youngster.id - Upaya percepatan transformasi pendidikan berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) terus diperkuat. Biji-biji Initiative bekerja sama dengan PT Kaltim Nitrate Indonesia (KNI) menyelenggarakan Pelatihan Microsoft Elevate: AI for Educators bertema “Merancang Ekosistem AI untuk Pendidikan” di Kota Bontang, Kalimantan Timur.
Pelatihan secara resmi dibuka oleh Wali Kota Bontang dr. Hj. Neni Moerniaeni, Sp.OG, yang menekankan pentingnya kesiapan guru menghadapi perubahan zaman.
“Teknologi harus dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, bukan menggantikan peran guru,” ujar Neni dalam sambutannya, dikutip Kamis (15/1/2026).
Sebanyak 200 guru dan tenaga kependidikan dari 170 sekolah di Kota Bontang mengikuti pelatihan ini. Peserta berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK, SD, SMP, SMA, sekolah Islam, Sekolah Luar Biasa (SLB), hingga Satuan Pendidikan Nonformal (SPNF SKB).
AI Skills Director Microsoft Indonesia, Arief Suseno, mengatakan pelatihan ini dirancang untuk menempatkan guru sebagai penggerak utama inovasi berbasis AI di sektor pendidikan.
“Melalui kolaborasi lintas sektor, Microsoft Elevate Indonesia menghadirkan pengalaman belajar AI yang mendalam dan berdampak luas. Para guru kami dorong menjadi motor inovasi sekaligus menyiapkan talenta masa depan dengan literasi dan keterampilan digital yang dibutuhkan di era AI,” kata Arief.
Program ini memperkenalkan pemanfaatan AI untuk membantu guru dalam menyusun silabus dan rencana pembelajaran, memperkaya metode pengajaran di kelas, serta meningkatkan efisiensi pekerjaan administratif.
Pelatihan dirancang secara intensif dan partisipatif, mencakup pemahaman dasar AI dan AI Agent, perubahan pola pikir menuju pendekatan sistemik, serta Design Thinking Sprint untuk merancang solusi pendidikan berbasis AI. Rangkaian kegiatan ditutup dengan kompetisi “Solusi untuk Indonesia” yang menampilkan demonstrasi agen AI hasil pengembangan para pendidik.
CEO Biji-biji Initiative, Rashvin, menegaskan pentingnya pemanfaatan teknologi yang relevan dengan kebutuhan nyata guru.
“Kami ingin memastikan teknologi AI benar-benar membantu pendidik dan memperkuat ekosistem pendidikan Indonesia,” ucap Rashvin.
Setelah pelatihan, peserta akan mengikuti post-test dan menerima sertifikat apresiasi melalui email. Kolaborasi ini diharapkan mendorong lahirnya pendidik sebagai agen perubahan dalam membangun ekosistem pendidikan yang adaptif, inovatif, dan berkelanjutan di era AI.
“Kami berkomitmen mendukung pendidikan dan literasi digital sebagai investasi jangka panjang bagi masyarakat Bontang,” kata Rheza Zacharias, Government, Community Relations & GA Department Head PT Kaltim Nitrate Indonesia.
HENNI S.


















Discussion about this post