youngster.id - Studi terbaru dari Singapore-MIT Alliance for Research and Technology (SMART) bersama peneliti Massachusetts Institute of Technology (MIT) dan National University of Singapore (NUS) menemukan hubungan kuat antara konektivitas penerbangan global dan keputusan perusahaan multinasional (MNC) dalam membuka anak usaha di suatu kota.
Fabio Duarte, Principal Investigator M3S dan Associate Director MIT Senseable City Lab, mengatakan konektivitas udara merupakan infrastruktur penting bagi pertumbuhan kota dan ekonomi global.
“Riset berbasis data berskala besar seperti ini penting untuk memahami faktor tersembunyi yang membentuk daya tarik kota dan bisnis global,” ujar Fabio, dikutip Jum’at (27/2/2026).
Penelitian berjudul Air Connectivity Boosts Urban Attractiveness for Global Firms yang dipublikasikan di Nature Cities ini menganalisis 7,5 juta data perusahaan serta 30 tahun data penerbangan internasional di lebih dari 800 kota dan 142 negara.
Hasil riset menunjukkan bahwa semakin mudah suatu kota diakses melalui penerbangan, semakin besar peluang kota tersebut menarik perusahaan multinasional. Setiap tambahan satu kali transit (layover) dikaitkan dengan penurunan rata-rata 20% jumlah anak perusahaan asing yang dibentuk. Jika diperlukan dua kali transit atau lebih, jumlahnya turun hingga 34%.
Selain itu, kualitas koneksi penerbangan menjadi faktor paling menentukan. Kota dengan koneksi ke hub penerbangan global yang berpengaruh memiliki daya tarik investasi lebih tinggi dibanding kota dengan banyak rute tetapi ke destinasi yang kurang terhubung. Peningkatan 10% pada eigenvector centrality berkorelasi dengan kenaikan hampir 1% jumlah anak perusahaan asing.
Dampak konektivitas udara paling terasa pada sektor berbasis pengetahuan seperti keuangan, konsultansi, teknologi, dan jasa profesional lain yang membutuhkan interaksi tatap muka secara intensif. Sebaliknya, pengaruh konektivitas relatif lebih kecil pada sektor manufaktur dan ritel.
Wen-Chi Liao dari NUS Business School menambahkan bahwa perusahaan tidak hanya melihat akses langsung suatu kota, tetapi juga posisinya dalam jaringan penerbangan dunia.
“Perusahaan merespons bukan hanya pada kemudahan akses, tetapi juga pada keuntungan strategis dari posisi kota dalam konektivitas global,” kata Liao.
Studi ini menegaskan bahwa kota yang memprioritaskan kualitas jaringan penerbangan akan lebih kompetitif dalam menarik investasi asing dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di tengah meningkatnya persaingan global. (*AMBS)
















Discussion about this post