Kiat KUDO Membangun Tim Front-End yang Andal

Inilah beberapa strategi yang dilakukan Kudo untuk membangun tim front-end agar memiliki performa tinggi (Foto: Ilustrasi/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Setiap tim divisi dalam sebuah perusahaan memiliki peran dan tanggung jawab penting guna mendukung proses bisnis perusahaannya. Tim front-end, misalnya. Mereka dituntut mampu membuat tampilan muka yang automated testing dan ciamik. Nah, bagaimana membangun tim front-end yang andal dan berperforma tinggi?

Di Kudo, kami melihat tiga unsur penting saling terkait yang membentuk sebuah tim front-end, yaitu: Manusia (People), Proses (Process), dan Teknologi (Technology). Ketiga unsur saling menopang ini yang membentuk tim front-end Kudo memiliki performa tinggi.

Kadang dalam perusahaan teknologi, ketika sebuah tim sedang fokus mengembangkan produk, pemimpinnya lupa untuk mengembangkan anggota timnya. Tiap-tiap individu front end lah yang membentuk budaya (culture) timnya, dan budaya tersebut nantinya akan mempengaruhi faktor kondusif atau tidaknya lingkungan kerja (environment) di Kudo secara keseluruhan.

Nah, untuk menciptakan lingkungan kerja tim front end yang kondusif ini ada beberapa hal yang kami lakukan di Kudo. Pertama, menghilangkan kesenggangan dalam berinteraksi, dan pemimpin diwajibkan untuk menghindari melakukan micro-manage. Kedua, memberikan kepercayaan kepada seluruh junior timnya, termasuk dalam hal pemberian keputusan. Pemimpin hanya tinggal membantu verifikasi serta memonitor hasil pekerjaannya. Ketiga, dalam hal menghindari micro-manage, Kudo mendorong setiap individu untuk selalu meningkatkan kompetensi, agar masing-masing dari anggota timnya dapat menjadi pemimpin-pemimpin berkualitas di masa yang akan datang.

Kudo menghargai pentingnya sebuah proses. Proses bagi tim front end Kudo adalah fase
pembentukan yang harus dinikmati agar sebuah tim berperforma tinggi. Ada beberapa sistem pendukung yang mesti diimplementasikan agar tiap prosesnya dapat berjalan dengan mulus.

Pertama, membagikan rencana roadmap yang transparan (transparent roadmap). Masing-masing pimpinan per sub divisi tim membagikan roadmap enam bulan ke depan kepada anggota timnya. Roadmap itu mesti diperdalam bersama untuk kemudian disusun menjadi rencana strategis per kuartal.

Kedua, membuat manajemen tugas yang transparan (transparent task management) dengan menggunakan tools bernama Jira. Tujuannya, agar karyawan dari divisi lain juga dapat mengecek tugas apa yang sedang tim tampak muka kerjakan saat ini, kapan tenggat waktunya, dengan hanya melihat dashboard Jira tersebut.

Ketiga, masing masing individu diwajibkan untuk mendokumentasikan laporan secara simpel yang dibuat sesuai roadmap masing-masing user story untuk mengurangi peluang terjadinya masalah di kemudian hari. Tim tampak muka Kudo juga selalu melakukan komunikasi konstan baik internal maupun inter-divisi secara reguler untuk menghilangkan celah dan ketergantungan terhadap divisi lain.

Tim front end di Kudo dilatih untuk selalu mempersiapkan automated testing yang terdiri dari unit test dan instrumentation testing, atas tiap fitur yang akan diluncurkan. Automated
testing
penting dibuat ketika perekayasa dan tim produk sedang dalam tahap proses membuat fitur baru ataupun sedang melakukan perbaikan terhadap fitur lama, agar fitur tetap teroptimasi seperti yang diinginkan. Automated testing mampu mendeteksi secara otomatis apabila terjadi kesalahan atau konflik yang menyebabkan baik fitur lama dan baru tidak berjalan.

Kudo menggunakan New Relic untuk monitoring sumber (resource), Sentry untuk error
logging
dashboard, Graylog untuk stream event dan log dari beberapa sources, dan Datadog
untuk single dashboard dari monitoring-monitoring yang sudah ada. Baik fitur maupun sumber yang dipunyai oleh setiap manajer produk mempunyai monitoring dan rekam jejak masing-masing untuk memastikan semua fitur berjalan dengan baik. Apabila ada yang tidak berjalan dengan normal, maka monitoring tersebut akan otomatis mengirimkan notifikasi waspada ke tim perekasaya dan manajer produk.

Toh, pada akhirnya mesti disadari bahwa anggota tim tetaplah manusia biasa, dan kesalahan
sebagai bagian proses pembelajaran. Oleh karena itu, tim tampak muka Kudo membuat event post mortem untuk mengetahui tiap insiden yang terjadi dan melakukan perbaikkan. Tim front end Kudo dituntut untuk fleksibel agar cepat menyesuaikan dengan dunia agennya yang cepat berubah dan berkembang.

Seiring berjalannya waktu, tim front end Kudo semakin besar dan berkembang. Oleh karena itu, tiap pemimpin dan anggota tim dituntut untuk menurunkan ego mereka demi tercapainya kesuksesan bersama dalam memberikan nilai tambah kepada 500 ribu agen di lebih dari 500 wilayah Indonesia.

 

PANJI GAUTAMA, Vice President of Engineering KUDO Indonesia