youngster.id - Perusahaan keamanan siber global Palo Alto Networks mengumumkan telah menyelesaikan akuisisi Chronosphere, perusahaan platform observabilitas cloud-native, guna memperkuat kemampuan pemantauan data real-time dan keamanan sistem berbasis kecerdasan buatan (AI).
Akuisisi ini dilakukan seiring meningkatnya ketergantungan perusahaan terhadap AI dan komputasi cloud dalam operasional bisnis, yang menuntut visibilitas data secara menyeluruh dan berkualitas tinggi.
Chairman dan CEO Palo Alto Networks Nikesh Arora mengatakan perusahaan kini membutuhkan lebih sedikit vendor teknologi, namun dengan platform yang mampu mengelola keamanan dan operasional secara terpadu.
“Chronosphere mempercepat strategi kami untuk menjadi platform utama dalam pengamanan cloud dan AI dengan menyediakan visibilitas data secara menyeluruh,” kata Arora, dikutip Senin (9/2/2026).
Chronosphere sebelumnya dinobatkan sebagai pemimpin dalam Gartner Magic Quadrant 2025 untuk kategori Platform Observabilitas. Platform ini dirancang untuk memantau sistem berskala besar di lingkungan cloud-native, yang selama ini sulit ditangani oleh perangkat pemantauan konvensional.
Melalui akuisisi tersebut, Palo Alto Networks akan mengintegrasikan teknologi Chronosphere dengan platform keamanan Cortex miliknya, termasuk Cortex AgentiX. Integrasi ini ditujukan untuk memungkinkan sistem AI mendeteksi dan memperbaiki gangguan keamanan serta masalah teknologi informasi (TI) secara otomatis sebelum berdampak pada layanan bisnis.
Co-founder dan CEO Chronosphere Martin Mao yang kini bergabung sebagai Senior Vice President dan General Manager Observability di Palo Alto Networks menyatakan bahwa kolaborasi ini akan memperluas jangkauan teknologi observabilitas ke pasar global.
Chronosphere Telemetry Pipeline tetap akan tersedia sebagai produk mandiri. Teknologi ini berfungsi menyaring data bernilai rendah sehingga dapat menekan volume data hingga lebih dari 30% serta meningkatkan efisiensi infrastruktur hingga 20 kali dibandingkan sistem lama.
Palo Alto Networks menyebut teknologi tersebut menjadi bagian penting dalam strategi Cortex XSIAM untuk mendukung operasional keamanan berbasis AI tanpa meningkatkan biaya pengelolaan data secara signifikan.
Akuisisi ini mempertegas langkah Palo Alto Networks memperluas portofolio keamanan siber ke area observabilitas dan manajemen data AI, seiring meningkatnya kebutuhan perusahaan terhadap sistem digital yang aman, terpantau, dan otomatis.
STEVY WIDIA
