Rabu, 21 Januari 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News ARTIFICIAL INTELLIGENCE

OpenAI Tambahkan Fitur Peduli Kesehatan Mental Bagi Pengguna

13 Agustus 2025
in ARTIFICIAL INTELLIGENCE
Reading Time: 1 min read
ChatGPT

Percakapan manusia dengan AI. (Foto: ilustrasi/istimewa)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - OpenAI menghadirkan fitur baru di ChatGPT yang akan mengingatkan pengguna untuk beristirahat jika sudah terlalu lama mengobrol dengan AI tersebut. Fitur baru ini sebagai upaya menciptakan hubungan yang lebih sehat antara manusia dan chatbot buatan.

Fitur ini berupa pop-up bertajuk “Just Checking In” yang muncul secara otomatis saat pengguna terdeteksi terlalu lama berinteraksi dengan ChatGPT.

“Sudah cukup lama Anda berbincang. Apakah ini saat tepat untuk beristirahat?” begitu bunyi salah satu contoh pesan pengingat dari sistem demikian dilansir Engadget pekan ini.

Pop-up tersebut harus diklik oleh pengguna jika ingin melanjutkan sesi chat, mirip seperti pengingat waktu bermain biasa muncul di konsol game seperti Nintendo Wii dan Switch.

Baca juga :   Instagram Akan Batasi Remaja Akses Konten yang Pengaruhi Kesehatan Mental

OpenAI mengatakan, fitur peduli Kesehatan mental ChatGPT ini merupakan bagian dari komitmen mereka dalam menangani kekhawatiran terkait dampak penggunaan AI terhadap kesehatan mental pengguna. Fitur pengingat istirahat ditambahkan OpenAI pada ChatGPT berangkat dari persoalan serius yang melibatkan isu kesehatan mental.

Mengutip The New York Times, sejumlah laporan menyebutkan ChatGPT sempat membawa beberapa pengguna ke arah pemikiran gelap, termasuk dorongan untuk menyakiti diri sendiri.

Sebagian dari kasus ini melibatkan pengguna dengan riwayat gangguan mental yang sebelumnya sudah rentan secara emosional. Namun, bukan menghentikan atau mengalihkan arah percakapan, ChatGPT justru terlibat terlalu dalam dan memperkuat ilusi serta pikiran negatif mereka.

Hal ini memunculkan kekhawatiran serius akan peran AI dalam percakapan sensitif. OpenAI pun mengakui adanya kekurangan sistem dalam menghadapi skenario seperti ini.

Baca juga :   AI Diproyeksikan Perkuat Customer Experience pada 2026

Perusahaan menyatakan sedang melakukan pembaruan agar ChatGPT tidak gegabah dalam merespons isu personal yang berisiko tinggi, terutama yang berkaitan dengan kondisi mental penggunanya.

 

 

STEVY WIDIA

Tags: ChatGPTkesehatan mentalOpenAi
Previous Post

Jumlah Lapangan Kerja di Platform OLX Naik di Kuartal II 2025

Next Post

RuangAI Buka Beasiswa Full Untuk Pelatihan AI Bagi 10.000 Anak Muda

Related Posts

ChatGPT
ARTIFICIAL INTELLIGENCE

OpenAI Beri Iklan Bagi Pengguna ChatGPT

19 Januari 2026
0
ChabGPT Punya Ruang Khusus Bahas Kesehatan dan Kebugaran
ARTIFICIAL INTELLIGENCE

ChabGPT Punya Ruang Khusus Bahas Kesehatan dan Kebugaran

9 Januari 2026
0
OpenAI Akan Menerapkan GPU AMD Berkapasitas 6 Gigawatt
ARTIFICIAL INTELLIGENCE

Pengguna Layanan ChatGPT di Indonesia Kena Pajak 11%

30 Desember 2025
0
Load More
Next Post
AI jadi Tools

RuangAI Buka Beasiswa Full Untuk Pelatihan AI Bagi 10.000 Anak Muda

Layanan Keuangan Digital Meningkat, Kerugian Akibat Scam dan Fraud Capai Rp4,1 Triliun

Layanan Keuangan Digital Meningkat, Kerugian Akibat Scam dan Fraud Capai Rp4,1 Triliun

Konten Kreator Ini Jadi Duta Solo Internasional Performing Arts

Konten Kreator Ini Jadi Duta Solo Internasional Performing Arts

Discussion about this post

Recent Updates

pendanaan startup

Tracxn: Pendanaan Startup Teknologi Indonesia Anjlok 38% pada 2025

20 Januari 2026
Free Fire Nusantara Series 2026 Spring

Garena Buka Free Fire Nusantara Series 2026, City Qualifier Digelar di 88 Kota

20 Januari 2026
Indonesia Investment Authority (INA)

Strategi Baru INA: Fokus ke Investasi Swasta Bernilai Tinggi

20 Januari 2026
Film vertikal Tiktok

TikTok Luncurkan Aplikasi Drama Pendek PineDrama

20 Januari 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
pendanaan Fintech

Inilah 5 Fintech dengan Pendanaan Terbesar di Indonesia Tahun 2025

15 Mei 2025
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
pendanaan startup

Tracxn: Pendanaan Startup Teknologi Indonesia Anjlok 38% pada 2025

20 Januari 2026
Free Fire Nusantara Series 2026 Spring

Garena Buka Free Fire Nusantara Series 2026, City Qualifier Digelar di 88 Kota

20 Januari 2026
Indonesia Investment Authority (INA)

Strategi Baru INA: Fokus ke Investasi Swasta Bernilai Tinggi

20 Januari 2026
Film vertikal Tiktok

TikTok Luncurkan Aplikasi Drama Pendek PineDrama

20 Januari 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version