Selasa, 24 Februari 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News AI & CYBER

Tenable: Perusahaan Global Hadapi Kesenjangan Risiko Keamanan AI

23 Februari 2026
in AI & CYBER
Reading Time: 3 mins read
Tenable - Keamanan Cloud

Tenable: Perusahaan Global Hadapi Kesenjangan Risiko Keamanan AI (Foto: Ilustrasi)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Perusahaan keamanan siber, Tenable, merilis Cloud and AI Security Risk Report 2026 yang mengungkap bahwa organisasi di seluruh dunia menghadapi kesenjangan paparan risiko AI (AI Exposure Gap) akibat adopsi teknologi yang lebih cepat dibanding kemampuan manusia dalam mengelola dan mengurangi ancaman siber.

Laporan tersebut menunjukkan bahwa percepatan rekayasa sistem yang didorong oleh penggunaan AI, kode pihak ketiga, dan skala cloud telah melampaui kemampuan tim keamanan dalam menilai, memprioritaskan, dan memitigasi risiko sebelum dieksploitasi oleh pelaku kejahatan siber.

AI Exposure Gap merupakan bentuk paparan risiko yang sering tidak terlihat dan muncul pada aplikasi, infrastruktur, identitas digital, agen AI, serta data. Banyak tim keamanan belum memiliki kesiapan untuk mengelola risiko ini secara menyeluruh.

Analisis Tenable terhadap lingkungan cloud menemukan risiko serius pada empat area utama, yaitu postur keamanan AI, vektor serangan rantai pasok perangkat lunak, penerapan prinsip least privilege, dan paparan workload cloud. Keempat area tersebut dinilai memerlukan perhatian segera dari perusahaan dan pemimpin bisnis.

Baca juga :   Waspadai File Film James Bond Terbaru Bisa Berisi Trojan Penjahat Siber

Beberapa temuan utama dalam laporan Cloud and AI Security Risk Report 2026 meliputi: 70% organisasi telah mengintegrasikan setidaknya satu paket AI atau Model Context Protocol (MCP) pihak ketiga ke dalam aplikasi dan infrastruktur, sering kali tanpa pengawasan keamanan terpusat.

Sebanyak 86% organisasi menampung paket kode pihak ketiga dengan kerentanan tingkat kritis, menjadikan rantai pasok perangkat lunak sebagai sumber utama risiko cloud. Hampir 13% di antaranya menggunakan paket dengan riwayat kompromi seperti worm s1ngularity dan Shai-Hulud.

Sementara itu, 18% organisasi memberikan izin administratif kepada layanan AI yang jarang diaudit, sehingga menciptakan celah akses bagi penyerang. Identitas non-manusia seperti agen AI dan akun layanan kini memiliki tingkat risiko lebih tinggi (52%) dibandingkan pengguna manusia (37%).

Menariknya, 65% organisasi memiliki “ghost secrets”, yakni kredensial cloud yang tidak digunakan atau tidak pernah diperbarui, dengan 17% di antaranya terkait hak administratif kritis. Sedangkan, 49% identitas dengan izin berlebihan tingkat kritis berada dalam kondisi tidak aktif (dormant).

Baca juga :   Indonesia AI Day Dorong Transformasi AI di Industri Keuangan

Senior Vice President of Product Management and Research Tenable, Liat Hayun, menegaskan bahwa sistem AI yang tertanam dalam infrastruktur digital kini menjadi risiko utama yang harus diantisipasi oleh para pemimpin keamanan informasi.

“Sistem AI yang terintegrasi dalam infrastruktur menghadirkan risiko kritis yang harus segera ditangani oleh para CISO dan tim keamanan. Kurangnya visibilitas dan tata kelola membuat organisasi rentan terhadap paparan baru, termasuk identitas cloud yang memiliki hak akses berlebihan,” ujar Hayun, Senin (23/2/2026).

Ia menambahkan bahwa dengan memfokuskan pengelolaan pada jalur paparan risiko terpadu (unified exposure path), perusahaan dapat berhenti menumpuk “utang keamanan” dan mulai mengelola risiko bisnis yang nyata.

Untuk menghadapi risiko yang terus berkembang, Tenable merekomendasikan organisasi memperkuat proses integrasi AI melalui visibilitas menyeluruh dan kontrol berbasis identitas. Langkah tersebut mencakup penerapan prinsip least privilege pada peran AI, menghilangkan risiko identitas “hantu”, serta menutup celah kredensial statis.

Baca juga :   Serangan Malware Intai Para Freelancer

Selain itu, kode pihak ketiga dan akun eksternal kini dipandang sebagai bagian dari infrastruktur perusahaan. Oleh karena itu, pengurangan risiko rantai pasok digital perlu dilakukan dengan menyatukan visibilitas atas paket kode, mesin virtual, akses identitas, dan lingkungan cloud.

Laporan Cloud and AI Security Risk Report 2026 disusun berdasarkan analisis tim Tenable Research terhadap data telemetri anonim dari berbagai lingkungan cloud publik dan perusahaan, yang dikumpulkan antara April hingga Oktober 2025, dengan temuan terkait AI diperluas hingga Desember 2025.

Melalui laporan ini, Tenable menekankan pentingnya pendekatan Exposure Management, yakni praktik mengidentifikasi, mengevaluasi, dan memprioritaskan seluruh potensi titik masuk yang dapat dimanfaatkan penyerang, termasuk kerentanan perangkat lunak, salah konfigurasi sistem, hak akses berlebihan, celah keamanan cloud, serta aset bayangan dari AI dan rantai pasok pihak ketiga. (*AMBS)

 

Tags: kejahatan siberKesenjangan Risiko Keamanan AITenable
Previous Post

Cristiano Ronaldo Investasi US$7,5 Juta di Platform Kesehatan Digital Herbalife Pro2col

Next Post

Honda Prospect Motor Gandeng Orico Luncurkan Marketplace Mobil Bekas Bersertifikasi LIVA

Related Posts

Donasi Digital GoPay Capai Rp 63 Miliar
BIZTECH

Ancaman Kejahatan Siber Melalui Kode QR Meningkat

5 Januari 2026
0
Tenable - Keamanan Cloud
ANALYZE

Tenable: Keamanan Cloud untuk Bisnis di Asia Tenggara Mengkhawatirkan

19 Juni 2025
0
Perlindungan Aset Bisnis Dari Serangan Kejahatan Siber Harus Diperkuat
News

Perlindungan Aset Bisnis Dari Serangan Kejahatan Siber Harus Diperkuat

23 Oktober 2024
0
Load More
Next Post
Marketplace Honda x Liva

Honda Prospect Motor Gandeng Orico Luncurkan Marketplace Mobil Bekas Bersertifikasi LIVA

Discussion about this post

Recent Updates

Marketplace Honda x Liva

Honda Prospect Motor Gandeng Orico Luncurkan Marketplace Mobil Bekas Bersertifikasi LIVA

23 Februari 2026
Tenable - Keamanan Cloud

Tenable: Perusahaan Global Hadapi Kesenjangan Risiko Keamanan AI

23 Februari 2026
Cristiano Ronaldo x Pro2col

Cristiano Ronaldo Investasi US$7,5 Juta di Platform Kesehatan Digital Herbalife Pro2col

23 Februari 2026
NTT DATA

NTT DATA Rilis Technology Foresight Report 2026, Ungkap Enam Tren Utama AI dan Teknologi Masa Depan

23 Februari 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
pendanaan Fintech

Inilah 5 Fintech dengan Pendanaan Terbesar di Indonesia Tahun 2025

15 Mei 2025
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Marketplace Honda x Liva

Honda Prospect Motor Gandeng Orico Luncurkan Marketplace Mobil Bekas Bersertifikasi LIVA

23 Februari 2026
Tenable - Keamanan Cloud

Tenable: Perusahaan Global Hadapi Kesenjangan Risiko Keamanan AI

23 Februari 2026
Cristiano Ronaldo x Pro2col

Cristiano Ronaldo Investasi US$7,5 Juta di Platform Kesehatan Digital Herbalife Pro2col

23 Februari 2026
NTT DATA

NTT DATA Rilis Technology Foresight Report 2026, Ungkap Enam Tren Utama AI dan Teknologi Masa Depan

23 Februari 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version