Rabu, 8 April 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline

Anak Muda Kerap Di-bully saat Bermain Game Online

1 Juli 2017
in Headline, News
Reading Time: 1 min read
Menggarap Potensi Pasar Game Indonesia

Anak bisa kecanduan game internet. (Foto: Istimewa/Youngsters.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Ditch the Label, lembaga anti-bullying menemukan, banyak anak muda diintimidasi saat bermain game online.

Badan amal Ditch the Label melakukan survey yang menargetkan anak muda berusia antara 12-25 tahun yang menggunakan jejaring sosial dan hotel virtual Habbo.

Pendiri Ditch the Label, Liam Hackett mengatakan bahwa penelitian tersebut sebelumnya menemukan bahwa anak muda yang mengalami intimidasi secara offline, kemungkinan adalah gamer online.

“Anak muda yang menjadi sasaran bullying offline adalah beberapa konsumen internet dan teknologi terbesar dan kemudian cenderung lebih suka menggunakan game online untuk pelariandan bebas dari ejekan serta pelecehan. Hubungan inilah yang membuat temuan kami terlalu mendesak dan nyata. Bullying dalam lingkungan game online adalah masalah yang nyata,” jelas Hackett.

Baca juga :   Endry dan Arif : Rela Tinggalkan Pekerjaan Demi Wirausaha

Mereka menemukan bahwa 57% dari 2.500 anak muda yang disurvei telah diintimidasi secara online.
Selain itu, mereka juga menemukan 22% anak muda telah berhenti bermain game sebagai akibat bullying online. Hampir setengah dari mereka mengatakan bahwa mereka telah terancam saat bermain game online. Sementara 38% lainnya mengatakan bahwa mereka telah di-hack dalam sebuah game.

Satu dari tujuh anak mengakui mengintimidasi orang lain secara online. Ada yang mengatakan mereka melakukannya untuk menghindari dirinya menjadi sasaran.

Hanya 29% anak muda yang mengatakan bahwa bullying online dan trolling tidak mempengaruhi kenikmatan permainan online mereka.

Sebelumnya, pada 2013, Aliansi Anti-Bullying menemukan bahwa lebih dari setengah anak-anak di Inggris menerima penindasan online sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Baca juga :   SAP Luncurkan Young Professional Program Bagi Kaum Muda di Asia Tenggara

Meskipun demikian, 74% dari mereka yang ditanyai dalam survei Ditch the Label mengatakan bahwa mereka yakin intimidasi perlu ditangani dengan lebih serius. Demikian seperti dilansir Sky News.

STEVY WIDIA

Tags: anak mudabullyDitch the Labelgame online
Previous Post

Kaspersky Lab Temukan 2.000 Pengguna Kena Serangan Ransomware

Next Post

RIAT, Rumah Pelatihan Internet Bagi Penyandang Disabilitas

Related Posts

Roblox
Industry

Roblox Patuhi Regulasi Perlindungan Anak di Indonesia

13 September 2025
0
Young On Top National Conference ke-15 Dorong Aksi Nyata Anak Muda Indonesia
Technology

Young On Top National Conference ke-15 Dorong Aksi Nyata Anak Muda Indonesia

21 Juli 2025
0
Pemerintah Blokir “game online” Berbahaya
Headline

Pemerintah Akan Buat Sistem Rating dan Atur Batas Usia untuk Game Online

9 Juli 2025
0
Load More
Next Post
RIAT, Rumah Pelatihan Internet Bagi Penyandang Disabilitas

RIAT, Rumah Pelatihan Internet Bagi Penyandang Disabilitas

Putri Tanjung, Bangun Bisnis Secara Mandiri

Putri Tanjung, Bangun Bisnis Secara Mandiri

7 Aplikasi Populer Untuk Persiapan Pernikahan

7 Aplikasi Populer Untuk Persiapan Pernikahan

Discussion about this post

Recent Updates

Garuda AI Banten

Jadi Pelopor Nasional, Pemda Banten Pimpin Transformasi Tenaga Kerja Berbasis Garuda AI

7 April 2026
Alibaba Qwen-3

Alibaba Luncurkan Qwen3.6-Plus, Fokus pada ‘Agentic AI’ dan Kemampuan Coding Otomatis

7 April 2026
Tablet Baru Lenovo Ini Siap Ubah Cara Kamu Kerja dan “Ngonten”

Tablet Baru Lenovo Ini Siap Ubah Cara Kamu Kerja dan “Ngonten”

7 April 2026
Kredivo paylater

Transaksi PayLater Kredivo Melonjak 27% Selama Ramadan 2026, Kategori Groceries Jadi Primadona

7 April 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Garuda AI Banten

Jadi Pelopor Nasional, Pemda Banten Pimpin Transformasi Tenaga Kerja Berbasis Garuda AI

7 April 2026
Alibaba Qwen-3

Alibaba Luncurkan Qwen3.6-Plus, Fokus pada ‘Agentic AI’ dan Kemampuan Coding Otomatis

7 April 2026
Tablet Baru Lenovo Ini Siap Ubah Cara Kamu Kerja dan “Ngonten”

Tablet Baru Lenovo Ini Siap Ubah Cara Kamu Kerja dan “Ngonten”

7 April 2026
Kredivo paylater

Transaksi PayLater Kredivo Melonjak 27% Selama Ramadan 2026, Kategori Groceries Jadi Primadona

7 April 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version