youngster.id - Program AI Ready ASEAN yang diinisiasi oleh ASEAN Foundation dengan dukungan Google.org resmi memperluas jangkauan solusi literasi kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence) bagi pelajar di Indonesia. Program ini hadir untuk menjawab tantangan transformasi digital dengan membekali generasi muda pemahaman dasar AI yang inklusif, etis, dan bertanggung jawab.
Hingga saat ini, inisiatif AI Ready ASEAN telah mencatatkan dampak masif di tingkat regional dengan menjangkau lebih dari 6 juta penerima manfaat di seluruh kawasan ASEAN. Sebanyak 100.000 peserta telah menyelesaikan pelatihan mendalam, didukung oleh 3.500 Master Trainers yang bertugas memastikan keberlanjutan pembelajaran AI di lapangan.
Direktur Eksekutif ASEAN Foundation, Dr. Piti Srisangnam, menegaskan bahwa solusi yang ditawarkan program ini bukan sekadar tentang penguasaan teknologi, melainkan tentang membuka peluang bagi pelajar untuk berinovasi.
“Melalui AI Ready ASEAN, kami ingin menumbuhkan rasa percaya diri bahwa mereka (pelajar) tidak hanya mampu mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga turut membentuk masa depan digital yang lebih inklusif,” ujarnya, Sabtu (7/3/2026).
Senada dengan hal tersebut, Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, menyoroti pentingnya tata kelola teknologi yang etis. Ia menekankan bahwa meskipun AI memberikan kemudahan, kemampuan berpikir kritis dan komputasional anak-anak harus tetap dijaga agar tidak timbul ketergantungan.
“Peran guru dan orang tua sangat penting dalam memberikan bimbingan agar anak-anak dapat menggunakan AI secara bijak. Berpikir kritis harus menjadi prioritas,” tegas Wakil Presiden Gibran.
Sebagai bagian dari penguatan ekosistem digital nasional, sekolah dipilih menjadi titik awal strategis untuk menanamkan literasi AI sejak dini. Solusi pendidikan ini baru saja diimplementasikan melalui Workshop AI Ready ASEAN bertajuk “Empowering Students for the Future: AI Literacy for a Digital ASEAN” di SMP Plus Muthahhari, Kabupaten Bandung.
Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 500 siswa ini dirancang secara aplikatif untuk memperkenalkan konsep dasar AI yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Melalui kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan institusi regional, diharapkan pelajar Indonesia mampu bertransformasi dari sekadar pengguna menjadi penggerak inovasi dalam ekosistem digital ASEAN yang berdaya saing.
STEVY WIDIA














Discussion about this post