Melindungi Musisi Nyata Platform Bandcamp Larang Musik Buatan AI

Aplikasi musik streaming. (Foto: ilustrasi/istimewa)

youngster.id - Bandcamp melarang musik yang dibuat dengan kecerdasan artifisial (AI) masuk di dalam aplikasi mereka. Langkah platform distribusi musik indie populer ini menyikapi dengan terus berkembangnya musik AI di seluruh ekosistem musik.

Dikutip The Hollywood Reporter perusahaan ini ingin para musisi terus membuat musik, dan agar para penggemar memiliki keyakinan bahwa musik yang mereka temukan di Bandcamp diciptakan oleh manusia.

“Fakta bahwa Bandcamp adalah rumah bagi komunitas yang begitu dinamis yang terdiri atas orang-orang nyata yang membuat musik luar biasa adalah sesuatu yang ingin kami lindungi dan pertahankan,” kata perusahaan itu yang dibagikan di Reddit pekan ini.

Bandcamp juga menyatakan dalam platform mereka, tidak mengizinkan musik dan audio yang dihasilkan seluruhnya atau sebagian besar oleh AI. Jika pengguna menemukan musik atau audio yang tampaknya dibuat sepenuhnya atau sangat bergantung pada AI generatif, Bandcamp mengajak pengguna untuk melaporkan agar bisa ditandai sebagai konten yang akan ditinjau oleh tim.

“Kami berhak untuk menghapus musik apapun yang dicurigai dihasilkan oleh AI,” katanya.

Deezer, layanan streaming musik yang berbasis di Prancis, mengatakan pada bulan November bahwa mereka memperkirakan sekitar 50.000 lagu yang dihasilkan AI diunggah ke platform setiap hari.

Selain Bandcamp, platform musik lain juga telah memperbarui kebijakan AI mereka. iHeart mengambil sikap serupa akhir tahun lalu, di mana presiden program nasional Tom Poleman mengatakan dalam sebuah catatan kepada staf pada bulan November bahwa pihaknya tidak memutar musik AI yang menampilkan vokalis sintetis yang berpura-pura menjadi manusia.​​​​​​​

Spotify juga mengumumkan perubahan pada kebijakan musik AI-nya pada bulan September, dengan menyatakan bahwa lagu-lagu dengan klon suara AI yang meniru artis lain hanya diizinkan di platform jika penyanyi aslinya menyetujui.

Spotify mengklaim mereka telah menghapus lebih dari 75 juta lagu “spam” dari platform dalam setahun terakhir.

Sementara itu, CEO Luminate Rob Jonas mengatakan, dalam laporan akhir tahun bahwa sebagian besar pendengar masih mencari sentuhan manusia yang tak tergantikan.

“Melindungi nilai intrinsik kreasi manusia di dunia dengan konten yang tak terbatas adalah tantangan terpenting industri kita. Ke depannya, perdebatan tidak hanya akan tentang kapan artis AI mencapai puncak Billboard Hot 100, tetapi juga apakah audiens akan memberi mereka izin budaya yang sama seperti yang kita berikan kepada kreator manusia,” tulis Jonas.

Meskipun lagu-lagu yang dihasilkan AI ini semakin banyak diputar, masih belum diketahui seberapa besar pengguna ingin mendengarkan jenis lagu ini, atau apakah mereka peduli dari mana lagu-lagu itu berasal.​​​​​​​

 

STEVY WIDIA

Exit mobile version