online sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Meskipun demikian, 74% dari mereka yang ditanyai dalam survei Ditch the Label mengatakan bahwa mereka yakin intimidasi perlu ditangani dengan lebih serius. Demikian seperti dilansir Sky News.

STEVY WIDIA