Senin, 12 Januari 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News ARTIFICIAL INTELLIGENCE

Cegah Penyalahgunaan AI, YouTube Hadirkan Fitur Deteksi Kemiripan

22 Oktober 2025
in ARTIFICIAL INTELLIGENCE
Reading Time: 2 mins read
Made on YouTube Event

YouTube TV.(Foto: istimewa/youngster.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - YouTube menghadirkan teknologi deteksi kemiripan. Fitur ini memungkinkan para kreator meminta penghapusan konten buatan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) yang menampilkan kemiripan mereka, seperti suara atau wajah serupa mereka.

Juru bicara YouTube menyampaikan, para kreator dalam YouTube Partner Program yang memenuhi syarat telah menerima pemberitahuan melalui surel mengenai kehadiran dukungan tersebut.

“Teknologi deteksi YouTube dirancang untuk membantu kreator mengidentifikasi dan mengelola konten yang menampilkan kemiripan dengan diri mereka, baik dalam hal wajah maupun suara,” demikian yang dilansir TechCrunch Selasa (21/10/2025).

Dukungan teknologi itu guna mencegah penyalahgunaan kemiripan orang untuk keperluan seperti menyiarkan promosi produk atau layanan tanpa persetujuan. Serta mencegah penyebaran informasi yang menyesatkan. Kasus semacam ini sudah banyak terjadi. Sebagai contoh, perusahaan Elecrow menggunakan tiruan suara YouTuber Jeff Geerling yang dibuat menggunakan AI untuk mempromosikan produknya tanpa izin.

Baca juga :   Tingkatkan Daya Saing IKM, Kemenperin Gandeng MediaWave Sediakan Akses Platform AI

Teknologi deteksi kemiripan YouTube pertama kali diperkenalkan tahun 2024 dalam kerja sama dengan Creative Artists Agency (CAA) untuk membantu selebriti, atlet, dan kreator menemukan konten buatan AI yang menampilkan kemiripan dengan mereka.

Di kanal Creator Insider miliknya, YouTube menjelaskan tata cara penggunaan fitur baru yang disediakan untuk mendeteksi kemiripan dalam konten ini.

Kreator dapat memulai proses dengan membuka tab “Likeness”, menyetujui pemrosesan data, lalu memindai kode QR yang mengarahkan ke laman verifikasi identitas menggunakan foto identitas resmi dan rekaman wajah singkat.

Setelah diverifikasi, kreator dapat melihat daftar video yang terdeteksi lalu mengajukan permintaan penghapusan konten berdasarkan pedoman privasi YouTube, mengajukan klaim hak cipta, atau mengarsipkan video tersebut.

Para kreator bisa berhenti menggunakan layanan ini kapan saja. Pemindaian otomatis akan dihentikan dalam waktu 24 jam setelah mereka menonaktifkan fitur.

Baca juga :   Banyak Pengguna AI di Indonesia Berinteraksi Dengan AI Saat Sedih

YouTube pada April menyatakan dukungannya terhadap legislasi yang disebut NO FAKES Act, rancangan undang-undang di Amerika Serikat yang ditujukan untuk mengatasi masalah replika buatan AI yang menampilkan tiruan wajah atau suara orang untuk menipu atau membuat konten yang membahayakan.

 

 

STEVY WIDIA

Tags: deteksi kemiripankecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI)Youtube
Previous Post

Semesta AI Pitch Day 2025 Gelar 10 Inovasi AI Terbaik Startup Lokal

Next Post

Wisata Kebugaran dan Holistik Punya Potensi Jadi Destinasi Unggulan Indonesia

Related Posts

Penonton YouTube Shopping Melonjak 400%, Jadi Sumber Pendapatan Baru Bagi Kreator Konten
e-COMMERCE

Penonton YouTube Shopping Melonjak 400%, Jadi Sumber Pendapatan Baru Bagi Kreator Konten

6 November 2025
0
YouTube Perluas Program Afiliasi YouTube Shopping di Indonesia
News

YouTube dan Instagram Jadi Media Sosial Paling Populer di Indonesia

29 Agustus 2025
0
Made on YouTube Event
News

Youtube Tidak Monetisasi Konten Berbasis AI Tanpa Sentuhan Manusia

14 Juli 2025
0
Load More
Next Post
Borobudur

Wisata Kebugaran dan Holistik Punya Potensi Jadi Destinasi Unggulan Indonesia

LIVE Host Profesional Jadi Tren Profesi Baru Platform Penjualan Online

LIVE Host Profesional Jadi Tren Profesi Baru Platform Penjualan Online

ChatGPT

ChatGPT Atlas, Mesin Peramban Berkekuatan AI

Discussion about this post

Recent Updates

Kampus Harus Jadi Garda Terdepan Cetak Talenta Digital

Jaga Ruang Digital Beretika, Pemerintah Blokir Aplikasi Grok

12 Januari 2026
Pinjaman Online

Utang Pinjol dan Paylater Warga Indonesia Capai Rp132,3 Triliun

12 Januari 2026
Realme Jadi Official Gaming Phone Kompetisi M7 World Championship

Realme Jadi Official Gaming Phone Kompetisi M7 World Championship

12 Januari 2026
Ini Tiga Model Ekonomi Kreatif Yang Bakal Tren di 2025

Sinergi Hexahelix Jadi Penguat Ekosistem Creative Tech Nasional

12 Januari 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
pendanaan Fintech

Inilah 5 Fintech dengan Pendanaan Terbesar di Indonesia Tahun 2025

15 Mei 2025
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Kampus Harus Jadi Garda Terdepan Cetak Talenta Digital

Jaga Ruang Digital Beretika, Pemerintah Blokir Aplikasi Grok

12 Januari 2026
Pinjaman Online

Utang Pinjol dan Paylater Warga Indonesia Capai Rp132,3 Triliun

12 Januari 2026
Realme Jadi Official Gaming Phone Kompetisi M7 World Championship

Realme Jadi Official Gaming Phone Kompetisi M7 World Championship

12 Januari 2026
Ini Tiga Model Ekonomi Kreatif Yang Bakal Tren di 2025

Sinergi Hexahelix Jadi Penguat Ekosistem Creative Tech Nasional

12 Januari 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version